Memasuki usia tiga tahun, si Kecil mulai memilih-milih makanan? Atau.. mulai sulit makan karena nafsu makannya menurun?

Bagaimanapun juga, si Kecil tetap harus menerima asupan nutrisi sesuai dengan kebutuhan seusianya. Nutrisi ini sangat berperan penting dalam tumbuh kembangnya baik secara fisik, mental, hingga kecerdasannya kelak.

Ibu mungkin mulai panik dan khawatir saat si Kecil mulai susah makan. Lakukan kelima tips ini agar si Kecil tetap makan sesuai dengan anjuran kesehatan, ya!

1. Pahami preferensi makanan si Kecil

Saat si Kecil mulai banyak mengenal tekstur, rasa dan jenis makanan, adalah hal yang sangat wajar apabila si Kecil mulai memilah-milah mana yang ia sukai dan mana yang tidak. Ibu tak perlu panik, karena hampir semua balita mengalami hal ini.

Satu-satunya cara ialah memahami serta menganalisa apa saja makanan kesukaannya sebagai langkah awal Ibu dapat mengkreasikan makanan yang sehat, bergizi, dan disukai oleh si Kecil.

2. Tetap memperkenalkan makanan sehat

Bukan dengan memaksakan, melainkan dengan memberikan si Kecil pemahaman bagaimana sistem tubuh bisa bekerja dengan vitamin dan nutrisi yang didapatkan dari makanan.

Ibu bisa membelikan buku interaktif tentang makanan bergizi, atau mengajak si Kecil menonton video interaktif tentang pentingnya nutrisi untuk kesehatan badan.

Di samping itu, Ibu tetap memperkenalkan makanan-makanan bergizi khususnya buah dan sayur. Memang sebagai Ibu, kita dituntut untuk kreatif dan selalu mencari cara memperkenalkan hal ini kepada si Kecil, ya, Bu!

3. Kreasikan nutrisi yang "tersembunyi"

Jangan dulu frustasi jika si Kecil selalu menolak berbagai jenis sayur-sayuran. Ibu bisa mengolahnya menjadi makanan atau cemilan yang si Kecil sukai.

Rajang sayur-sayuran sehalus mungkin sampai bentuknya tidak lagi terlihat. Dijamin, si Kecil akan tetap melahap makanan kesukaannya dengan nutrisi "rahasia" yang Ibu masukkan di dalamnya!

4. Atur jadwal makan dengan disiplin

Meski anak sulit makan, Ibu tetap perlu membiasakan si Kecil untuk makan sesuai dengan waktunya. Tak peduli seberapa banyak makanan yang ia ambil, yang terpenting tetap hidangkan makanan untuk si Kecil dan biarkan ia makan sesuai dengan seleranya.

Mendisiplinkan jadwal makan juga akan melatih si Kecil memiliki rasa lapar sesuai dengan waktunya.

Adapun jadwal makan untuk anak usia balita, antara lain adalah sebagai berikut:

  • Sarapan. Berkisar antara pukul 07.00 - 08.00 pagi
  • Camilan menjelang siang. Berkisar antara pukul 09.30 - 10.30
  • Makan siang. Berkisar antara pukul 11.45 - 13.00
  • Camilan sore. Berkisar antara pukul 15.00 - 16.30
  • Makan malam. Berkisar mulai dari pukul 18.00 - 19.00
  • Camilan sebelum tidur. Berkisar antara pukul 20.00 - 21.00. Sesi ini bisa dilewati jika si Kecil sudah tidur. Namun, di sesi ini juga Ibu bisa memberikan opsi minum susu hangat sebelum tidur.

5. Ketahui pantangan makanan untuk balita

Meski kita harus mengikuti selera makan si Kecil, tapi bukan berarti Ibu memberikan segala jenis makanan yang justru menjadi pantangan untuk balita.

Pantangan makanan ini boleh saja dikonsumsi namun hanya sesekali, dan tidak boleh dikonsumsi setiap hari. Jika pantangan-pantangan ini dikonsumsi secara berlebihan, dikhawatirkan akan mengganggu sistem tubuh si Kecil secara berkelanjutan.

Adapun pantangan makanan untuk balita, di antaranya:

- Makanan tinggi gula

Permen, cokelat, es krim dan soda adalah beberapa contohnya. Gula memang dibutuhkan untuk daya tahan tubuh si Kecil, namun jika terlalu banyak juga bisa memicu obesitas atau berat badan berlebih.

Pastikan juga setiap makanan manis yang dikonsumsi si Kecil mengandung pemanis alami ya, Bu, bukan pemanis buatan.

- Makanan tinggi lemak jenuh

Gorengan yang digoreng dengan minyak berulang adalah salah satu contohnya. Pada dasarnya, si Kecil tetap boleh mengonsumsi makanan yang digoreng. Hanya saja, pastikan minyaknya masih bersih (tidak berwarna hitam karena pemakaian berulang). Lemak jenuh dari minyak kotor bisa menyebabkan kolesterol tinggi.

- Junk food atau makanan siap saji

Mungkin si Kecil selalu menyukai hal ini? Untuk itu, penting untuk tidak membiasakan si Kecil makan junk food.

Jenis makanan junk food tentu saja membuat gizi yang masuk ke dalam tubuh si Kecil menjadi tidak seimbang, sebab junk food tidak mengandung serat, vitamin dan mineral yang cukup. Selain itu, junk food sangat tinggi garam, sehingga berisiko menyebabkan risiko obesitas dan darah tinggi sejak dini.

6. Tetap perhatikan gizi seimbang

Meski si Kecil terlihat sangat sulit menyukai makanan, namun usia balita justru merupakan saat terbaik untuk membiasakan pola makan sehat untuk si Kecil.

Apa pun bentuk dan jenis makanan yang dilahapnya, pastikan Ibu selalu memperhatikan gizi seimbang melalui pola 4 sehat 5 sempurna, dengan sumber nutrisi:

- Protein

Protein sangat penting untuk membangun jaringan dan sel-sel tubuh. Selain itu, protein juga dapat mendukung sistem kekebalan tubuh si Kecil lebih baik.

Sumber protein terdapat dua jenis, yaitu nabati dan hewani. Daging, ayam, ikan, telur, seafood, dan kacang-kacangan adalah contohnya.

- Karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh. Saat si Kecil sedang dalam masa pertumbuhan, karbohidrat tidak boleh ditinggalkan. Pastikan Ibu memberikan karbohidrat untuk si Kecil dalam jumlah yang cukup sesuai dengan takaran makan anak-anak seusianya.

Namun, terlalu banyak karbohidrat juga membuat si Kecil rentan dengan risiko diabetes serta obesitas. Untuk itu, selalu konsultasikan ini ke dokter anak berkaitan dengan berat badan si Kecil ya, Bu.

- Lemak

Lemak baik berfungsi untuk membantu penyerapan vitamin dan nutrisi dari asupan makanan lainnya. Selain itu, lemak juga berfungsi mengatur suhu tubuh serta sumber energi.

Lemak bisa Ibu dapatkan melalui ikan, alpukat, serta kacang-kacangan.

- Serat

Serat berfungsi untuk melancarkan sistem pencernaan dan membuat gula darah menjadi stabil. Serat juga dinilai efektif untuk mengurangi sembelit.

Serat banyak ditemukan dalam sayur dan buah. Pastikan Ibu memasukkan sayur dan buah pada menu si Kecil setiap hari, ya!

- Susu

Meski kehadirannya sebagai pelengkap, susu merupakan asupan wajib bagi si Kecil untuk dikonsumsi setiap hari. Umumnya susu akan memberikan kalsium, zat besi, serta vitamin kompleks lainnya untuk pertumbuhan tulang dan otot, sel saraf, serta kecerdasan otak anak.

Pilih susu dengan kandungan gizi yang lengkap dan tinggi, serta sesuai dengan usianya. Seperti halnya Enfagrow A+ 3 yang juga dilengkapi dengan omega 3 dan omega 6 tertinggi!

Usahakan, apapun yang dikonsumsi si Kecil selalu mengandung kelima zat di atas. Terutama susu, jangan sampai dilupakan ya, Bu! Efektivitas susu sebagai pelengkap gizi si Kecil tidak bisa diabaikan. Sebab, susu yang tinggi kalsium, vitamin, dan zat besi justru akan membantu tumbuh kembang si Kecil menjadi lebih optimal.

Yuk, bantu si Kecil tumbuh cerdas dengan menyajikan Enfagrow A+ 3 setiap harinya! Waktu terbaik yang bisa Ibu pilih untuk jadwal minum susu si Kecil, adalah di pagi hari saat sarapan serta malam hari sebelum tidur.

Selamat mencoba ya, Bu!