8 Pertolongan Pertama pada si Kecil yang Wajib Ibu Ketahui

Menjadi orang tua baru, artinya hidup penuh dengan tantangan baru! Termasuk diantaranya memahami pertolongan pertama pada bayi saat hal yang tidak diprediksi terjadi.

Bagaimanapun Ibu menjaganya, pasti ada saja momen yang membuat Ibu harus sigap memberikan pertolongan yang tepat. Jika sampai salah, dikhawatirkan bisa membuat keadaan semakin parah.

Agar Ibu bisa memahaminya, simak tips Dettol di artikel berikut ini, ya!

Pertolongan pertama pada si Kecil

 

1. Apa yang harus saya lakukan saat si Kecil tersedak?

 

Jika si Kecil tersedak karena sesuatu hal masuk ke dalam tenggorokannya, misalnya makanan, arahkan kepala si Kecil membelakangi Ibu dengan wajah menghadap ke bawah. Usap dan tepuk pundaknya secara perlahan untuk membantu memindahkan penyumbatan. Namun, jika si Kecil tersedak karena batuk atau menangis terlalu keras sehingga membuat nafasnya terasa sesak, pastikan si Kecil ada dalam posisi duduk atau didekap dengan posisi jantung lebih tinggi daripada kaki.

Usap punggungnya secara perlahan untuk membantu si Kecil menyelesaikan batuknya atau menarik nafas. Hindari memasukkan jari ke dalam tenggorokan karena selain berbahaya, hal ini justru bisa menyebabkan infeksi pada tenggorokan si Kecil. Jika si Kecil tersedak hingga sulit bicara, wajah memucat dan hilang kesadaran, segera panggil petugas medis dan bawa ke rumah sakit terdekat ya, Bu!

2. Bagaimana jika ada duri atau serpihan kayu menempel di kulit si Kecil?

 

Segera kompres bagian yang terkena serpihan tersebut dengan es batu. Keluarkan duri atau serpihan yang masuk ke dalam kulit menggunakan pinset atau jarum yang sudah disterilkan. Untuk mensterilkannya, Ibu bisa membilasnya dengan Dettol Cairan Antiseptik.

Jika serpihan atau duri masih bisa dihilangkan dengan tangan, sebaiknya Ibu mencuci bagian tubuh tersebut dengan sabun terlebih dahulu. Keluarkan secara perlahan tanpa harus membuat luka menjadi lebih besar. Jika dari masalah ini si Kecil mengalami luka berlanjut, bengkak, atau kulit memerah, segera periksakan ke dokter kulit, ya!

3. Apa yang harus dilakukan saat si Kecil terkena luka bakar? 

 

Tentu saja ini membuat Ibu panik luar biasa. Segera basuh luka dengan air mengalir selama 10-15 menit untuk meredakan rasa perih dan panas. Biarkan hingga kering dengan sendirinya, jangan menyentuh luka untuk mengeringkannya. Ibu bisa menggunakan bantuan kipas untuk membuat luka kering lebih cepat. Setelah luka benar-benar kering, balut luka dengan plastic wrap atau cling wrap untuk menghentikan masuknya kuman dan bakteri pada luka. Hal ini tentu sangat efektif untuk mencegah terjadinya infeksi.

Setelah pertolongan pertama ini selesai, Ibu wajib membawa si Kecil ke rumah sakit. Sebab, bayi dengan luka bakar tentu membutuhkan penanganan khusus.

4. Apa yang harus dilakukan saat si Kecil demam tinggi?

 

Ketika suhu tubuh si Kecil terlalu tinggi, tak jarang hal ini bisa mengakibatkan kejang pada tubuh si Kecil. Hal ini disebabkan karena kemampuan tubuh si Kecil untuk mengatur suhu belum optimal layaknya orang dewasa. Cara terbaik untuk meredakan demam tinggi pada anak, adalah dengan memberikannya akses udara yang sejuk dan dingin. Beberapa hal yang bisa Ibu lakukan antara lain:

  • Mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih menyerap keringat
  • Jangan gunakan selimut basah untuk mempercepat penurunan suhu, hal ini justru dapat membuat si Kecil masuk angin
  • Konsumsi obat penurun panas sesuai dengan anjuran dokter
  • Memberikan banyak cairan bagi tubuh si Kecil mulai dari air putih ataupun susu

Jika demam tidak berlanjut, Ibu tidak perlu membawa si Kecil ke rumah sakit. Jika berlanjut lebih dari tiga hari berturut-turut disertai dengan gejala yang memburuk, segera bawa si Kecil ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

5. Apa yang harus dilakukan saat kepala si Kecil terbentur dan benjol?

 

Hal ini sering terjadi dan disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari jatuh dari kasur, menabrak meja, hingga terbentur tembok! Segera bungkus sebongkah es batu dengan handuk atau kain tipis. Kompreskan ke bagian kepala si Kecil yang benjol selama 15-20 menit.

Setelah nyeri pada benjolan mulai reda, Ibu bisa memberikan gel atau salep khusus memar agar pembekuan darah tidak terjadi. Pastikan tidak ada luka terbuka sebelum Ibu mengoleskannya, ya. Jika si Kecil terbentur dan disertai dengan muntah, segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut ya, Bu.

6. Apa yang harus dilakukan saat si Kecil menelan sesuatu yang tidak seharusnya dimakan?

 

Ini tentu mengkhawatirkan apalagi jika yang tertelan adalah benda yang mengandung bahan kimia berbahaya. Tindakan paling aman, tentu saja membawanya ke rumah sakit sesegera mungkin. Pastikan Ibu mencatat dan mengerti kronologinya untuk mempermudah dokter mendiagnosa tindakan apa yang seharusnya diberikan untuk si Kecil.

Jika yang ditelannya masih berupa makanan, bantu si Kecil mendetoksifikasi tubuhnya dengan minum air putih dalam jumlah yang banyak. Hal ini ditujukan agar zat yang terkandung di dalam makanan yang tertelan bisa meluruh melalui urine.

7. Apa pertolongan pertama saat bayi terjatuh?

 

Saat si Kecil sudah aktif berlarian kesana kemari, tentu bukan hal yang tak lazim lagi apabila si Kecil terjatuh. Begitu pun dengan kejadian saat si Kecil terjatuh dari kasur atau terjatuh di kamar mandi. Jika hal ini terjadi, segera bantu si Kecil untuk tetap tenang dan minimalisir gerakannya. Pastikan bagian kepala dan leher tidak ada yang terluka.

Saat terjatuh, biasanya si Kecil akan menangis. Hal ini wajar sekali terjadi. Untuk itu, berikan kenyamanan untuk si Kecil melalui dekapan dan pelukan untuk membuatnya lebih tenang. Jika posisi jatuhnya menyebabkan si Kecil jadi tak sadarkan diri atau memiliki nafas yang terengah-engah, segera hubungi tenaga medis untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

8. Apa yang harus dilakukan saat si Kecil terlanjur memasukkan benda kotor ke mulutnya?

 

Si Kecil memasukkan teether yang telah terjatuh di tanah? Atau, memasukkan benda yang sebenarnya sudah dibuang ke tempat sampah pada mulutnya? Hentikan segera dan pastikan Ibu mengetahui pertolongan pertama agar kuman tak berkembang biak di dalam tubuh si Kecil, diantaranya:

  • Memberikan si Kecil cairan sebanyak-banyaknya untuk mendetoksifikasi kuman yang terlanjur masuk ke dalam tubuh. Cairan dapat berupa air putih, susu, atau ASI.
  • Bersihkan mulut bayi dengan menggunakan finger toothbrush. Gosok secara lembut dan perlahan bagian langit-langit mulut, lidah, serta gusi bayi dengan menggunakan jari telunjuk.
  • Lidah, sebagai salah satu sarang bakteri di dalam mulut, wajib dibersihkan secara rutin setiap hari. Ibu bisa menggunakan finger toothbrush atau tisu pembersih gigi dan gusi bayi.
  • Untuk hasil terbaik, sterilkan finger toothbrush dengan merendamnya di dalam cairan disinfektan. Ibu bisa menggunakan cairan antiseptik yang dicampur dengan air, lalu membilasnya hingga bersih tanpa residu. Cairan antiseptik ini efektif membunuh kuman yang tertinggal di dalam permukaan finger toothbrush.
  • Selalu sterilkan teether atau mainan bayi dengan cairan antispetik Hal ini dapat meminimalisir terjadinya masalah kuman yang masuk ke dalam tubuh si Kecil melalui mulut.

Semoga bermanfaat ya, Bu!