beri

Pada usia ini, si kecil akan semakin pintar berkomunikasi dengan Ibu, mengekspresikan perasaan dengan suara dan gerakan tubuh. Selain itu, si kecil akan semakin aktif merangkak ke sana kemari. Tetapi tidak perlu khawatir jika si kecil belum terlalu aktif bergerak. Semakin ia bertambah usia, kecepatan tumbuh kembangnya akan sangat individual, berbeda dengan si kecil lainnya. Terkadang anak akan fokus pada satu kemampuan khusus sebelum ia belajar kemampuan lainnya.

Bangun terus hubungan Ibu dengan si kecil dan selalu berikan nutrisi yang sesuai untuknya. Perpaduan kedua hal ini akan membangun aspek emosi serta perkembangan fisik si kecil.

Inilah perkembangan si kecil pada bulan ke-9 ini.

Perkembangan Kognitif

Dengan semakin berkembangnya ingatan si kecil, ia akan merasa bosan dengan hal yang itu-itu saja dan mulai mencari pengalaman serta stimulasi baru. Inilah saat yang baik untuk mencoba bermain petak umpet dengan menyembunyikan mainannya atau permainan tepuk tangan. Si kecil akan mulai mencari, atau menangis, jika ia belum mendapatkan kembali mainan yang ia jatuhkan atau tidak terliha olehnya. Dalam hal ini, si kecil semakin mengerti konsep objek yang permanen/“object permanence” yaitu keadaan dimana anak mengetahui bahwa orang atau benda itu masih tetap ada meskipun tidak terlihat olehnya.

Perkembangan Motorik

Pada usia sembilan bulan ini, kemampuan si kecil merangkak menjadi fokus yang penting. Walaupun beberapa si kecil mungkin tidak melewati masa merangkak sama sekali, atau hanya melalui fase merangkak sebentar saja, tapi kebanyakan si kecil akan menuju fase dimana mereka banyak bergerak pada usia ini, baik dengan berguling, bergeser, atau bahkan merambat dimana ia berjalan sambil berpegangan pada perabot. Untuk mendorong kemampuannya ini, Ibu bisa ikut merangkak sambil bermain dengan si kecil. Ini akan merangsang perkembangan motorik halusnya. Perhatikan saat si kecil mengambil benda berukuran kecil dengan lebih mudah. Kemampuannya ini akan sangat membantu si kecil untuk makan sendiri, dan ia mungkin sudah bisa memegang botol sendiri dan minum tanpa bantuan Ibu.

Perkembangan Komunikasi

Si kecil belajar kemampuan baru dengan gerakan tubuh seperti menunjuk-nunjuk, tepuk tangan dan lambaian tangan. Misalnya, ketika lapar ia tidak akan menangis, tetapi menunjuk ke  arah kursi tingginya. Si kecil juga semakin sering mengoceh dan mencoba mengucapkan perkataan verbal yang sering didengarnya.

Sering-seringlah menyebutkan nama berbagai benda yang ada di sekitar si kecil seperti, “Ini apel merah”,  dan ceritakan kegiatan Ibu dengan bahasa yang mudah dicerna. Aktivitas sederhana ini akan mengembangkan kemampuan bahasa si kecil. Dengan memperhatikan Ibu berbicara, si kecil akan mengenal konsep komunikasi dua arah, di mana dua orang bicara berbalasan. Perhatikan bagaimana ia mengoceh lalu berhenti untuk memberi kesempatan Ibu menyahut, lalu mulai bicara kembali. Kemampuan bahasa vokal dan konsonannya akan meningkat dan ia mencoba menirukan perkataan Ibu.

Perkembangan Sosial

Pada usia ini, si kecil akan merasa senang melihat Ibu dan orang-orang yang dikenalnya. Ia juga bisa membedakan mana wajah-wajah yang asing dan menjadi tidak nyaman, atau yang disebut dengan stranger anxiety. Ini adalah tahap yang normal sehingga Ibu bisa membantu mengenalkan si kecil kepada wajah baru tersebut, seperti kakek yang jarang ia jumpai atau pengasuh baru, dengan mengobrol dengan mereka sambil menggendong si kecil dan mengajak mereka yang asing bagi si kecil untuk bermain bersama.

Si kecil juga belajar kemampuan baru yang biasanya dimiliki oleh si kecil lain yang lebih besar, seperti melambaikan tangan, berbuat sesuatu yang Ibu tidak suka lalu menunggu reaksi Ibu, atau bertingkah kesal saat Ibu berkata “tidak”. Beri respon pada berbagai reaksi ini, sehingga ia bisa terus mengembangkan kemampuan sosialnya.

   
   
   
   
   

Configure