Ibu pasti pernah melihat Si Kecil bermain memperagakan aktivitas orang dewasa sehari-hari. Misalnya, main pukul drum atau main telepon-teleponan. Namun apakah aktivitas itu baik untuk anak dan membantu tumbuh kembang mereka? Simak jawabannya di sini.

Aktivitas untuk meningkatkan tumbuh kembang anak

 

Menghabiskan waktu dengan bermain menjadi cara menyenangkan untuk mengembangkan kemampuan anak. Ada beragam aktivitas untuk meningkatkan kemampuannya yang bisa dilakukan Si Kecil sebelum ia masuk sekolah.

Berikut aktivitas seru yang bisa Ibu lakukan bersama Si Kecil.

1. Magic box

 

Melatih kemampuan: berbahasa dan konsentrasi

Permainan ini melibatkan fokus, imajinasi, kemampuan berhitung, dan berbicara. Magic box mudah dimainkan oleh si Kecil. Caranya:

  • Sediakan kotak tisu dan beragam kain dengan warna berbeda

  • Ikat ujung kain sehingga semua kain berhubungan satu sama lain

  • Ciptakan suasana menyenangkan seperti pertunjukan sulap, agar Si Kecil makin tertarik

  • Tarik kain dari kotak tisu perlahan dan coba tanyakan pada anak, warna apa yang keluar di dalam kotak

  • Ajak anak untuk berhitung ada berapa kain yang keluar di dalam kotak

2. Ajak menata meja makan

 

Melatih kemampuan: kecerdasan otak, kreativitas, dan berbicara.

Pada masa balita, anak suka sekali mengikuti atau mengimitasi gerak-gerik orang dewasa. Kegiatan sederhana seperti menata meja makan juga mampu mendorong tumbuh kembang anak.

Di samping itu, anak juga belajar berpikir, serta menata benda-benda yang ada di sekitarnya. Cara bermain:

  • Ajak anak menata meja sesaat sebelum makan malam

  • Atur tata letak tatakan piring kain, alat makan, piring, gelas, dan lainnya

  • Bersama dengan anak, sebutkan satu per satu alat makan yang tersusun di atas meja

  • Lakukan tebak-tebakan ini setiap kali Ibu dan Si Kecil mengatur posisi perlengkapan makan

3. Tebak makanan

 

Melatih kemampuan: analisis, konsentrasi, dan berbahasa.

Anak-anak selalu suka main tebak-tebakan. Menutup mata sambil menebak makanan yang masuk ke mulutnya, pasti jadi aktivitas yang seru. Menebak rasa penasaran mereka dengan benar dapat membantu melatih konsentrasi dan kemampuan analisisnya, terutama di masa tumbuh kembang anak.

Cara bermain:

  • Ajak anak menyiapkan makanan di meja

  • Sambil bermain, minta anak menutup mata

  • Lalu suapkan beragam makanan atau minuman ke dalam mulutnya

  • Minta ia menebak apa saja makanan yang telah ia coba

  • Tanyakan juga apa makanan yang paling ia suka

Ibu bisa menerapkan metode permainan ini di tiap menu yang berbeda. Pastinya, Si Kecil akan menghadapi tantangan seru dalam menganalisis rasa makanan.

4. Bermain cap tangan

 

Melatih kemampuan: kecerdasan, konsentrasi, kreativitas.

Latihan ini mampu memacu kemampuan anak berimajinasi. Anak juga terlatih mengembangkan kreativitas melalui warna beragam dari kegiatan cap tangan ini.

Cara bermain:

  • Siapkan kertas putih

  • Sediakan palet dengan warna-warni cat akrilik

  • Ajak anak untuk mengusapkan telapk tangannya dengan warna-warni cat, lalu menjejak telapak mereka ke atas kertas putih

  • Aplikasikan cara ini dengan benda berbentuk lainnya, seperti daun, tutup botol, dan lainnya

5. Menyusun balok

 

Melatih kemampuan: kecerdasan, berbahasa, kekuatan otot tangan dan mata, konsentrasi.

Menyusun balok dapat memberikan ruang anak untuk berkreasi dan berimajinasi. Sediakan beragam bentuk balok mulai dari kubus, segitiga, dan lainnya. Ajak ia untuk menyusun berbagai bentuk atas balok-balok yang tersedia. Selebihnya, biarkan mereka berimajinasi.

6. Bermain di kotak pasir

 

Melatih kemampuan: kecerdasan otak, konsentrasi, kreativitas.

Pasir merupakan media bermain anak karena teksturnya yang mudah dibentuk. Permainan ini menstimulasi imajinasi anak dengan mendirikan bangunan atau bentuk sesuai dengan imajinasi mereka.

Kegiatan seru ini dapat dilakukan di pantai, di rumah, atau di taman bermain untuk dukung tumbuh kembang anak.

Cara bermain:

  • Sediakan kotak pasir satu kali satu meter

  • Sediakan sekop, ember, dan kompartemen yang bisa membentuk pasir

  • Bantu anak menggali dan membentuk pasir sesuai dengan keinginan

7. Mengikat tali dan mengancingkan baju

 

Melatih kemampuan: otot tangan dan mata, konsentrasi

Aktivitas ini bisa dilakukan sebelum anak menginjak taman kanak-kanak. Mengikat tali dan mengancingkan baju dapat melatih koordinasi tangan dan mata anak.

Cara bermain mengikat tali:

  • Sediakan kardus yang dilubangi dua sisi kolom, beberapa baris

  • Ambil seutas tali dan ajari anak untuk memasukkan tali

  • Ikuti cara memasukkan tali, seperti menalikan sepatu

  • Lakukan hingga anak bisa memasukkan tali dan mengaitkan tali dengan baik

Cara bermain mengancingkan baju:

  • Pilih pakaian ibu yang memiliki kancing besar

  • Ajak anak melepas kancing satu per satu dan memasangnya kembali

  • Tak perlu terburu-buru, cukup perlahan dan latih anak melakukannya dengan benar

Lakukan kedua kegiatan ini sesering mungkin, untuk melatih konsentrasi dan koordinasi anak.

8. Tebak bola di dalam gelas

 

Melatih kemampuan: memori, observasi, dan konsentrasi.

Tebak bola di dalam gelas amat mudah dilakukan. Kegiatan ini dapat melatih kemampuan observasi Si Kecil. Ia juga dipacu untuk berpikir dan mengingat sebuah hal yang sudah terjadi.

Cara bermain:

  • Siapkan tiga gelas berwarna tegas dan satu buah bola

  • Masukkan bola ke salah satu gelas dengan kondisi terbalik

  • Acak tiga gelas

  • Minta Si Kecil untuk menebak gelas yang mana berisikan bola

Dengan menebak di mana letak bola berada, tentunya meningkatkan kemampuannya dalam mengelola konsentrasi dan daya ingat di masa tumbuh kembang anak.

9. Bermain bayangan

 

Melatih kemampuan: daya lihat, konsentrasi, dan kreativitas

Bermain dengan pencahayaan di tengah kegelapan jadi hal yang menyenangkan. Misalnya, bermain bayangan. Permainan ini juga mendorong tumbuh kembang anak dalam mengasah beragam kemampuannya.

Bermain dengan bayangan melatih anak fokus pada satu objek. Anak akan mengobservasi dan mencoba bermain dengan imajinasi mereka untuk ikut dalam permainan seru ini.

Cara bermain:

  • Matikan lampu ruangan dan gunakan cahaya dari senter yang terarah ke dinding

  • Gunakan tangan Ibu untuk membentuk bayangan seperti kupu-kupu, kelinci, anjing, atau apapun

  • Buatlah cerita yang menarik dari bayangan yang Ibu buat kepada Si Kecil

  • Ajak anak untuk membuat bayangan dan biarkan ia berimajinasi turut andil dalam mengembangkan cerita. Cara ini juga meningkatkan kecerdasan anak.

Cara ini mampu meningkatkan kemampuan ia berbicara, serta membuka kreativitas anak.

10. Membangun rumah dari dus kotak

 

Melatih kemampuan: kecerdasan otak, kreativitas, dan berbahasa.

Membangun mainan dari barang-barang yang tidak terpakai jadi aktivitas menyenangkan bagi keluarga. Anak pastinya juga lebih semangat mengeksplorasi dan menggunakan imajinasi mereka dalam berkreativitas. Terutama dalam membangun rumah dari dus kotak.

Cara bermain:

  • Sediakan beberapa dus kotak bekas menempatkan televisi ataupun kulkas sebagai bahan utama membuat rumah-rumahan

  • Potong beberapa bagian untuk membentuk pintu dan jendela

  • Sesuaikan ukuran agar Si Kecil bisa masuk ke dalam

  • Ajak anak untuk mendekorasi rumah-rumahan, termasuk menghias temboknya berwarna-warni

  • Tata rumah-rumahan dengan barang-barang yang si Kecil inginkan, misalnya ada ruang keluarga, ruang tidur, atau dapur kecil

Permainan ini tak lekang oleh zaman dan tetap seru dimainkan oleh anak-anak. Mereka akan bermain mengikuti aktivitas yang sering dilakukan orang dewasa, misalnya bangun tidur, memasak, makan, menata barang, dan sebagainya. Lakukan permainan ini untuk dorong kreativitas dan tumbuh kembang anak.

Nutrisi MFGM untuk dukung tumbuh kembang anak

 

Melalui aktivitas seru di atas, Ibu bisa mendampingi anak dalam meningkatkan kemampuan sebelum ia mulai belajar di taman kanak-kanak. Selain dengan beragam permainan, dukung tumbuh kembang anak dengan asupan susu yang bantu penuhi asupan nutrisi anak.

Susu dengan kandungan penting, seperti MFGM (Milk Fat Globule Membrane) memberikan manfaat dalam masa belajarnya. MFGM merupakan kandungan yang ditemukan dalam ASI untuk memenuhi asupan nutrisi anak.

Ada beragam manfaat MFGM dalam susu anak:

1. Menstimulasi perkembangan kecerdasan anak

 

MFGM dan DHA membantu memperkuat sel otak anak. DHA (Docosahexaenoic acid) asam lemak omega-3, komponen penting yang dapat ditemukan pada otak dan retina mata.

Berdasarkan penelitian dari jurnal Nutrients mengatakan, anak yang mendapatkan asupan MFGM memiliki skor kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak mendapatkan suplementasi MFGM.

2. Meningkatkan imunitas

 

Protein di dalam MFGM bantu menguatkan sistem imun dalam mencegah infeksi virus dan bakteri. Kandungan ini dapat menguatkan tubuh agar tidak mudah sakit. Tentunya, ketika tubuh anak sehat, ia bisa mengeksplorasi banyak hal

3. Mendukung kemampuan berbahasa dan berbicara

 

Kemampuan berbahasa dan berbicara anak perlu dilatih sejak dalam masa tumbuh kembang. MFGM membantu anak mengasah kedua hal tersebut, sehingga memampukan anak bersosialisasi ke depannya.

4. Mendorong performa fisik anak

 

Asupan MFGM bantu mendorong penguatan otot serta performa fisik anak. Dengan begitu, anak mampu beraktivitas fisik secara aktif.

5. Melatih konsentrasi anak

 

Anak membutuhkan konsentrasi setiap kali ia berkegiatan. Suplementasi MFGM melalui susu membantu konsentrasi anak yang bermanfaat saat ia melakukan kegiatan belajar.

Asupan MFGM dan DHA dalam susu, tentunya memberikan dampak baik bagi tumbuh kembang anak. Agar kegiatan belajar dan eksplorasi anak lancar, pastikan susu yang Ibu pilih mengandung kedua nutrisi utama tersebut.

Ayo jadi bagian dari Golden Start Club by Enfa A+ dan dapatkan peluang memperoleh berbagai hadiah menarik seperti sampel gratis, voucher eksklusif, produk promosi, konsultasi dengan pakar dan masih banyak lagi! Segera daftar dan dapatkan informasi selengkapnya melalui tautan ini

Referensi: 

- Fun and Learning for Parents and Children: An Activities Handbook | ECLKC. (2020). Retrieved 1 August 2020, from https://eclkc.ohs.acf.hhs.gov/parenting/article/fun-learning-parents-children-activities-handbook

- Lerner, C., & Parlakian, R. (2020). Play Activities for 12 to 24 Months. Retrieved 1 August 2020, from https://www.zerotothree.org/resources/167-play-activities-for-12-to-24-months

- Using Toys to Support Infant-Toddler Learning and Development (2020). Retrieved 1 August 2020, from https://educate.bankstreet.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1006&context=faculty-staff

- Development Benefits from Sand Play | Pathways.org. (2019). Retrieved 1 August 2020, from https://pathways.org/sand-play-natures-etch-a-sketch/

- Playing with cardboard boxes: activities for children 2-6 years. (2020). Retrieved 1 August 2020, from https://raisingchildren.net.au/guides/activity-guides/playing-with-cardboard-boxes

- Explaining Dressing Skills (2020). Retrieved 1 August 2020, from https://www.hct.nhs.uk/media/1255/developing-dressing-skills.pdf

- Fine Motor Development Chart - Kid Sense Child Development. (2020). Retrieved 1 August 2020, from https://childdevelopment.com.au/resources/child-development-charts/fine-motor-developmental-chart/

- Veereman-Wauters, G., Staelens, S., Rombaut, R., Dewettinck, K., Deboutte, D., & Brummer, R. et al. (2012). Milk fat globule membrane (INPULSE) enriched formula milk decreases febrile episodes and may improve behavioral regulation in young children. Nutrition, 28(7-8), 749-752. doi: 10.1016/j.nut.2011.10.011

- Mudd, A., Alexander, L., Berding, K., Waworuntu, R., Berg, B., Donovan, S., & Dilger, R. (2016). Dietary Prebiotics, Milk Fat Globule Membrane, and Lactoferrin Affects Structural Neurodevelopment in the Young Piglet. Frontiers In Pediatrics, 4. doi: 10.3389/fped.2016.00004