Proses persalinan pada setiap wanita tidak selalu sama. Namun, umumnya persalinan dibagi menjadi beberapa tahap, yakni pembukaan leher rahim, melahirkan bayi, dan pengeluaran plasenta. Pembukaan persalinan alias pembukaan leher rahim terdiri dari tiga tahap yang menandakan kesiapan ibu melahirkan secara normal. Yuk, simak tiga tahap dan jenis-jenis pembukaan leher rahim yang termasuk fase awal dalam proses melahirkan si Kecil.

Apa itu pembukaan persalinan?

 

Leher rahim harus terbuka agar bayi bisa melewatinya dalam proses melahirkan secara normal. Proses ini dapat berjalan beberapa hari atau minggu sebelum melahirkan dan tanpa ada kontraksi. Proses ini akan diawasi oleh dokter mengingat Ibu kemungkinan tidak merasakan apa pun atau hanya kontraksi ringan pada tahap awal pembukaan.

Mengutip Winchester Hospital, pembukaan leher rahim dapat diukur dengan seberapa besar leher rahim telah terbuka dalam satuan sentimeter. Singkatnya, pembukaan persalinan merupakan proses agar bayi dapat berada di jalan keluar alami sebelum proses melahirkan.

Fase awal pembukaan leher rahim

 

Di fase awal alias laten, leher rahim akan terbuka hingga tiga sentimeter. Ibu mungkin masih akan menghabiskan waktu di rumah saat tiba di fase ini. Di tahap ini, Ibu dapat melakukan aktivitas seperti biasa. Usahakan agar tetap santai, minum banyak air putih, makan secukupnya, dan mencatat berapa kali kontraksi yang dirasakan walaupun bersifat ringan.

Menurut Mayo Clinic, fase awal dapat berlangsung selama beberapa jam, bahkan beberapa hari dan bisa lebih cepat apabila sudah pernah melahirkan sebelumnya. Ketika kontraksi yang dirasakan makin sering terjadi, lebih kuat, berlangsung lama bahkan membuat Anda tidak bisa berbicara saat kontraksi, hal-hal tersebut dapat menjadi pertanda bahwa fase pembukaan persalinan mulai beranjak ke fase berikutnya.

Dokter dapat memberikan instruksi kapan Ibu harus ke pergi rumah sakit atau tempat persalinan. Akan tetapi, segera hubungi dokter Anda jika pecah ketuban atau ada perdarahan berjumlah banyak yang keluar dari vagina.

Fase aktif pembukaan persalinan

 

Fase aktif merupakan tahap saat ibu hamil umumnya telah berada di rumah sakit. Setelah leher rahim telah terbuka mencapai empat sentimeter, fase pembukaan leher rahim berpindah menjadi fase aktif.

Di fase ini, leher rahim akan terbuka antara empat hingga tujuh sentimeter, seperti dijelaskan oleh American Pregnancy Association. Ibu akan merasakan kontraksi yang lebih kuat di fase ini. Jangan khawatir, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu melewati tahap ini:

  • Sering mengubah posisi

  • Jalan kaki ringan

  • Mandi air hangat

  • Mempraktikkan teknik pernapasan untuk melewati kontraksi

  • Meminta anggota keluarga yang menemani untuk memijat perlahan anggota tubuh, seperti punggung bawah

Intinya, Ibu harus mengusahakan diri dan pikiran untuk tetap rileks dalam melewati kontraksi yang semakin lama semakin sering terjadi. Hal-hal yang dilakukan agar tetap rileks dapat membantu Ibu melewati fase aktif yang umumnya berlangsung 3 sampai 5 jam atau lebih.

Fase transisi pembukaan leher rahim

 

Fase transisi pembukaan persalinan ditandai dengan ukuran leher rahim yang telah melebar antara tujuh hingga sepuluh sentimeter. Kontraksi yang menimbulkan ketidaknyamanan hebat sangat umum terjadi di tahap ini.

Bagi banyak wanita hamil, ini merupakan fase paling berat yang harus dilalui di proses melahirkan si Kecil. Kontraksi dapat timbul setiap 30 detik hingga tiga menit dengan lama kontraksi sekitar 60 sampai 90 detik di setiap kemunculannya. Namun, fase ini juga merupakan fase tercepat di antara dua fase pembukaan leher rahim sebelumnya. Fase transisi umumnya berlangsung selama 30 hingga 120 menit.

Di fase ini, Ibu mungkin akan merasa frustasi, mudah marah, serta ada tekanan di punggung bawah. Beberapa Ibu mungkin merasakan keinginan untuk mengejan untuk melahirkan. Namun, tim dokter akan meminta Ibu untuk tidak mengejan sampai leher rahim sudah terbuka sepenuhnya.

Ya, di fase ini, pembukaan leher rahim akan mencapai tingkatan terakhir ketika leher rahim telah terbuka setidaknya sepuluh sentimeter. Setelah leher rahim terbuka selebar itu dan Ibu siap untuk mengejan, fase awal persalinan pun akan berpindah dari pembukaan persalinan ke proses melahirkan bayi itu sendiri.

Secara garis besar, di tahap melahirkan bayi akan membutuhkan waktu beberapa menit hingga jam. Setelah proses melahirkan bayi selesai, Ibu akan memasuki tahap akhir proses persalinan, yakni pengeluaran plasenta. Pengeluaran ari-ari ini akan memakan waktu hingga satu jam lamanya. Apabila semuanya telah selesai, waktunya Ibu untuk bersukacita karena telah melewati perjuangan besar untuk melahirkan si Kecil.

Ayo jadi bagian dari Golden Start Club by Enfa A+ dan dapatkan peluang memperoleh berbagai hadiah menarik seperti sampel gratis, voucher eksklusif, produk promosi, konsultasi dengan pakar dan masih banyak lagi! Segera daftar dan dapatkan informasi selengkapnya melalui tautan ini.

Referensi: 

- The four stages of labor | Kaiser Permanente Washington. (n.d.). Kaiser Permanente Washington. Retrieved July 21, 2020, from https://wa.kaiserpermanente.org/healthAndWellness/index.jhtml?item=%2Fcommon%2FhealthAndWellness%2Fpregnancy%2Fbirth%2FlaborStages.html

- The signs and stages of labor. (n.d.). Winchester Hospital. Retrieved July 21, 2020, from https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=101232

- Stages of labor and birth: Baby, it's time! (2020, February 6). Mayo Clinic. Retrieved July 21, 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/stages-of-labor/art-20046545

- Stages of labor. (2002, October 4). Allina Health. https://www.allinahealth.org/health-conditions-and-treatments/health-library/patient-education/beginnings/giving-birth/stages-of-labor

- Stages of labor: Early labor, active labor & transition stage. (2020, May 28). American Pregnancy Association. Retrieved July 21, 2020, from https://americanpregnancy.org/labor-and-birth/what-is-the-first-stage-of-labor/