Kehamilan merupakan sebuah pengalaman yang benar-benar baru dan menarik yang mungkin akan menimbulkan banyak pertanyaan bagi Ibu.

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang bisa Ibu tanyakan dan diskusikan kepada dokter kandungan selama sembilan bulan menjelang persalinan

 

1. Obat OTC apa yang aman untuk dikonsumsi?

 

Ibu mungkin memerlukan beberapa jenis obat tanpa resep selama kehamilan, apakah itu untuk meredakan sakit kepala atau sakit maag yang parah. Tapi Ibu harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan yang menangani Ibu untuk memberikan daftar obat-obatan OTC yang direkomendasikan dan aman untuk dikonsumsi selama masa kehamilan. Dr. Kristina Mixer, M.D., OB-GYN dari Spectrum Health United Hospital di Greenville, Amerika Serikat, mengatakan bahwa biasanya dokter kandungan akan merekomendasikan obat-obat seperti di bawah ini:

  • Acetaminophen (Tylenol) untuk sakit kepala atau demam
  • Vitamin B6 & doxylamine (Unisom) atau Diclegis untuk mual atau muntah
  • Chlorpheniramine dan tripelennamine untuk gejala pilek serta alergi
  • Suplemen serat untuk sembelit
  • Saline nasal spray untuk alergi

2. Apakah tidak apa-apa bila merasa kram atau ada bercak darah?

 

Menurut Dr. Kristina Mixer, terjadinya kram atau bercak darah adalah hal yang normal pada trimester pertama, sebagai proses implan telur yang dibuahi dan mulai tumbuh di dalam rahim. Namun jika Ibu mengalami kram atau pendarahan terus-menerus, Ibu harus segera menghubungi dokter kandungan yang menangani Ibu, karena itu bisa menjadi tanda infeksi vagina atau rahim atau sesuatu yang lebih serius seperti kehamilan ektopik.

3. Berapa berat badan janin yang normal saat masa kehamilan?

 

Berat badan janin normal selama kehamilan biasanya ditentukan dengan menggunakan indeks massa tubuh (BMI) pra-kehamilan yang dihitung berdasarkan berat dan tinggi badan. Dokter kandungan Ibu harus memberi Ibu rentang kenaikan pada trimester dan melakukan pemeriksaan setiap kali pertemuan serta memastikan Ibu selalu berada di jalur yang tepat. Tetapi berikut ini Ibu bisa melihat rincian kenaikan berat badan berdasarkan BMI:

  • <18,5: 12 hingga 18 kg
  • 18,5 to 24,9: 11 hingga 16 kg
  • 25,0 to 29,9: 7 hingga 11 kg
  • ≥30: 5 hingga 9 kg

Bila Ibu memiliki anak kembar, maka target kenaikan berat badan kemungkinan akan berubah. Saat ini, Institute of Medicine, Amerika Serikat merekomendasikan kenaikan berat badan untuk Ibu berdasarkan BMI sebagai berikut:

  • 18,5 to 24,9 : 17 hingga 24 kg
  • 26 and 30: 14 hingga 23 kg
  • ≥30: 11 hingga 19 kg

Mereka juga mengatakan bahwa kehamilan setiap orang akan terlihat berbeda dan itu akan memengaruhi penambahan berat badan. Jika Ibu memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk menanyakannya secara detail kepada dokter kandungan yang menangani Ibu agar dapat memastikan Ibu mendapatkan berat badan janin yang sehat.

4. Olahraga apa yang baik selama masa kehamilan?

 

Tetap aktif selama kehamilan akan membuat Ibu dan si Kecil tetap sehat serta dapat membantu untuk mengurangi gejala kehamilan mulai dari retensi air hingga kecemasan. Menurut Dr. Mixer, olahraga yang aman selama masa kehamilan adalah berjalan, berenang, yoga serta latihan kekuatan. Jika Ibu adalah seseorang yang teratur berolahraga tertentu sebelum hamil, kemungkinan Ibu tetap dapat melanjutkan olahraga selama kehamilan, namun Ibu sebaiknya tetap berkonsultasi kepada dokter kandungan terlebih dahulu sebelum melakukan olahraga tersebut.

Secara umum, Ibu harus sedikit ekstra hati-hati, hindarilah latihan yang terlalu berat, seperti angkat beban dan juga yang dapat menyebabkan dehidrasi serta panas berlebih seperti bikram yoga.

5. Vaksinasi seperti apa yang harus didapatkan dan kapan waktunya?

 

Menurut Dr. Mixer ada dua jenis vaksin harus dimiliki selama kehamilan, yaitu:

  • Vaksin Tdap untuk dewasa, vaksin ini direkomendasikan untuk setiap Ibu hamil di trimester ketiga, waktunya antara sekitar minggu ke-27 dan juga ke-36. Itu karena si Kecil yang sangat muda rentan terhadap batuk rejan, yaitu penyakit pernapasan menular yang dapat menyebabkan pneumonia hingga kematian. Si Kecil hanya dapat menerima sendiri dosis vaksin ini pada usia 2 bulan. Dengan mendapatkan vaksinasi selama kehamilan, Ibu berarti membantu untuk memberikan kekebalan pada si Kecil.
  • Vaksin influenza, untuk virus musiman umum dan H1N1, karena sistem kekebalan tubuh Ibu lebih lemah dan sangat rentan terhadap penyakit ini selama kehamilan.

6. Berapa lama Ibu dapat bekerja saat hamil?

 

Semua ini tergantung dari sifat pekerjaan Ibu, jika Ibu memiliki pekerjaan berat yang menggunakan fisik atau jarak yang terlalu jauh sehingga dapat membuat Ibu lelah, maka sebaiknya Ibu mengambil cuti kehamilan untuk menjaga keselamatan Ibu dan juga si Kecil. Konsultasikan apa pekerjaan Ibu kepada dokter kandungan dan jelaskan apa yang Ibu rasakan.

7. Bisakah meninjau rencana kelahiran?

 

Meninjau rencana kelahiran dengan dokter kandungan Ibu sebelum persalinan akan memberikan kesempatan untuk membahas ekspektasi (terutama jika Ibu memiliki kehamilan beresiko tinggi, dimana Ibu mungkin mempunyai lebih banyak pembatasan selama kelahiran agar tetap aman) dan meninjau kekhawatiran yang Ibu rasakan, supaya dokter Ibu dapat memberikan solusi yang terbaik melalui pengalaman yang ia miliki.

8. Apa yang harus Ibu harapkan selama proses persalinan?

 

Proses persalinan sangat bervariasi dan itu tergantung pada tempat dimana Ibu melahirkan, apakah itu di rumah sakit, klinik persalinan atau di rumah. Perawat atau penyedia layanan akan melakukan pemeriksaan serviks secara berkala untuk menentukan dilatasi dan penipisan serviks. Mereka juga dapat merekomendasikan intervensi untuk keselamatan Ibu dan juga si Kecil, termasuk infus, pemantauan janin elektronik, opsi manajemen nyeri (seperti epidural) ketika Ibu benar-benar membutuhkannya. Konsultasikan dengan dokter kandungan Ibu agar dapat merencanakan opsi yang tersedia untuk Ibu agar dapat melalui berbagai tahap persalinan dengan baik.

9. Siapa yang akan melahirkan bayi saya?

 

Siapa yang akhirnya membawa si Kecil ke dunia tergantung pada praktik dokter rumah sakit atau tempat persalinan Ibu. Beberapa tempat memiliki sejumlah dokter kandungan yang siap dipanggil dan Ibu akan mendapatkan siapapun dokter yang tersedia pada saat itu untuk membantu Ibu melahirkan. Atau dalam praktik lain, Ibu akan selalu bersama dokter kandungan yang biasa menangani Ibu sendiri. Jadi pastikan untuk bertanya bagaimana cara kerja dan prosedurnya, apakah dokter kandungan yang biasa menangani Ibu atau dokter lainnya? Ibu sebaiknya menanyakan hal itu secara detail.

10. Apakah kemungkinan Ibu membutuhkan operasi caesar?

 

Ini adalah pertanyaan yang penting untuk ditanyakan kepada dokter kandungan Ibu, terutama jika Ibu mengharapkan kelahiran alami dan jawaban dari dokter kandungan pun beragam. Namun, Dr. Mixer telah mencatat faktor resiko umum untuk bedah caesar, yaitu meliputi:

  • Tingkat obesitas ibu
  • Diabetes gestasional
  • Indikasi makrosomia (si Kecil lebih besar dari berat rata-rata normal)
  • Kehamilan post-term (melewati tanggal jatuh tempo Ibu)
  • Persalinan caesar sebelumnya
  • Usia lanjut (misalkan Ibu berusia 35 tahun atau lebih)

11. Dukungan apa yang bisa Ibu dapatkan jika Ibu ingin menyusui?

 

Menyusui tidak selalu mudah, maka dari itu Ibu bisa bertanya dukungan apa yang bisa Ibu dapatkan ketika proses tersebut terjadi, karena sejumlah praktik mendorong dan mendukung Ibu serta si Kecil dalam proses menyusui, sehingga Ibu dapat melakukan konsultasi mengenai pompa payudara yang sesuai dan hal-hal lainnya.

12. Apa saja yang harus diketahui jika Ibu ingin VBAC?

 

Jika Ibu pernah melahirkan anak sebelumnya melalui bedah caesar, maka Ibu mungkin pernah mendengar bahwa kelahiran normal (VBAC) untuk kehamilan berikutnya sulit untuk dilakukan. Namun Ibu jangan khawatir karena menurut Karen Deighan, M.D., associate professor obstetrics and gynecology, dari Universitas Loyola, di Chicago, Amerika Serikat, menyatakan bahwa 60 hingga 80 persen wanita hamil berhasil melakukan persalinan normal setelah persalinan caesar sebelumnya. Namun, Ibu sebaiknya memastikan bahwa rumah sakit tempat Ibu melahirkan memiliki langkah-langkah untuk VBAC secara aman. Ini termasuk tim obstetri dan anestesi 24 jam di rumah, serta kemampuan untuk melakukan bedah caesar darurat jika diperlukan dengan sangat cepat. Tidak semua orang merupakan kandidat baik untuk VBAC, maka dari itu Ibu wajib untuk melakukan konsultasi dengan dokter kandungan Ibu sebelumnya, apakah VBAC cocok atau tidak untuk Ibu.

13. Bagaimana dengan obat resep yang mungkin Ibu gunakan (seperti antidepresan)?

 

Ini merupakan subjek yang harus Ibu bahas bersama dengan dokter kandungan Ibu. Lalu pastikan bahwa Ibu tidak berhenti minum obat tanpa berbicara dengan dokter terlebih dahulu. Rencana terbaik adalah menemui dokter kandungan yang biasa menangani Ibu sebelum kehamilan untuk meninjau semua kondisi medis dan obat-obatan Ibu saat ini. Setelah itu, barulah Ibu memutuskan apakah masuk akal untuk melanjutkan pengobatan saat ini atau beralih ke obat yang berbeda, atau bahkan mencoba rencana perawatan yang berbeda sama sekali. Itu semua tergantung pada kasus yang Ibu hadapi, Ibu mungkin akan dirujuk ke spesialis kedokteran Ibu dan janin.

14. Apa yang harus diketahui mengenai produk perawatan kulit atau kecantikan selama kehamilan?

 

Itu semua tergantung kondisi dari Ibu, jika rutinitas kecantikan Ibu mencakup produk resep, terutama yang mengandung retinol atau isotretinoin (Accutane) seperti vitamin A atau Retin A, Ibu harus melakukan konsultasi kepada dokter kandungan karena hal ini dapat meningkatkan resiko cacat lahir.

Ibu juga sebaiknya menghindari eksperimen untuk mencoba produk baru, karena kulit Ibu selama masa kehamilan akan lebih sensitif dari biasanya. Salah satu kebiasaan kecantikan yang bisa dipertahankan menurut para ahli adalah mewarnai rambut, namun Ibu harus menunggu melakukannya hingga trimester kedua.

15. Apa saja makanan yang boleh dimakan dan juga dihindari?

 

Makanan yang boleh dimakan oleh Ibu adalah sayuran, buah, protein tanpa lemak yang mengandung gizi tinggi. Ibu harus menghindari ikan mentah atau ikan yang mengandung merkuri tinggi, keju lunak, serta susu dan jus yang tidak dipasteurisasi.

16. Apa saja gejala kehamilan yang normal dan apa saja yang darurat?

 

Jawaban untuk pertanyaan ini dapat bervariasi, itu tergantung pada seberapa jauh kondisi Ibu. Pada trimester pertama, mual dan muntah sesekali adalah normal dan kelelahan ekstrim serta nyeri pada payudara pun sering terjadi, dan pada beberapa wanita hamil juga terdapat sejumlah kecil bercak darah. Namun, jika terjadi pendarahan atau kram yang berlebihan maka Ibu harus segera menghubungi dokter kandungan Ibu.

Pada trimester kedua, Ibu mungkin mulai mengalami tekanan panggul atau peregangan perut bagian bawah. Hal ini normal, tetapi harus dibedakan dari persalinan prematur. Namun, jika Ibu tiba-tiba mengalami tekanan atau nyeri panggul yang parah, pendarahan atau peningkatan keputihan, segera hubungi dokter kandungan Ibu.

Lalu pada trimester ketiga, sangat umum untuk Ibu mengalami kontraksi uterus dan tekanan panggul sesekali, lalu Ibu juga akan merasakan kelelahan. Setelah itu saat Ibu mendekati tanggal jatuh tempo, Ibu harus berhati-hati terhadap tanda-tanda persalinan, yang meliputi kontraksi, ketuban pecah, dan keluarnya darah (hilangnya sumbat lendir Ibu yang seringkali merupakan indikator bagus bahwa persalinan sudah dekat).

Dokter kandungan Ibu harus memberi tahu Ibu mengenai persiapan apa saja yang harus dilakukan sebelum memulai persalinan. Ibu harus selalu menghubungi dokter kandungan jika:

  • Ibu mengalami rasa sakit yang parah
  • Air ketuban pecah, terutama jika cairan tampak kehijauan atau cokelat, ini bisa menjadi tanda bahwa tinja, juga dikenal sebagai meconium, ada di kantong ketuban (ini bisa berbahaya bagi si Kecil jika tercerna)
  • Ibu mengalami pembengkakan tiba-tiba, penglihatan kabur atau sakit kepala parah, yang semuanya bisa menjadi tanda-tanda preeklampsia (serangan mendadak tekanan darah tinggi)

Intinya, Ibu jangan takut dan ragu untuk menghubungi dokter atau praktisi kandungan jika Ibu merasa khawatir terhadap sebuah kondisi yang Ibu alami. Semoga artikel ini dapat berguna bagi Ibu.

 

Source:

https://www.whattoexpect.com/wom/pregnancy/11-crucial-questions-every-woman-needs-to-ask-her-ob-gyn-during-pregnancy.aspx