Apakah ibu mengecek feses Si Kecil secara reguler? Terkadang, feses bayi berubah karena pertumbuhannya. Namun, di waktu lain, ada perubahan pada feses bayi yang mengindikasikan kondisi kesehatan. Oleh karena itu, penting agar Ibu mengetahui feses bayi yang normal dan tidak. Yuk, simak detailnya sekarang.

Feses bayi yang normal

 

Feses bayi terutama yang baru lahir umumnya bertekstur lembek. Warna dan tekstur feses akan berubah seiring waktu. Detail selengkapnya di bawah ini.

Hitam atau hijau gelap

 

Ibu tidak perlu kaget jika feses bayi berwarna hitam atau hijau gelap karena ini wajar dan dikenal dengan istilah mekonium. Teksturnya pun masih cair serupa oli. Menurut UnityPoint Health, warna tersebut berasal dari campuran air ketuban, lendir, sel-sel kulit, dan hal-hal lain yang ada di rahim.

Mekonium hanya akan bertahan sekitar dua sampai empat hari. Setelah itu, feses bayi akan berubah menjadi lebih hijau dan tidak selengket mekonium. Alhasil, harap konsultasi dengan dokter jika warna feses tidak kunjung berubah kehijauan.

Kuning atau hijau

 

Mengutip dari MayoClinic, warna feses Si Kecil akan berubah lagi setelah mereka menyusu. Feses yang awalnya berwarna hitam atau hijau gelap secara perlahan akan berubah menjadi kuning atau hijau sejak pertama kali bayi menerima air susu ibu (ASI). Selain kuning atau hijau, fesesnya juga dapat berwarna cokelat.

Teksturnya sendiri dapat menyerupai bubur atau menyerupai tekstur tinja saat seseorang terkena diare. Feses bayi juga kemungkinan akan mengeluarkan aroma yang manis, tidak seperti tinja pada umumnya.

Kuning atau cokelat

 

Kuning atau cokelat merupakan warna feses bayi yang normal apabila susu formula menjadi asupan nutrisi utamanya. Pada beberapa kesempatan, mungkin ada sedikit warna hijau pada fesesnya. Teksturnya dapat lebih padat daripada tekstur feses bayi yang minum ASI. Sebagai gambaran, kepadatan fesesnya dapat menyerupai selai kacang.

Bayi yang minum susu formula umumnya BAB lebih sedikit, tetapi ukuran fesesnya bisa lebih besar dan memiliki bau khas feses.

Hijau

 

Warna hijau bisa mendominasi feses bayi jika mereka menerima suplemen zat besi. Hal ini juga bisa terjadi jika bayi mulai beralih dari susu ke makanan pendamping air susu ibu (MPASI), seperti pure sayuran.

Feses bayi yang tidak normal

 

Seperti yang dijelaskan di awal, perubahan tekstur atau warna juga dapat mengindikasikan masalah kesehatan. Ibu perlu waspada dan mempertimbangkan agar anak dievaluasi oleh dokter apabila menemukan perubahan di bawah ini.

Feses lebih berair atau lembut dari biasanya

 

Pregnancy, Birth and Baby menyebutkan bahwa feses bayi yang berair atau lembut dari biasanya bisa jadi tanda diare. Selain bertekstur seperti itu, tanda diare lainnya adalah Ibu lebih sering mengganti popoknya karena frekuensi BAB bayi yang tidak normal. Kemudian, bayi juga menolak makan atau muntah-muntah.

Ibu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika feses bayi berair dan Si Kecil menunjukkan gejala-gejala tersebut. Bayi yang terkena diare lebih berisiko mengalami dehidrasi.

Bertekstur keras dan mirip kerikil

 

Apakah Ibu pernah mendapati feses bayi terlihat tidak normal seperti ini? Itu bisa menjadi pertanda bayi sedang mengalami sembelit atau konstipasi, Bu.

Penyebab bayi mengalami konstipasi meliputi:

  • Baru beralih ke MPASI

  • Sensitivitas terhadap susu

  • Intoleransi terhadap kandungan zat pada ASI atau susu

Feses bercampur darah berwarna merah

 

Feses bayi dapat berubah warna menjadi merah karena makanan, seperti tomat. Akan tetapi, feses yang berwarna merah juga bisa dipengaruhi oleh darah.

Apabila darah berwarna merah ditemukan pada feses bertekstur normal, hal ini dapat menjadi tanda alergi terhadap protein susu. Jika tekstur feses berair, seperti terserang diare, darah pada feses merupakan tanda infeksi bakteri atau parasit.

Feses berlendir

 

Infeksi di dalam tubuh bayi juga dapat ditandai oleh feses berlendir. Pada feses bayi yang tidak normal ini, Ibu dapat melihat garis-garis berwarna hijau atau berlendir.

Berwarna putih atau abu-abu

 

Warna putih pada feses adalah petunjuk zat empedu di liver tidak cukup untuk mencerna makanan. Tak hanya berwarna putih seperti kapur, gangguan ini juga dapat berupa feses yang berwarna abu-abu. Secara garis besar, warna feses yang seperti ini dapat menjadi tanda kalau perut bayi tidak mampu mencerna makanan dengan baik.

Apabila Ibu menemukan hal yang tidak wajar di feses bayi, ada beberapa hal yang harus dicatat sebelum Ibu berkonsultasi ke dokter. Sangat disarankan agar Ibu mencatat frekuensi BAB bayi, warna, tekstur, dan banyaknya feses. Dengan begitu, dokter dapat mengevaluasi apakah feses bayi termasuk normal atau tidak saat waktu konsultasi.

Ayo jadi bagian dari Golden Start Club by Enfa A+ dan dapatkan berbagai informasi penting seputar tumbuh kembang anak. Segera daftar dan dapatkan informasi selengkapnya melalui tautan ini

Referensi: 

- 12 types of baby poop & what they mean (Infographic). (2014, August 15). UnityPoint Health. Retrieved July 29, 2020, from https://www.unitypoint.org/blankchildrens/article.aspx?id=40567710-74c7-4ef2-a040-847be9fbd35a

- All about baby poo. (n.d.). Pregnancy Birth and Baby. Retrieved July 29, 2020, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/blog/all-about-baby-poo

- Baby poop: What's normal? (2020, February 7). Mayo Clinic. Retrieved July 29, 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/baby-poop/faq-20057971