Demi mendukung tumbuh kembang si kecil yang optimal, Ibu perlu memanfaatkan setiap kesempatan untuk melakukan stimulasi atau rangsangan. Berbagai macam hal dapat dilakukan. Namun pada kesempatan kali ini, simak ulasan mengenai cara menstimulasi penglihatan serta pendengaran bayi.

Mendorong dan merangsang perkembangan penglihatan bayi

 

Selama tahun pertama kehidupan (setelah dilahirkan), bayi akan mengalami pertumbuhan yang pesat. Hal ini mencakup segala aspek, seperti fisik, kognisi, hingga emosi.

Aspek yang juga tak kalah penting adalah perkembangan panca indra. Berdasarkan Michigan State University Extension, terdapat beberapa hal yang perlu Ibu ketahui mengenai penglihatan bayi serta cara untuk mendukung perkembangannya.

Usia 0-4 bulan

 

Sampai usia tiga bulan, bayi belum dapat berfokus pada sebuah objek dengan jarak lebih dari 10-15 cm dari wajahnya. Di usia ini, Ibu dapat melakukan stimulasi dengan cara:

  • Memegang mainan atau stimulan lain dengan jarak 10-15 cm agar ia bisa melatih fokus. Berikan juga waktu istirahat agar tidak merangsang secara berlebihan.

  • Ajak bayi bergerak agar ia bisa melatih penglihatan dengan melihat sekeliling.

  • Hindari memberi makan atau mengatur posisi tidur pada satu arah saja agar ia tidak menjadi kebiasaan menoleh ke arah yang sama setiap saat.

Usia 5-8 bulan

 

Bayi biasanya mulai mengembangkan persepsi, mempelajari warna, dan dapat memindahkan objek dari satu tangan ke tangan lainnya. Seiring dengan bertambahnya kemampuan motorik, bayi juga mulai melatih koordinasi antara mata dan tangan. Selain itu si kecil akan mulai bisa membedakan antara wajah yang dikenali dan yang tidak.

Untuk menstimulasi penglihatan di rentang usia ini, Ibu dapat melakukan beberapa hal ini:

  • Menyediakan mainan kecil seperti teka-teki untuk mendorong kemampuan koordinasi tangan dan mata.

  • Memastikan ia bebas mengeksplorasi agar bisa melihat dan mempelajari lingkungan sekitar tetapi tentunya tetap dalam pengawasan Anda.

  • Menonton video musik atau permainan yang mengikutsertakan visual.

Usia 9-12 bulan

 

Bayi mulai dapat menyelaraskan antara pergerakan tangan dan arah penglihatan. Di masa ini, si kecil pada umumnya juga sudah mulai ingin mencoba untuk memegang makanan sendiri.

Cara merangsang penglihatan di usia ini, di antaranya:

  • Membacakan buku yang berisi gambar untuk memperkenalkan berbagai warna baru, bentuk, dan gambar serta melatih koordinasi mata dan tangan dengan membuka halaman baru.

  • Bermain petak umpet dengan menyembunyikan mainan atau anggota keluarga bersembunyi merupakan salah satu cara yang ternyata baik untuk melatih ingatan visual bayi.

Merangsang pendengaran bayi tidak kalah penting dengan penglihatan

 

Selama masa kehamilan, sebagian besar Ibu merasakan pergerakan bayi apabila mendengar musik atau lagu. Maka tidak heran jika pada bayi baru lahir, indra pendengaran sudah berkembang sepenuhnya.

Dilansir dari The Children’s Hospital of Philadelphia, bayi dengan pendengaran normal akan kaget jika mendengar suara kencang secara tiba-tiba, memperhatikan ketika mendengar suara sang Ibu, dan seketika berhenti bergerak mendengar suara orang berbicara.

Namun, hal tersebut bukan alasan untuk tidak merangsang atau menstimulasi pendengaran bayi. Ibu tetap perlu mendorong perkembangan pendengarannya dengan cara seperti menyanyikan atau memperdengarkan lagu, membacakan buku, hingga berbicara dengan bayi.

Bayi biasanya menyukai suara dengan nada lebih tinggi dari normal dan pada usia enam bulan, ia akan mulai meniru suara yang Anda buat. Tidak ada aliran musik atau jenis lagu tertentu yang dianjurkan untuk diperdengarkan untuk bayi. Hal penting yang perlu diingat adalah bayi perlu diperkenalkan pada ritme yang berbeda.

Dengan kata lain, semakin banyak jenis lagu atau musik yang didengarkan, semakin baik stimulasi yang didapat si kecil. Sama halnya ketika membacakan buku. Coba untuk menggunakan nada atau suara yang berbeda untuk setiap karakter.

Ayo jadi bagian dari Golden Start Club by Enfa A+ dan dapatkan berbagai informasi penting seputar tumbuh kembang anak. Segera daftar dan dapatkan informasi selengkapnya melalui tautan ini.  

 

Referensi: 

- MSU Extension. (2014). Infant vision development: Helping babies see their bright futures! Retrieved September 3, 2020, from https://www.canr.msu.edu/news/infant_vision_development_helping_babies_see_their_bright_futures

- WE C Hope. (2018, June 23). How to Support Sensory Development and Engagement In Babies and Young Children. Retrieved September 3, 2020, from https://wechope.org/child-life/how-to-support-sensory-development-and-engagement-in-babies-and-young-children/

- American Optometric Association. (n.d.). Infant Vision: Birth to 24 Months of Age. Retrieved September 3, 2020, from https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-health-for-life/infant-vision?sso=y

- The Children’s Hospital of Philadelphia. (2014, August 24). Newborn-Senses. Retrieved September 3, 2020, from  https://www.chop.edu/conditions-diseases/newborn-senses