Si kecil akan mencapai tahap perkembangannya dengan caranya sendiri. Tapi jika Ibu ingin mendukung perkembanganya sambil berinteraksi dan menjalin hubungan dengan si kecil, berikut contoh yang dapat Ibu lakukan.

Perkembangan Kognitif

Tahapan tumbuh kembang:  Menemukan benda yang tersembunyi

Stimulasi: Bersembunyilah di belakang pintu lalu panggil si kecil: “Coba cari Ibu, ya!”. Biarkan si kecil mengikuti arah suara Ibu dan menemukan tempat Ibu bersembunyi (sambil tersenyum atau tertawa kecil). Ulangi panggilan Ibu beberapa kali. Setelah itu, pindah ke ruangan lainnya dan bersembunyilah lagi. Perlahan-lahan, si kecil akan berlari atau merangkak ke arah Ibu.

Mengapa: Bermain petak umpet akan membantu si kecil mempelajari keberaadaan benda.

Langkah selanjutnya: Bergiliran sembuyi. Tutupi muka Ibu dengan selimut dan biarkan si kecil menarik selimut tersebut. Lalu bergantian, tutupi muka si kecil dengan selimut dan tarik selimut tersebut. Ia akan memahami kalau permainan ini bisa dilakukan bergantian.

Tahapan tumbuh kembang: Mengantisipasi kejadian selanjutnya

Stimulasi: Biasakan si kecil untuk mengikuti jadwal aktivitas yang telah Ibu tentukan. Lakukan sesuai dengan urutan waktunya. Khususnya aktivitas di sore sampaimalam hari, seperti mandi,snack time, menggosok gigi, dongeng sebelum tidur, dan jam tidur.

Mengapa: Jadwal harian membantu si kecil memahami waktu. Kemampuan memori yang sudah berkembang membuat si kecil bisa mengingat hal yang ia telah lakukan kemarin dan apa yang akan ia lakukan besok. Keteraturan akan membantu meningkatkan proses berpikirnya dan juga meningkatkan rasa aman si kecil.

Langkah selanjutnya: Selalu tambahkan keterangan waktu saat mengingatkan si kecil, “Setelah ini kita makan siang ya!”, “Setelah tidur siang, kita akan main di taman”. Lakukan hal ini agar ia lebih memahami konsep waktu.

Perkembangan Motorik

Tahapan tumbuh kembangMerangkak

Stimulasi: Letakkan mainan agak jauh dari tempat si kecil duduk sehingga ia harus meraihnya.

Mengapa: Si kecil akan mencoba untuk meraih mainan tersebut. Ia akan berguling, mencoba berdiri, atau merambat di meja dan kursi untuk meraihnya. Pada akhirnya, ia akan belajar cara yang lebih efektif yaitu merangkak.

Langkahs lanjutnya: Letakkan benda yang menarik perhatian si kecil di hadapannya sehingga ia berlatih merangkak, seperti mainan, bantal, atau kotak. Hal ini akan menjadi tantangan bagi si kecil dan kemampuan bergeraknya akan meningkat. Dampingi si kecil ya, Bu agar ia tetap aman.

Tahap tumbuh kembang: Koordinasi gerak tangan

Stimulasi: Berikan mainan yang membutuhkan koordinasi tangan, seperti mainan yang memiliki tombol untuk ditekan, mainan yang bisa diputar, dan mainan dengan tali yang bisa ditarik.

Mengapa: Mainan ini akan memberikan kesempatan si kecil untuk berlatih menggenggam dan melepaskan, melatih menjumput, atau memegang benda.

Langkah selanjutnya: Kenalkan balok mainan kepada si kecil. Awalnya ia mungkin hanya tertarik untuk memukul-mukul balok tersebut, namun pada usia 9-12 bulan ia akan mulai bisa menyusunnya.

Perkembangan Komunikasi

Tahap tumbuh kembang: Meniru kata dengan ocehan

Stimulasi: Coba ulangi sebuah kata ketika si kecil berusaha mengikutinya. Ketika ia berkata “ba-ba” saat Ibu sedang memegang botol, katakan “botol”.

Mengapa: Si kecil sudah mulai paham bahwa setiap benda punya nama sendiri-sendiri dan mulai menghubungkan dengan bunyi bahasa yang ia dengar.

Langkah selanjutntya: Si kecil akan mengatakan “ba-ba” setiap ia melihat botol. Walaupun kata tersebut tidak mirip dengan nama aslinya, tapi si kecil mulai mengasosiasikan kata dengan benda. Koreksi bahasa ocehannya dengan menyebutkan kata yang benar sehingga kemampuan bahasanya akan terasah. Katakan padanya “Botol. Adik mau botol ini?”

Baca Juga : Pelajari lebih lanjut bagaimana tumbuh kembang anak saat ia berusia 0-12 bulan

Perkembangan Sosial

Tahapan tumbuh kembang: Membedakan keluarga dan orang yang tidak dikenal

Stimulasi: Jangan paksa si kecil untuk berinteraksi dengan orang yang belum ia kenal sebelumnya. Biarkan ia beradaptasi dengan caranya sendiri.

Mengapa: Takut dan menjauhi orang yang tidak dikenal wajar terjadi saat si kecil mengembangkan kemampuan sosialnya. Saat si kecil mulai membedakan mana orang yang ia tidak kenal dan mana yang keluarganya, ini adalah tanda bahwa keterikatan dengan Ibu dan keluarga sudah terbentuk.

Langkah selanjutnya: Saat mengenalkan orang baru pada si kecil, misalnya pengasuh yang baru, lakukan dengan perlahan. Sarankan pengasuh barunya untuk tersenyum, berbicara, atau bermain dengan si kecil saat ia duduk di pangkuan Ibu. Saat ia merasa nyaman, si kecil mulai terbuka dan akan mulai berinteraksi dengan pengasuhnya.