Keluhan & Tips pada Trimester Ketiga Kehamilan

Dengan bertambahnya tantangan fisik di bulan-bulan terakhir, Ibu harus tetap fokus. Sebentar lagi Ibu akan bisa menggendong bayi Ibu dan menatap matanya yang indah. Ketika saat itu tiba, segala perjuangan selama sembilan ke belakang akan terbayar.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengatasi berbagai keluhan dan gejala pada trimester ketiga masa kehamilan:

Nyeri Punggung

Seiring bertumbuhnya janin dan uterus Ibu, otot pun meregang. Hal ini dapat menyebabkan otot punggung menjadi tegang.

Tips:

Cobalah memijat punggung, dan beristirahatlah. Perhatikan postur tubuh, gunakan sepatu yang nyaman dan lakukan peregangan. Jika harus mengangkat sesuatu, gunakan kaki dan tangan Ibu.

Nyeri Panggul

Sebagai persiapan melahirkan, hormon mengendurkan sendi di sekitar panggul. Hal ini dapat menyebabkan rasa nyeri, biasanya pada salah satu sisi panggul.

Tips:

Tanya pada  dokter tentang latihan fisik untuk memperkuat punggung dan perut bawah. Coba juga kompres dan mandi air hangat.

Kram Kaki

Pelunakan sendi panggul untuk persiapan kelahiran seringkali disertai dengan penyumbatan dan penekanan saraf. Hal ini dapat menyebabkan kram kaki, biasanya pada malam atau pagi hari.

Tips:

Perbanyak bergerak. Coba berjalan santai, regangkan kaki (tanpa menegangkan jari-jari kaki), atau naikkan posisi kaki. Konsultasikan dengan dokter mengenai kaus kaki penyokong atau ikat pinggang elastis untuk ibu hamil.

Nyeri Punggung Bagian Bawah atau Nyeri Kaki/Kesemutan/Mati Rasa/Sciatica

Janin yang terus bertumbuh dalam kandungan dapat menekan saraf sciatic Ibu, yaitu saraf dari punggung bagian bawah hingga kaki, melalui betis. Hal ini dapat menyebabkan sciatica, yaitu kesemutan, mati rasa atau nyeri, yang biasa dikenal dengan sciatica.

Tips:

Gejala akan berkurang ketika bayi berubah posisi. Namun sampai saat itu tiba, cobalah mandi air hangat atau bantal pemanas. Selain itu, tidurlah pada sisi yang berlawanan dari rasa sakit.

Nyeri pada Vagina

Jika Ibu merasakan nyeri tajam di daerah vagina, kemungkinan leher rahim Ibu sudah mulai berdilatasi.

Tips:

Cobalah untuk rileks, Ibu akan segera bertemu dengan si kecil.

Pembengkakan dan Retensi Cairan

Pembengkakan pada pergelangan tangan atau kaki merupakan akibat dari retensi cairan dan peningkatan estrogren. Cairan yang tersimpan membantu peningkatan volume darah dan mengganti cairan yang hilang saat melahirkan.

Tips:

Naikkan posisi kaki, dan gunakan pakaian longgar, serta sepatu yang nyaman. Dengan persetujuan dokter, lakukan olahraga untuk meningkatkan sirkulasi. Minum banyak air dan hindari diuretik–obat-obatan yang menyebabkan tubuh mengeluarkan air dan garam. Mintalah penjelasan lebih lanjut dari dokter.

Heartburn (Panas pada Area Dada)

Heartburn disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan, atau karena bayi dan rahim menekan perut Ibu.

Tips:

Melainkan makan tiga kali sehari, makanlah beberapa kali dengan porsi kecil. Hindari makanan berminyak, makanan dengan bumbu yang kuat, makanan olahan, cokelat, dan minuman berkarbonasi. Cobalah makan dengan santai dan perlahan. Setelah makan, cobalah berjalan-jalan untuk menjaga asam lambung tetap turun.

Sembelit atau Konstipasi

Level hormon yang tinggi memperlambat pergerakan otot perut, dan saat ini bayi memenuhi sistem pencernaan Ibu, sehingga menyebabkan sembelit atau konstipasi.

Tips:

Minum banyak air, dan lakukan olahraga ringan. Konsumsi makanan berserat seperti whole grains.

Hemoroid

Sembelit dapat menyebabkan hemoroid – pembengkakan yang menyakitkan pada pembuluh di sekitar anus, yang seringkali disertai rasa gatal dan berdarah.

Tips:

Konsumsi banyak makanan berserat, minum banyak air, dan berolahragalah untuk membuat tubuh terasa normal. Cobalah untuk tidak mendorong saat buang air besar. Hindari berdiri atau duduk untuk waktu lama. Gunakan kompres dingin, atau coba berendam dalam air hangat dengan campuran baking soda dan tisu toilet tanpa aroma juga dapat meringankan rasa tidak nyaman.

Sering Buang Air Kecil

Semakin besar rahim Ibu, semakin kecil ruang untuk kandung kemih, sehingga Ibu jadi sering buang air kecil. Urin juga bisa keluar ketika Ibu tertawa, batuk atau bersin.

Tips:

Pastikan Ibu membuang air kecil setiap sebelum bepergian. Gunakan panty liners, dan tingkatkan latihan kegel untuk memudahkan kontrol.

Kelelahan

Kemungkinan besar disebabkan oleh habisnya tenaga karena harus membawa beban ekstra, ditambah tidur yang tidak nyenyak karena harus buang air kecil dan masalah lainnya.

Tips:

Cobalah untuk bersantai. Lakukan tidur siang, dan pergilah tidur lebih awal. Jaga pola makan dan banyak minum air. Tingkatkan olahraga jika Ibu memang sudah terbiasa. Dan jangan malu untuk meminta bantuan.

Susah Tidur

Kesulitan tidur bisa jadi disebabkan karena ukuran perut Ibu yang membesar, kecemasan atau kegembiraan, rasa nyeri dan sakit, seringnya buang air kecil, bayi yang terus bergerak di dalam rahim, atau berbagai alas an lainnya

Tips:

Cobalah camilan yang kaya karbohidrat seperti crackers, buah, atau roti dan selai sebelum tirdur. Karbohidrat memicu pelepasan serotonin, yang dapat membantu Ibu tertidur. Cobalah tidur menyamping, dengan kaki ditekuk pada bagian lutut. Gunakan bantal sebagai tumpuan perut, di antara kaki dan punggung.

Sesak Napas

Kemungkinan janin menekan otot di bawah paru-paru, yang menurunkan kapasitas paru-paru Ibu.

Tips:

Jaga punggung tetap lurus dan bahu tetap santai. Olahraga juga dapat membantu, tentunya dengan persetujuan dokter. Kondisi ini akan membaik dengan turunnya janin ke arah panggul.

Perut Gatal dan Stretch Marks

Kulit yang mengendur atau mengencang bisa terasa kering dan gatal. Didukung dengan faktor genetis, hal ini dapat menyebabkan munculnya stretch marks–guratan berwarna merah atau putih di payudara, perut, dan paha bagian atas.

Tips:

Untuk menyembuhkan gatal, coba gunakan pelembab, atau krim anti-gatal dari dokter. Belum ada perawatan terbukti untuk stretch marks, namun biasanya mereka memudar setelah melahirkan.

Spider Veins dan Bercak pada Kulit

Meningkatnya aliran darah menyebabkan munculnya bercak atau guratan-guratan di area wajah, leher, lengan dan kaki. Hal ini biasanya memudar setelah kehamilan.

Tips:

Konsumsi makanan sehat, minum banyak air, cuci muka beberapa kali setiap harinya, dan coba hindari matahari.

Varises

Selain karena faktor keturunan, varises juga dapat disebabkan karena faktor kehamilan seperti kenaikan berat badan, penurunan sirkulasi darah, dan menopang berat bayi di area pinggul.

Tips:

Naikkan kaki sesering mungkin, dan jangan silangkan kaki Ibu. Cobalah berolahraga dan gunakan stocking/pantyhose yang dapat menyokong tubuh Ibu.

PUPPP (Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy)

Merupakan timbulnya bercak/bentol merah yang sangat gatal, biasanya di area perut, lengan dan kaki. Kondisi ini biasanya berifat turunan, dan hanya terjadi pada kehamilan pertama.

Tips:

Mintalah salep anti gatal atau obat lainnya pada dokter. Coba juga gunakan oatmeal atau berendam dalam campuran baking soda.

Jika membutuhkan bantuan, Ibu bisa menghubungi Call Center Enfa A+, chat di 087777700253 atau Live Chat untuk berkonsultasi mengenai berbagai tips saat hamil di trimester ketiga kehamilan.