Kebutuhan nutrisi anak yang tercukupi akan menunjang tumbuh kembangnya dan terhindar dari gizi buruk. Nutrisi yang baik sejak dini juga menjadi fondasi yang kuat untuk kesehatan ketika menua. Selain itu, risiko penyakit berbahaya ketika mereka tumbuh dewasa juga berkurang. Yuk, simak caranya memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil melalui panduan mudah dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Standar nutrisi global untuk anak 1 tahun ke atas

 

Supaya anak tumbuh cerdas dan sehat, kebutuhan nutrisinya wajib terpenuhi. Berdasarkan WHO, kebutuhan nutrisi dapat dipenuhi dengan pola makan yang sehat dan seimbang. Oleh sebab itu, pastikan si Kecil mengonsumsi sedikitnya lima dari delapan jenis makanan di bawah ini untuk tumbuh kembang yang optimal dan memenuhi standar nutrisi global.

Air susu ibu (ASI)

 

Bayi sebaiknya hanya menerima ASI eksklusif dari usia 0-6 bulan. Selanjutnya, orangtua wajib mengenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) karena kebutuhan nutrisi anak tak mampu terpenuhi hanya dengan ASI ketika mereka berusia 6 bulan. Lalu, bagaimana dengan anak berusia di atas 1 tahun?

Anak berusia di atas 1 tahun tetap dapat menerima ASI. Bahkan, WHO menyarankan anak tetap minum ASI hingga berusia 2 tahun.

Makanan pokok (biji-bijian, akar, dan umbi)

 

Kelompok makanan ini mengandung nutrisi karbohidrat sebagai sumber energi terbaik untuk aktivitas harian anak. Di Indonesia, makanan pokok pada umumnya adalah nasi, tetapi dapat berbeda sesuai dengan budaya setiap daerah.

Pilihan makanan pokok lainnya yang dapat dicoba adalah nasi cokelat, roti, dan sereal. Porsi makanan pokok per hari yang disarankan adalah 6 porsi. Satu porsi sama dengan 1/4 atau 1/2 roti dan 4 sendok makan untuk nasi.

Polongan dan kacang-kacangan

 

Selain lezat, polongan dan kacang-kacangan juga merupakan jenis makanan yang sebaiknya ada di piring si Kecil. Pilihan yang mampu menjadi nutrisi sehat nan lezat bagi si Kecil adalah kacang merah, kacang hijau, atau kacang polong. Kelompok ini termasuk dalam sumber protein nabati dengan porsi harian yang disarankan adalah 2 porsi per hari.

Setiap porsi polongan atau kacang-kacangan setara dengan 2 sendok makan.

Daging

 

Jika kacang atau polongan merupakan sumber protein nabati, maka daging merupakan sumber protein hewani. Supaya nutrisi anak terpenuhi, porsi harian yang disarankan adalah 2 porsi per hari. Satu porsi sama dengan 2 buah 1 kubus kecil daging atau 2 sendok makan daging cincang.

Pilihan daging supaya anak terhindar dari gizi buruk dapat meliputi daging ikan, daging ayam tanpa lemak, daging sapi, dan juga hati.

Telur

 

Telur adalah sumber protein yang juga kaya akan vitamin dan mineral lainnya. Dengan begitu, telur ayam dan telur bebek juga merupakan bagian dari gizi bervariasi yang sehat untuk si Kecil. Jika telur menjadi pilihan sumber protein, bantu penuhi kebutuhan nutrisi anak dengan menyajikan 2 porsi per hari.

Satu porsi telur bagi anak berusia 1 tahun ke atas adalah 1/2 potong telur. Untuk anak berusia 4 tahun ke atas, 1 buah telur termasuk dalam 1 porsi per hari.

Buah-buahan dan sayuran

 

Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari berguna untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian. Kesehatan perut anak juga terjaga karena kelompok ini termasuk makanan kaya serat. Penuhi kebutuhan nutrisi anak dengan ragam sayuran lezat meliputi bayam, brokoli, pakcoi, dan labu.

Untuk buah-buahan, pilih buah yang mudah dikonsumsi oleh si Kecil, seperti jeruk, apel, pepaya, dan pisang. Pastikan anak makan buah dan sayur sebanyak 5 porsi setiap hari atau setara 400 g.

Buah dan sayur kaya vitamin A

 

Dari delapan kelompok makanan bervariasi dari WHO, mereka menekankan jenis buah dan sayur sebaiknya juga mengandung vitamin A. Namun, hal ini tak berarti mengesampingkan manfaat vitamin lain. Hanya saja vitamin A pada masa pertumbuhan berguna untuk mendukung laju pertumbuhan anak yang cepat, melawan infeksi, dan meminimalisasi risiko rabun senja.

orang tua dapat membantu memenuhi nutrisi anak ini dengan menyajikan:

  • Selada

  • Tomat

  • Wortel

  • Mangga

  • Semangka

Susu dan olahannya

 

Jenis makanan ini dapat menjadi asupan kalsium harian anak. Kalsium adalah mineral yang memiliki banyak kegunaan bagi anak. Namun, fungsi utama nutrisi adalah membentuk tulang dan gigi yang sehat pada si Kecil.

Porsi harian yang disarankan adalah 2-3 gelas per hari. Satu porsinya sama dengan 1/2 gelas susu atau ikuti saran penyajian pada kemasan susu anak.

Pilihan susu dan olahannya yang mungkin disukai anak adalah yoghurt dan keju. Susu seperti Enfagrow Essential juga mampu membantu kebutuhan nutrisi si Kecil agar menjadi pribadi yang tanggap, tangkas, dan tangguh menjalani hari-harinya karena telah diperkuat kalsium, asam lemak esensial, dan ragam jenis vitamin dan mineral lainnya.

Jangan lupakan hal utama ini, Bu!

 

Singkat kata, anak sebaiknya mengonsumsi lima dari delapan kelompok makanan di atas setiap harinya agar asupan nutrisi tercukupi dan terhindar dari gizi buruk. Tak lupa untuk mengikuti pola makan yang sehat dalam menentukan jenis makanan yang ingin dikonsumsi setiap harinya, yaitu:

  • Bervariasi, seperti makanan pokok, sayur dan buah, sumber protein hewani dan nabati, serta susu

  • Bergizi seimbang, seperti makan sayur dan buah, tidak hanya mengonsumsi makanan pokok dan tiga sumber protein, seperti daging, telur, dan kacang-kacangan karena tidak memiliki gizi yang seimbang

  • Perhatikan banyaknya lemak dan minyak yang dikonsumsi

  • Perhatikan kadar garam dan gula pada makanan

Selain itu, porsi harian dapat berbeda-beda pada setiap anak. Silakan konsultasi dengan dokter terkait porsi yang tepat untuk si Kecil.

 

Referensi

- The 5 food groups: Sample choices. (n.d.). HealthyChildren.org. Retrieved September 28, 2020, from https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/The-5-Food-Groups-Sample-Choices.aspx

- 5 keys to a healthy diet. (n.d.). World Health Organization. Retrieved September 28, 2020, from https://www.who.int/nutrition/topics/5keys_healthydiet/en/

- Children's diet. (n.d.). WHO | World Health Organization. Retrieved September 28, 2020, from https://www.who.int/dietphysicalactivity/childhood_diet/en/

- Healthy diet. (2020, April 29). World Health Organization. Retrieved September 28, 2020, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet

- Making sure your child is eating enough. (n.d.). HealthyChildren.org. Retrieved September 28, 2020, from https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Making-Sure-Your-Child-is-Eating-Enough.aspx

- Nutrition landscape information system: Help content. (n.d.). World Health Organization. Retrieved September 28, 2020, from https://apps.who.int/nutrition/landscape/help.aspx?menu=0&helpid=394&lang=EN

- Portions and serving sizes. (n.d.). HealthyChildren.org. Retrieved September 28, 2020, from https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Portions-and-Serving-Sizes.aspx

- Serving sizes for toddlers. (n.d.). HealthyChildren.org. Retrieved September 28, 2020, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/nutrition/Pages/Serving-Sizes-for-Toddlers.aspx

- Vitamin A in fruits & vegetables. (2007, January 23). Have A Plant. Retrieved September 28, 2020, from https://fruitsandveggies.org/stories/best-of-vitamin-a/

- Vitamin A supplementation in infants and children 6–59 months of age. (n.d.). World Health Organization. Retrieved September 28, 2020, from https://www.who.int/elena/titles/vitamina_children/en/