Sakit perut merupakan hal yang umum terjadi pada semua usia, termasuk anak-anak. Meski demikian, orang tua pasti selalu ingin memastikan si kecil tidak mengalami kondisi yang lebih serius dan segera membantu meredakan sakit perut. Dengan alasan tersebut, Anda sebaiknya mengetahui beberapa fakta mengenai sakit perut pada anak berikut ini.

Mengenal lebih jauh tentang sakit perut pada anak

 

Biasanya sakit perut akan hilang sendiri tanpa membutuhkan penanganan atau pengobatan khusus apalagi bantuan dari dokter. Akan tetapi, terkadang sakit perut dapat menjadi gejala dari suatu kondisi kesehatan, lho.

Seorang dokter spesialis sistem pencernaan dari laman Cleveland Clinic, dr. Deborah Goldman, mengungkapkan berbagai fakta mengenai sakit perut pada anak plus apa yang harus Anda lakukan jika si kecil mengalaminya.

Umumnya disebabkan oleh gastroenteritis

 

Pada kebanyakan kasus, sakit perut yang dialami oleh anak disebabkan oleh gastroenteritis. Gastroenteritis adalah kondisi ketika terjadinya peradangan pada usus dan biasanya disebabkan oleh virus.

Sakit perut karena kondisi ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah 3 hingga 4 hari. Oleh karena gastroenteritis terkadang disertai diare dan bahkan muntah, penting bagi si kecil untuk mendapat asupan cairan yang memadai agar tidak terjadi komplikasi dehidrasi.

Di sisi lain, jika sakit perut berlangsung lebih dari 5 hari dan terdapat bercak darah pada feses atau muntah, segera hubungi dokter. Selain itu, gejala seperti demam, bibir kering, kulit pucat, dan lemah atau lesu bisa jadi pertanda kondisi kesehatan yang lebih serius.

Anak juga dapat mengalami GERD

 

GERD (gastroesophageal reflux disease) memang lebih sering dialami oleh orang dewasa. Padahal, anak-anak pun memiliki risiko untuk mengalami kondisi ini.

GERD adalah kondisi cairan asam dalam lambung terus naik ke esofagus, yaitu rongga penghubungan antara mulut dan lambung. Sakit perut yang diakibatkan oleh GERD akan terasa seperti sensasi terbakar (heartburn).

Apabila anak mengalami GERD, perubahan pada pola makan perlu dilakukan. Si kecil perlu menghindari minuman asam seperti soda, jus jeruk, makanan peda, dan obat-obatan seperti ibuprofen karena dapat mengiritasi perut.

Paling sering disebabkan oleh sembelit

 

Sembelit merupakan kondisi ketika anak kesulitan untuk BAB karena feses yang terlalu keras. Gejala yang muncul akibat sembelit adalah sakit perut.

Untuk mengatasi sembelit, si kecil tidak perlu mengonsumsi obat-obatan tapi cukup dengan menambah asupan serat, misalnya yang berasal dari buah dan sayur.

Perlu diketahui, sembelit juga dapat berbahaya apabila terdapat pendarahan di sekitar rektum atau anus. Selain itu, jika tidak segera diatasi, sembelit dapat menyebabkan kondisi medis lain.

Air putih berperan penting dalam menjaga kesehatan perut

 

Aturan untuk minum minimal delapan gelas sehari bukan hanya mitos belaka. Bahkan, si kecil lebih baik lagi jika bisa minum lebih dari itu.

Menjaga kadar air dalam tubuh sangat penting untuk menjaga fungsi saluran cerna. Seperti yang telah dijelaskan pada poin pertama, asupan cairan juga sangat dibutuhkan ketika anak sakit perut akibat gastroenteritis.

Upayakan setengah dari total cairan yang dikonsumsi anak dalam sehari merupakan air putih. Kurangi minuman manis dan bersoda karena asupan gula berlebih juga dapat merupakan salah satu penyebab sakit perut.

Sakit perut bisa jadi pertanda penyakit serius

 

Sakit perut pada anak biasa terjadi dari waktu ke waktu. Namun orang tua tetap perlu memperhatikan durasi dan gejala lain yang muncul selama anak sakit perut.

Nyeri akut di bagian bawah perut merupakan pertanda dari radang usus buntu dan si kecil perlu segera mendapat pertolongan medis.

Gejala gastroenteritis yang terus berulang juga bisa jadi adalah tanda inflammatory bowel disease (IBD). Intoleransi laktosa juga bisa menyebabkan sakit perut dalam waktu lama dan terus berulang.

Tidak ada salahnya untuk selalu membawa si kecil ke dokter jika Anda merasa ragu atau khawatir dengan sakit perut yang muncul. Dokter dapat memberikan diagnosis yang lebih akurat sekaligus perawatan yang sesuai kondisi anak.

Ayo jadi bagian dari Golden Start Club by Enfa A+ dan dapatkan peluang memperoleh berbagai hadiah menarik seperti sampel gratis, voucher eksklusif, produk promosi, konsultasi dengan pakar dan masih banyak lagi! Segera daftar dan dapatkan informasi selengkapnya melalui tautan ini

Referensi: 

- Health Essentials from Cleveland Clinic. (2016, July 18). Stomachaches: 5 Things Parents Should Know. Retrieved July 29, 2020, from https://health.clevelandclinic.org/stomach-aches-5-things-parents-should-know/

- Cleveland Clinic. (2019). GERD (Chronic Acid Reflux). Retrieved July 29, 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17019-gerd-or-acid-reflux-or-heartburn-overview?_ga=2.27651196.1174222346.1595840524-1150092699.1573551987&_ga=2.27651196.1174222346.1595840524-1150092699.1573551987

- Cleveland Clinic. (2020). Stomach Flu (Gastroenteritis) : Symptoms, Causes & Diagnosis. Retrieved July 29, 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12418-gastroenteritis?_ga=2.34529249.1174222346.1595840524-1150092699.1573551987&_ga=2.34529249.1174222346.1595840524-1150092699.1573551987

- CHOC Children’s. (2013, September 28). Kids and Stomachaches. Retrieved July 29, 2020, from https://www.choc.org/health-topics/kids-stomachaches/