Pada umumnya, kejadian bayi yang muntah bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Muntah merupakan proses ketika sebagian atau seluruh isi lambung kembali naik atau keluar melalui mulut. Meski demikian, wajar bila orang tua ingin selalu tahu penyebabnya. Agar tidak merasa khawatir, Anda dapat membaca tentang muntah pada bayi di bawah ini.

Muntah atau gumoh?

 

Meski terlihat seperti muntah, gumoh merupakan hal yang berbeda dan tidak bisa disamakan. Gumoh biasanya terjadi setelah si kecil minum susu atau makan dan hal ini merupakan hal yang umum terjadi.

Menurut University of Rochester Medical Center, gumoh disebabkan oleh sfingter (otot halus berbentuk cincin yang berfungsi mengontraksikan atau menutup suatu lubang) dalam mulut di antara lambung dan esofagus belum tumbuh sempurna. Otot ini akan lebih kuat seiring dengan bertambahnya usia.

Selain itu, gumoh dapat disebabkan oleh terlalu banyaknya udara yang masuk ketika makan atau menyusui. Untuk mengatasi gumoh, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan seperti yang dilansir dari laman daring familydoctor.org berikut ini:

  • Memposisikan si kecil pada posisi tegak atau nyaman

  • Setelah menyusui, pastikan si kecil untuk bersendawa dengan memegang ia untuk berdiri dan menghindari untuk langsung kembali tidur.

  • Hindari terlalu berlebihan ketika memberi makan atau menyusui

Gumoh juga biasanya mengeluarkan isi perut dalam volume yang cenderung sedikit. Anda tidak perlu khawatir ketika mendapati si kecil mengalami gumoh.

Penyebab muntah pada bayi

 

Muntah pada bayi merupakan hal yang normal terjadi dan seringkali hanya berlangsung dalam satu atau dua hari. Hal ini bukan merupakan pertanda dari kondisi kesehatan yang serius.

Namun, muntah pada bayi dapat berbahaya jika terjadi terlalu sering atau tidak menunjukkan tanda akan berhenti. Untuk itu, berikut perbedaan antara muntah yang masih tergolong normal dan yang perlu perhatian khusus hingga penanganan dokter.

Muntah yang normal

 

Muntah yang normal seringkali disebabkan karena gastroenteritis. Kondisi ini terjadi ketika terdapat bakteri atau virus dalam usus si kecil. Tak hanya muntah, gastroenteritis juga dapat menyebabkan diare pada anak.

Sekali lagi, karena hal ini termasuk cukup normal, Anda tidak perlu terlalu khawatir karena gejala muntah biasanya akan mereda dalam beberapa hari.

Untuk memastikan muntah pada bayi tidak berbahaya, Anda juga dapat memperhatikan beberapa hal seperti:

  • Tidak ada demam

  • Masih mau makan dan minum

  • Masih aktif bergerak dan tidak rewel

  • Muntah mereda dalam 6-24 jam

  • Tidak terdapat darah dan cairan empedu (cairan berwarna kehijauan) pada muntah anak

Muntah bayi yang perlu diwaspadai dan memerlukan tindakan

 

Meski sebagian besar muntah tidak berbahaya, terdapat beberapa pengecualian yang perlu Anda ketahui. Muntah yang terlihat terpaksa disertai volume yang banyak dapat menjadi pertanda adanya masalah kesehatan.

Pada bayi yang minum susu formula, muntah dapat terjadi akibat jumlah yang dikonsumsi terlalu banyak atau kondisi serius seperti intoleransi laktosa.

Terkadang muntah juga dapat disebabkan karena terjadi infeksi dan merupakan gejala dari penyakit seperti infeksi pencernaan, infeksi saluran urin, atau meningitis.

Apabila muntah terus berlangsung dan tak kunjung mereda dalam 12 jam pertama, perhatikan tanda-tanda atau gejala dehidrasi. Segera hubungi dokter apabila hal ini terjadi. Anda juga perlu mempertimbangkan untuk mendapat bantuan tenaga medis apabila:

  • Muntah berwarna hijau dan disertai darah

  • Si kecil terlihat lesu dan lemah

  • Menolak atau sulit untuk diberikan makan

  • Muntah dan diare secara bersamaan

Muntah pada umumnya bukan merupakan pertanda serius, apalagi jika keluarnya isi lambung hanya akibat gumoh. Meski demikian, agar Ibu tetap waspada dan berhati-hati serta tidak panik, kemungkinan lain dari muntah yang dialami bayi tetap perlu diketahui.

Jika tidak ingin mengambil risiko atau merasa ragu, selalu dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter kapan pun agar mendapat diagnosis yang tepat dan akurat.

Ayo jadi bagian dari Golden Start Club by Enfa A+ dan dapatkan berbagai informasi penting seputar tumbuh kembang anak. Segera daftar dan dapatkan informasi selengkapnya melalui tautan ini

Referensi: 

- University of Rochester Medical Center. (n.d.). Gastrointestinal Problems - Health Encyclopedia. Retrieved July 28, 2020, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=90&ContentID=P02216

- Nhs Inform. (2020). Vomiting in children and babies. Retrieved July 28, 2020, from https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/vomiting-in-children-and-babies#:~:text=Causes%20of%20vomiting%20in%20babies&text=a%20food%20allergy%20or%20milk

- American Academy of Family Physicians - Familydoctor.org. (2020). Spitting Up in Babies. Retrieved July 28, 2020, from https://familydoctor.org/spitting-up-in-babies/#:~:text=Spitting%20up%20is%20common%20for

- Nhs Inform. (2019). Gastroenteritis. Retrieved July 29, 2020, from https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/gastroenteritis

- Department of Health & Human Services. (n.d.). Children and vomiting. Retrieved July 28, 2020, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/children-and-vomiting