Bukanlah perkara mudah untuk menghadapi bayi yang rewel dan menangis tanpa sebab serta sulit ditenangkan. Perhatikan kebiasaan ini untuk membantu Ibu memahami serta mengatasi bayi kolik dengan penanganan yang paling tepat. Inilah empat pertanyaan umum dalam mengatasi bayi kolik.

 

Apa itu kolik?

Kolik dapat diartikan sebagai tangisan berkepanjangan yang terjadi selama 3 jam setiap hari, setidaknya sebanyak 3 hari seminggu, dan terjadi selama 3 minggu terakhir. Gejala umum kolik ada buang-buang angin, tangan si Kecil terkepal, kaki si kecil menendang ke atas, tangisan terjadi selama sore sampai dengan malam hari. Si Kecil terlihat ingin diperhatikan, disusui, dan ditemani. Setidaknya 1 dari 5 bayi mengalami gejala kolik.

Berapa lama gejala kolik akan berlangsung?

Gejala kolik biasanya timbul di usia 2-3 minggu, memuncak di usia 6-8 minggu, dan akan hilang sendirinya saat si Kecil berusia 3-4 bulan.

Apa penyebab kolik?

Gejala kolik sendiri masih belum dapat dipastikan dengan jelas. Namun para ahli memiliki berbagai teori akan penyebab kolik pada si Kecil:

1. Perkembangan sistem saraf

Kolik mungkin terjadi karena si Kecil sedang beradaptasi dengan kehidupan baru di luar janin, baik secara fisik maupun mental. Ia belum dapat memahami dan mengenali apa yang terjadi di sekitarnya, mulai dari kemampuannya untuk melihat benda, kemampuan mendengar, dan saat ia menerima stimulasi dari Ibu. Menangis menjadi salah satu cara pelampiasan karena terlalu banyak stimulasi yang ia terima selama beberapa bulan pertama.

2. Saluran pencernaan yang peka

Kata ‘kolik’ berasal dari bahasa Yunani, ‘kolikos’, yang berarti usus besar. Kolik mungkin terjadi saat makanan masuk terlalu cepat melalui sistem pencernaan si Kecil, atau tidak tercerna dengan baik. Kebanyakan anak yang mengalami kolik juga memiliki gas di dalam perut.

Apa yang harus dilakukan Ibu saat si Kecil kolik?

Pastikan Ibu menjaga pola makan sehat dan seimbang selama masa menyusui, karena apa yang Ibu makan berpengaruh pada kualitas ASI untuk si Kecil. Hindari makanan yang memiliki efek samping seperti kafein, susu sapi, dan kacang-kacangan, serta makanan yang dapat menyebabkan gas di perut seperti kembang kol dan buah-buahan tertentu. Tenangkan si kecil dan buat ia merasa lebih nyaman saat mengalami kolik. Intip tips penanganan saat si Kecil kolik.

Jangan sampai masalah pencernaan menghambat momen tumbuh kembang si Kecil. Cek kesehatan saluran cerna si Kecil melalui BAB-nya di http://www.enfa.co.id/articles/wikipoop. Ibu pun bisa mengetahui lebih lanjut pula seputar gangguan pencernaan yang di alami si Kecil dengan melakukan konsultasi via WhatsApp ke nomor 08777700253. Tim ahli kami siap bantu menjawab pertanyaan Ibu seputar pencernaan dan tumbuh kembang si Kecil setiap hari Senin – Jumat, pukul 09.00 – 17.00 WIB.

Source:

http://www.enfamil.com/articles-and-videos/feeding-issues-explained/cryi...

http://www.enfamil.com/articles-and-videos/feeding-issues-explained/cryi...

http://www.enfamil.com/articles-and-videos/feeding-issues-explained/cryi...