Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Ada beragam penyebab yang dapat memicu risiko infeksi saluran napas pada si Kecil. Infeksi saluran napas ini menjadi penyakit yang umum dialami anak-anak. Perkembangan penyakit ini bisa diawali dari kebiasaan buruk yang sering diabaikan.

Untuk lebih jelasnya, yuk Bu, ketahui apa saja yang menyebabkan si Kecil jadi rentan terkena infeksi saluran napas.

Kebiasaan yang menjadi faktor risiko infeksi saluran napas

Pada dasarnya, infeksi saluran napas terjadi karena virus dan bakteri. Kondisi ini sangat mungkin dialami si Kecil dan menimbulkan gejala umum seperti berikut.

  • batuk-batuk
  • bersin
  • ingusan dan hidung tersumbat
  • sakit tenggorokan
  • pusing
  • pegal-pegal
  • sesak sehingga kesulitan bernapas
  • demam

Infeksi saluran napas ini bisa muncul dalam bentuk sakit flu, batuk-pilek, hingga pneumonia. Pastinya si Kecil tidak nyaman saat merasakan bentuk gejala tersebut.

Penularan ini bisa terjadi ketika si Kecil abai memperhatikan kebiasaan-kebiasaan kecil yang bisa meningkatkan risiko perkembangan gejala. Nah, ada beberapa hal yang perlu Ibu ketahui mengenai penyebab risiko infeksi saluran napas pada si Kecil.

1. Jarang mencuci tangan

Meskipun terdengar sepele, jarang mencuci tangan bisa menjadi meningkatkan risiko penyebab infeksi saluran napas pada si Kecil. Bagaimana bisa? Banyak yang tak sadar, ada banyak kuman yang berpindah ke tangan saat kita melakukan kontak fisik dengan benda ataupun orang lain.

Ketika bakteri atau virus itu berada pada tangan, kemudian si Kecil sering menyentuh mulut, mata, atau hidung, kuman bisa masuk ke dalam tubuh. Belum lagi, ketika si Kecil langsung mengambil makanan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Penting untuk membiasakan anak untuk mencuci tangan setiap kali ia habis dari toilet, beraktivitas di luar rumah, bermain, ataupun sebelum makan. Menurut laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, mencuci tangan dapat mengurangi risiko penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan sebesar 16-21%.

2. Tidak mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi

Konsumsi makanan bernutrisi tinggi dapat menjauhkan si Kecil dari penularan penyakit, termasuk infeksi saluran napas. Bila ia tak terbiasa mengonsumsi makanan bernutrisi dari beragam sayur dan buah, sangat mungkin meningkatkan risiko penyebab infeksi saluran napas pada si Kecil.

Vitamin dan mineral yang terkandung di dalam sayuran dapat mendukung sistem imun si Kecil untuk mencegah batuk-pilek. Maka itu, Ibu perlu mengajak si Kecil untuk makan sayur dan buah untuk memenuhi asupan kebutuhan nutrisi agar daya tahan tubuhnya meningkat.

Untuk membantu pemulihan kondisi si Kecil, Ibu bisa memberikan asupan bernutrisi yang mengandung Omega 3 & 6, prebiotik PDX:GOS, dan beta glucan. Ketiga kandungan tersebut dapat membantu mengelola gejala infeksi sistem pernapasan pada si Kecil, serta mendukung perlindungan imunitasnya.

Kandungan tersebut dapat ditemukan dalam susu formula anak. Jangan lupa, bila Ibu memberikan susu formula, pastikan kandungan beta glucan, prebiotik PDX:GOS dan Omega 3 & 6 ada didalamnya agar daya tahan tubuh meningkat.

3. Jarang beraktivitas fisik

Kecenderungan si Kecil yang malas beraktivitas fisik bisa mempengaruhi sistem pernapasannya dan kesehatannya secara umum. Ini jadi salah satu risiko penyebab infeksi saluran napas pada si Kecil. Daya tahan tubuh si Kecil bisa menurun ketika ia jarang beraktivitas fisik.

Menurut teori dari Medlineplus.gov, aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan sistem imun untuk melawan virus atau bakteri penyebab penyakit. Selain itu aktivitas fisik dapat mengurangi hormon stres sehingga dapat meningkatkan sistem imun juga.

4. Tidak berjemur

Risiko lain yang jadi penyebab infeksi saluran napas pada si Kecil adalah jarang berjemur. Berada di dalam ruangan yang lembap memungkinkan virus berkembang menjadi penyakit infeksi saluran napas dan alergi. 

Penting untuk mengajak si Kecil berjemur di pagi hari untuk meningkatkan sistem imun tubuhnya. Vitamin D diproduksi di dalam kulit ketika tubuh mendapatkan paparan sinar matahari.

Ketika tubuh mendapatkan cukup vitamin D, daya tahan tubuh si Kecil juga menguat dan mampu melawan infeksi saluran pernapasan, misalnya flu.

5. Tidak menggunakan masker

Kebiasaan jarang menggunakan masker juga menjadi faktor risiko penyebab infeksi saluran napas pada si Kecil. Tidak menggunakan masker dapat mempermudah penularan penyakit saluran pernapasan.

Disebutkan dalam American Academy Pediatrics, partikel padat (aerosol) yang kecil berdiameter kurang dari 10 mikron sangat rentan dihirup. Jika virus menempel pada partikel tersebut dan terbawa arus udara, sangat memungkinkan penularan virus dan bakteri.

Penggunaan masker merupakan upaya untuk mencegah penularan infeksi saluran napas pada semua orang, termasuk anak-anak. Ada baiknya Ibu membiasakan diri dan si Kecil mengenakan masker saat bepergian ke luar rumah, sehingga meminimalkan risiko sakit infeksi saluran napas.

 

Sumber:

Show Me the Science - Why Wash Your Hands? (2019). Retrieved April 7, 2020, from https://www.cdc.gov/handwashing/why-handwashing.html

NHS Choices. (2020). Respiratory tract infections (RTIs). Retrieved April 7, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/respiratory-tract-infection/

Acute Upper Respiratory Infection. (n.d.). Retrieved April 7, 2020, from Healthline website: https://www.healthline.com/health/acute-upper-respiratory-infection#diagnosis

Lower Respiratory Tract Infection | Riley Children’s Health. (2020). Retrieved April 7, 2020, from Rileychildrens.org website: https://www.rileychildrens.org/health-info/lower-respiratory-tract-infection

Rodríguez, L., Cervantes, E., & Ortiz, R. (2011). Malnutrition and Gastrointestinal and Respiratory Infections in Children: A Public Health Problem. International Journal of Environmental Research and Public Health, 8(4), 1174–1205. https://doi.org/10.3390/ijerph8041174

Arundel, A. V., Sterling, E. M., Biggin, J. H., & Sterling, T. D. (1986). Indirect health effects of relative humidity in indoor environments. Environmental Health Perspectives, 65, 351–361. https://doi.org/10.1289/ehp.8665351

Exercise and immunity: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2015). Retrieved April 7, 2020, from Medlineplus.gov website: https://medlineplus.gov/ency/article/007165.htm

Jesenak, M., Urbancikova, I., & Banovcin, P. (2017). Respiratory Tract Infections and the Role of Biologically Active Polysaccharides in Their Management and Prevention. Nutrients, 9(7), 779. https://doi.org/10.3390/nu9070779

Berthon, B., & Wood, L. (2015). Nutrition and Respiratory Health—Feature Review. Nutrients, 7(3), 1618–1643. https://doi.org/10.3390/nu7031618

Wellness Team. (2015, January 15). 8 Vitamins & Minerals You Need for a Healthy Immune System. Retrieved April 7, 2020, from Health Essentials from Cleveland Clinic website: https://health.clevelandclinic.org/eat-these-foods-to-boost-your-immune-system/

Gallagher, G. (2019, September 12). Is Sunbathing Good for You? Benefits, Side Effects, and Precautions. Retrieved April 7, 2020, from Healthline website: https://www.healthline.com/health/sunbathing#What-sunbathing-means

Warren-Gash, C., Fragaszy, E., & Hayward, A. C. (2012). Hand hygiene to reduce community transmission of influenza and acute respiratory tract infection: a systematic review. Influenza and Other Respiratory Viruses, 7(5), 738–749. https://doi.org/10.1111/irv.12015

Sim, S., Moey, K., & Tan, N. (2014). The use of facemasks to prevent respiratory infection: a literature review in the context of the Health Belief Model. Singapore Medical Journal, 55(3). https://doi.org/10.11622/smedj.2014037

H. Cody Meissner. (2014). How are respiratory viruses transmitted? AAP News, 35(1), 1–1. https://doi.org/10.1542/aapnews.2014351-1a

3 Surprising Benefits of Vitamin D. (2013). Retrieved April 7, 2020, from Healthline website: https://www.healthline.com/health/food-nutrition/benefits-vitamin-d