Anak Ibu sulit makan karena tidak suka dengan jenis makanan tertentu? Kondisi ini tentu saja cukup mengkhawatirkan, karena bisa memengaruhi pertumbuhannya. Nah, mari kita simak cara mudah untuk mengatasi anak picky eater.

Cara-cara mengatasi anak picky eater

 

Banyak perbincangan mengenai penyebab anak sulit makan. Ada studi yang membahas tentang terlambatnya pengenalan akan makanan pendamping ASI sebagai pemicu masalah ini. Ada juga pendapat yang berbicara tentang kekhawatiran anak terhadap makanan baru (food neophobia).

Apa pun kemungkinannya, Ibu dapat mencoba cara sederhana di bawah ini untuk mengatasi dan membantu anak picky eater.

Memperhatikan jadwal makan

Salah satu langkah yang tak boleh dilupakan adalah membuat jadwal makan yang teratur. Jadwal makan teratur yang diikuti dengan disiplin akan menghasilkan siklus lapar dan kenyang yang tepat. Nafsu makan anak pun bisa bertambah.

Untuk jadwal makan, Ibu dapat menerapkan jarak setidaknya tiga jam di antara jam sarapan, makan siang, dan malam. Lantas, apa boleh memberikan makanan selingan di antara jam makan?

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Ibu boleh saja memberikan makanan selingan asal teratur dan tidak berdekatan dengan jam makan yang sudah dibuat. Porsi makanan selingan sebaiknya juga tidak berlebihan.

Kemudian, atur jam makan di bawah 30 menit dan hindari menawarkan camilan apa pun saat makan.

Membuat makan menjadi kegiatan yang menyenangkan

Jangan ada paksaan apa pun saat jam makan. Kadang kala hal ini dapat membuat anak murung dan tidak antusias terhadap jam makan. Intinya, makan harus menjadi kegiatan yang menyenangkan dan pastinya dilakukan bersama-sama.

Cara mengatasi anak picky eater dengan membuat jam makan menjadi momen yang menyenangkan meliputi:

  • Makanan dengan berbagai warna dan bentuk
  • Makanan dalam potongan kecil untuk mendorongnya makan sendiri
  • Melibatkan anak dalam membeli makanan untuknya atau saat menyiapkan makanan di dapur

Akan tetapi, menyenangkan bukan berarti menyamakan atau menjadikan jam makan sebagai waktu bermain. Jangan pula menyalakan televisi atau gangguan lain (mainan, gadget) di sekitar si Kecil. Hindari juga "menyogok" anak dengan makanan lain, seperti menawarkan permen jika ia ingin makan sayur.

Aturan makan yang tepat

Ibu dapat mencoba rekomendasi prosedur pemberian makan untuk anak yang susah makan dari IDAI berikut:

  • Porsi makan yang lebih kecil
  • Mengikuti saran pemberian makan yang ideal sesuai usia anak, umumnya 6-8 kali setiap harinya
  • Memberikan minum di akhir jam makan kecuali makanan membuat tersedak
  • Tidak membujuk atau memaksa saat menyuapi makan, cukup bersikap netral ketika anak menunjukkan perilaku tak ingin makan
  • Membersihkan bekas makanan di sekitar mulut anak hanya ketika selesai makan

Beri edukasi yang sama kepada pengasuh jika orang tua tak bisa selalu makan bersama atau memberi makan di tiap jam makan si Kecil.

Jangan menyerah ketika mengenalkan makanan baru

Ibu, tetap semangat dalam mengatasi anak picky eater, ya. Seperti yang telah disampaikan di awal artikel ini, anak dapat menolak makanan baru. Namun, menurut American Academy of Pediatrics, orang tua atau pengasuh sebaiknya tidak menyerah ketika mengenalkan makanan baru atau jenis makanan yang tidak ia sukai.

Bahkan, jika diperlukan, Ibu dapat mencoba mengenalkan makanan yang mereka hindari hingga 10 sesi makan berbeda.

Akan tetapi, Ibu dapat mencoba tips mudah supaya tak perlu memakan waktu hingga sebanyak itu:

  • Ketika mengenalkan makanan baru, fokus terhadap warna, bentuk, dan tekstur bukan rasanya
  • Mengombinasikan makanan favorit dengan makanan baru

Jadi contoh yang baik

Berdasarkan info para peneliti dari Mayo Clinic, ketika makan bersama, orang tua atau pengasuh harus menjadi contoh yang baik bagi anak. Alasannya karena anak gemar meniru orang-orang terdekatnya. Dengan kata lain, jika ingin anak makan sayur, orang tua juga harus menunjukkan kesukaan makan sayur di depannya.

Tambahan pula, makan bersama tak hanya membuat makan menjadi momen menyenangkan, tetapi juga mendorong ketertarikan anak untuk makan, Bu.

Ketika khawatir muncul, fokus terhadap pertumbuhannya

 

Anak yang sulit makan dapat memicu ketakutan di sisi orang tua. Penyebabnya karena orang tua khawatir anak kekurangan nutrisi, sakit, atau perkembangannya terganggu. Daripada khawatir, Ibu lebih baik fokus terhadap pertumbuhannya.

Ibu dapat berkonsultasi dengan dokter anak terkait tahap-tahap pertumbuhan yang sesuai si Kecil. Setelah mengetahuinya, tetap lakukan langkah mengatasi anak picky eater untuk mendorong nafsu makannya. Namun, singkirkan khawatir berlebihan dengan memperhatikan apakah masalah sulit makan tersebut sungguh membuat anak tidak mencapai tahap-tahap pertumbuhan yang disarankan oleh dokter. Misalnya, berat badannya berada di bawah angka yang direkomendasikan.

Susah makan merupakan bagian dari pertumbuhan anak. Mengatasi susah makan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tetap sabar dalam membimbing anak agar memiliki kebiasaan makan yang baik, ya.

Ayo jadi bagian dari Golden Start Club by Enfa A+ dan dapatkan peluang memperoleh berbagai hadiah menarik seperti sampel gratis, voucher eksklusif, produk promosi, konsultasi dengan pakar dan masih banyak lagi! Segera daftar dan dapatkan informasi selengkapnya melalui tautan ini

 

Referensi:

- 10 tips for parents of picky eaters. (n.d.). HealthyChildren.org. Retrieved August 5, 2020, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/nutrition/Pages/Picky-Eaters.aspx

- Children's nutrition: 10 tips for picky eaters. (2017, July 28). Mayo Clinic. Retrieved August 5, 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/childrens-health/art-20044948

- Food refusal. (n.d.). Child Feeding Guide. Retrieved August 5, 2020, from https://www.childfeedingguide.co.uk/tips/common-feeding-pitfalls/food-refusal/

- Penanganan kesulitan makan (Feeding difficulty) pada si Kecil. (n.d.). IDAI. Retrieved August 5, 2020, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penangan-kesulitan-makan-feeding-difficulty-pada-si-kecil

- Sulit makan pada bayi Dan anak. (n.d.). IDAI. Retrieved August 5, 2020, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/sulit-makan-pada-bayi-dan-anak

- Taylor, C. M., & Emmett, P. M. (2018). Picky eating in children: Causes and consequences. Proceedings of the Nutrition Society, 78(02), 161-169. https://doi.org/10.1017/s0029665118002586

- Toddlers and fussy eating. (2019). Better Health Channel. Retrieved August 5, 2020, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/toddlers-and-fussy-eating