Berenang dengan si Kecil selalu menjadi aktivitas yang menyenangkan. Terlebih lagi, berenang juga dapat melatih kecerdasan motorik dan fisik anak hingga dewasa kelak. Namun, ada dua hal yang tidak boleh Ibu sepelekan saat berenang dengan si Kecil, yaitu keamanan dan kebersihan.

Bagaimana tips berenang yang aman dengan si Kecil? Simak selengkapnya di artikel berikut ini ya, Bu!

Tips aman berenang dengan si Kecil

1. Selalu dampingi si Kecil

Jika si Kecil belum terlalu mahir berenang, sebaiknya Ibu selalu mendampinginya saat berada di dalam kolam renang. Selalu pegangi lengannya sembari mengarahkannya mengayunkan tangan dan kaki untuk melatih gerakan motoriknya. Pantau aktivitasnya saat berenang, jangan sampai ia berada di zona kedalaman yang tidak tepat untuknya.

Selain itu, Ibu juga harus tetap berhati-hati saat si Kecil berada di luar kolam renang sekalipun. Terlebih lagi saat ia berada di tepi kolam renang, dikhawatirkan hal ini bisa membuat si Kecil tercebur dan berisiko tenggelam. Pantau setiap gerakannya. Ibu juga bisa menggunakan pelampung yang sesuai dengan usia si Kecil ya.

2. Lakukan setelah si Kecil makan

Keadaan perut yang kosong saat berenang dapat membuat si Kecil lemas dan mudah dehidrasi. Selain itu, hal ini juga dapat menyebabkan si Kecil mengalami masuk angin. Untuk itu, Ibu wajib menjadwalkan waktu makan terlebih dahulu sebelum si Kecil berenang.. Terlebih lagi, gerakan di dalam air tentu akan membuat perut terasa cepat lapar.

Namun, jangan juga memberikan makanan dengan porsi yang berlebihan ya, Bu. Kondisi perut yang penuh justru dapat menyebabkan kram air. Selain itu, pastikan aktivitas berenang dilakukan setidaknya 30 menit setelah makan. Dikhawatirkan, saat langsung menceburkan diri ke dalam air, si Kecil akan mengalami sesak napas, pusing, hingga pingsan saat berenang.

3. Pilih kolam renang yang bebas kaporit

Ibu sebaiknya menghindari kolam dengan aroma kaporit yang menyengat. Hal ini menandakan kualitas air pada kolam renang tersebut kurang baik. Kaporit yang mengandung klorin digunakan untuk membersihkan kolam renang yang keruh. Jika menempel pada tubuh, gas klorin dapat menyebabkan iritasi khususnya pada bagian kulit, mata, dan telinga. Bakteri-bakteri dalam air kolam renang yang berhasil dijernihkan dengan klorin pun dapat meningkatkan risiko infeksi serta diare pada si Kecil.

Untuk langkah amannya, Ibu bisa lebih selektif memilih kolam renang, ya! Bahkan jika memungkinkan, pilih kolam renang yang menyediakan area khusus untuk anak-anak di bawah lima tahun.

4. Pelajari CPR (Cardiopulmonary Resuscitation)

Meskipun Ibu selalu menjaga si Kecil saat berenang, Ibu juga harus mempelajari bagaimana langkah antisipatif jika suatu hal yang tak diinginkan terjadi.

Salah satu yang direkomendasikan oleh dokter anak saat mengajarkan si Kecil berenang, ialah memahami teknik Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) yang merupakan langkah pertolongan pertama secara medis saat si Kecil tenggelam atau menelan terlalu banyak air.

Teknik CPR merupakan teknik pemberian napas buatan agar si Kecil bisa sesegera mungkin kembali bernapas. Beberapa langkahnya antara lain:

  • Letakkan si Kecil pada tempat yang datar dan keras
  • Tentukan titik kompresi (titik tekan) di bawah garis puting
  • Letakkan satu tangan pada dahi anak untuk membuka jalan napas
  • Gunakan jari telunjuk dan jari tengah untuk memberikan tekanan pada titik kompresi
  • Berikan kompresi sebanyak 30 kali. Lakukan secara perlahan dengan tekanan kedalaman sekitar 4 cm
  • Buka jalan napas dan berikan dua kali tiupan bantuan pada mulut si Kecil. Setiap tiupan napas selama 1 detik, dada harus terlihat terangkat

5. Jaga kebersihan selama dan setelah berenang

Saat berenang di tempat umum, mungkin Ibu tidak bisa mengontrol sepenuhnya tentang kebersihan di kolam renang. Namun, Ibu bisa memberikan perlindungan ekstra agar tubuh si Kecil tetap bersih dan higienis sehingga saat selesai berenang ia tidak terserang penyakit.

Beberapa langkah untuk menjaga kebersihan di antaranya:

  • Gunakan handuk pribadi
  • Gunakan sabun antibakteri untuk bilas saat mandi, seperti Sabun Cair Anti Bakteri Dettol Original untuk membersihkan bakteri yang menempel di tubuh secara menyeluruh
  • Rendam dan bilas baju renang dengan Dettol Cairan Antiseptik untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit melalui bakteri yang menempel pada baju
  • Keringkan badan dengan sempurna untuk mencegah penyakit kulit serta risiko iritasi pada si Kecil

Nah, jadi sekarang sudah bisa lebih tenang ya Bu, untuk berenang bersama si Kecil. Selamat mencoba tips dari kami, Bu!