Preschool adalah pendidikan dini sebelum pendidikan TK dan sistem sekolah dasar. Dalam sebutan lainnya, preschool juga dikenal dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tapi, benarkah preschool untuk anak mendatangkan banyak manfaat?

Atau justru, kita bisa melatih si Kecil siap memasuki masa sekolah cukup hanya dari rumah?

Simak ulasan selengkapnya di artikel berikut ini, ya, Bu!

Manfaat preschool untuk anak

1. Memperkenalkannya pada aktivitas fisik

Aktivitas dalam preschool tentu lebih banyak melibatkan permainan interaktif yang juga melatih aktivitas fisiknya. Hal ini sangat baik untuk tumbuh kembang dan eksplorasi geraknya di masa-masa balita.

Berdiri, melompat, berlari hingga berjalan mungkin terdengar sangat sederhana. Namun, bila dikemas dalam kegiatan preschool yang menyenangkan, si Kecil tentu akan lebih nyaman untuk mengeksplorasi setiap aktivitas tersebut.

Aktivitas fisik juga terbukti dapat membantu si Kecil menjadi lebih aktif, serta memiliki struktur tulang yang lebih padat. Selain itu, otot yang dilatih untuk digerakkan setiap hari secara terstruktur pun akan jauh lebih kuat.

Hal ini tentu sangat baik untuk kesehatannya di masa depan, khususnya pada kinerja jantung.

2. Meningkatkan kecerdasan motorik sejak dini

Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dalam bentuk yang beraneka ragam, tentu berpengaruh langsung pada kecerdasan motorik si Kecil. Kecerdasan motorik adalah kecerdasan yang berhubungan dengan gerakan tubuh saat menggunakan otot-ototnya, yang juga berkaitan dengan kemampuan anak untuk melakukan sesuatu.

Dalam meningkatkan kecerdasan motorik, tak hanya melibatkan fisik saja, melainkan juga kolaborasi antara sistem saraf serta kinerja otak si Kecil. Melakukan permainan menyusun balok atau melipat dan menempelkan kertas adalah salah satu contohnya.

3. Meningkatkan mood si Kecil menjadi lebih bahagia

Si Kecil yang aktif tentu memiliki suasana hati yang lebih bahagia. Hal ini disebabkan karena saat tubuh banyak bergerak untuk melakukan sesuatu yang disukai, tubuh secara otomatis akan memproduksi hormon endorfin sebagai penghasil mood baik.

Begitupun yang terjadi saat si Kecil aktif dalam aktivitas preschool sehari-hari. Terlebih lagi, aktivitas preschool juga dikemas dengan sangat menarik dan menyenangkan.

Siapa sangka, jika si Kecil terbiasa dengan hal ini, akan terbangun fondasi yang kuat bagi si Kecil untuk lebih cerdas saat mengelola stres saat dewasa nanti. Selain itu, si Kecil juga akan tumbuh menjadi pribadi yang riang dan ramah.

4. Melatih kepekaan dan tanggung jawab sosial

Kehidupan sosial memang harus diperkenalkan sedini mungkin dengan si Kecil. Preschool dapat menjadi salah satu solusi untuk melatihnya bersosialisasi. Si Kecil akan banyak berinteraksi dengan guru serta teman-temannya, sehingga orang-orang yang ia temui tak hanya sebatas anggota keluarga di rumah saja.

Si Kecil akan terlatih untuk lebih mengenal banyak perasaan, mulai dari rasa peduli, sifat kompetitif, rasa saling menghargai, saling mendukung, dan bertegur sapa. Tak jarang, preschool juga membuat si Kecil dapat memiliki ikatan dengan seseorang tertentu seperti guru ataupun teman dekat. Hal ini bisa membangun fondasi yang baik untuk si Kecil tentang kepercayaan pada orang lain.

5. Meningkatkan ketertarikan si Kecil pada olahraga

Selalu bingung mengajak dan mengajarkan si Kecil berolahraga, Bu? Preschool adalah salah satu jawabannya. Sama seperti sekolah pada umumnya, preschool pun memiliki jadwal tertentu untuk berolahraga. Tentu saja, olahraga yang dilakukan disesuaikan dengan rentang usia anak-anak preschool yaitu 2-4 tahun.

Preschool biasanya akan membantu mengenalkan si Kecil pada beragam jenis olahraga untuk anak. Dengan begitu, minat si Kecil akan terlihat untuk tipe olahraga yang paling ia sukai.

Jika Ibu memiliki waktu senggang, Ibu bisa melakukannya kembali di rumah atau saat akhir pekan bersama si Kecil.

6. Meningkatkan kemampuan mendengar

Saat berinteraksi khususnya dengan guru, si Kecil tentu dituntut untuk bisa mendengarkan dan menjalankan instruksi yang diberikan. Ya, hal ini tentu akan meningkatkan kemampuannya dalam mendengarkan, mencerna serta menganalisa maksud dan tujuan, serta mengimplementasikan sesuatu sesuai dengan arahan.

Hal ini tentu sangat baik untuk masa depannya kelak. Khususnya dalam berkomunikasi di ranah sosial, kemampuan si Kecil tentu tak lagi diragukan karena sudah terlatih sejak dini.

7. Menumbuhkan rasa percaya diri

Berinteraksi secara sosial disertai dengan tugas dan arahan yang ada, membuat si Kecil akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri. Terlebih lagi, pada aktivitas preschool yang mengharuskan si Kecil untuk tampil mempresentasikan hasil tugasnya.

Meski sederhana, namun hal ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada diri si Kecil, lho, Bu. Selain itu, si Kecil juga akan tumbuh menjadi pribadi yang selalu bersyukur, saling menghargai, dan terpacu untuk terus berprestasi hingga dewasa nanti.

Kapan anak bisa masuk preschool?

Jika Ibu tertarik untuk segera memasukkan si Kecil ke preschool, umumnya preschool mulai menerima anak di usia 2,5 tahun. Namun, Ibu tetap bisa menyesuaikannya dengan kemampuan, kebutuhan, serta minat dan bakat si Kecil, ya. Terutama dari segi kesiapan si Kecil untuk bersekolah, karena ini akan berpengaruh besar pada aktivitasnya sehari-hari.

Yang terpenting, kecerdasan dan tumbuh kembang si Kecil selalu berawal dari rumah. Pilihan Ibu, adalah salah satu yang menentukannya.

Wujudkan tumbuh kembang serta kecerdasan si Kecil yang lebih optimal dengan Enfagrow A+ 3. Diperkaya dengan kandungan omega 3 dan omega 6 tertinggi, susu formula ini tentu akan memaksimalkan pertumbuhan fisik serta kecerdasan kognitifnya dari waktu ke waktu.

Bantu si Kecil tumbuh cerdas dan tetap aktif dengan mengonsumsi Enfagrow A+ 3 tiga gelas setiap harinya. Langkah ini juga mampu mengoptimalkan proses penyerapan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya setiap hari.

Siap membantu proses belajar si Kecil, Bu? Dapatkan Enfagrow A+ 3 di sini sekarang!