Latih Sharp Focus si Kecil Agar Ia Jadi Brilliant

Membesarkan Gen Alpha memiliki tantangan tersendiri bagi para Mom. Tidak bisa dipungkiri, Gen Alpha tumbuh berdampingan dengan paparan gadget yang cukup tinggi. Sebuah survey dari Common Sense Media (2020) menunjukkan bahwa rata-rata anak usia 0-8 tahun menghabiskan waktu signifikan di depan layar setiap harinya. Jika tidak diseimbangkan, hal ini akan berisiko memengaruhi sharp focus atau ketajaman fokus serta kemampuan mereka dalam memusatkan perhatian.
Namun, kabar baiknya, sharp focus bukanlah bakat bawaan. Dalam sebuah jurnal dari Europe PMC (2011) dijelaskan bahwa atensi adalah bagian dari fungsi eksekutif otak yang sangat plastis—artinya, ia bisa dilatih dan diperkuat melalui stimulasi yang tepat. Pusat studi dari Center of the Developing Child, Harvard University (2014) juga merekomendasikan aktivitas-aktivitas yang meningkatkan dan melatih fungsi eksekutif anak, termasuk fokus, sejak usia dini bahkan hingga remaja.
Membangun sharp focus adalah tentang melatih si Kecil menyaring gangguan demi menyelesaikan tugas. Di tengah gempuran distraksi digital, kemampuan ini bisa menjadi kekuatan bagi masa depannya. Berikut adalah cara mengoptimalkan sharp focus si Kecil sesuai tahapan usianya:
Fase Toddler (1-3 tahun): Di rumah, ajak si Kecil menyortir benda kecil (seperti balok, tutup botol, atau mainan) berdasarkan warna. Untuk kegiatan luar, kelas bermain untuk balita dapat sangat efektif melatih fokus indera-indera si Kecil terhadap struktur dan ritme bermain.
Fase Pra-sekolah (3-5 tahun): Mom dapat melatih atensi si Kecil melalui permainan "Cari Perbedaan" dari dua gambar yang serupa tapi tak sama. Selain itu, kelas dancing atau gymnastics bisa menjadi pilihan luar sekolah untuk melatih koordinasi dan pemahaman si Kecil terhadap instruksi yang lebih panjang atau bertahap.
Fase Sekolah (6-7 tahun): Biasakan si Kecil membaca mandiri selama 15 menit tanpa gangguan. Ikutkan si Kecil ke dalam kegiatan seperti panahan (archery) atau bela diri untuk melatih ketenangan dan fokus si Kecil pada satu titik target. Selain itu, kegiatan-kegiatan seperti kelas musik, dancing, atau gymnastics juga masih menjadi pilihan yang dapat melatih fokus si Kecil di usia ini.
Sharp focus adalah kunci efisiensi belajar si Kecil di masa depan. Untuk itu, optimalkan kecerdasan si Kecil yang brilliant dengan terus mengasah kemampuan ini ya, Mom. Pastikan juga penuhi kebutuhan nutrisi si Kecil dengan makanan bergizi seimbang agar perkembangan otaknya optimal. Salah satu nutrisi yang penting untuk dukung perkembangan otak adalah DHA. Mom bisa lengkapi kebutuhan DHA si Kecil dengan memberikan susu pertumbuhan tinggi DHA seperti Enfagrow A+ MFGM Pro.
Referensi:
Center on the Developing Child. (2014). Activities Guide: Enhancing and Practicing Executive Function Skills with Children from Infancy to Adolescence. Retrieved from https://developingchild.harvard.edu/resources/handouts-tools/activities-guide-enhancing-and-practicing-executive-function-skills/i
Common Sense Media. (2020). The Common Sense Census: Media Use by Kids Age Zero to Eight. Retrieved from https://www.commonsensemedia.org/research/the-common-sense-census-media-use-by-kids-age-zero-to-eight-2020
Wass, S., Porayska-Pomsta, K., & Johnson, M. H. (2011). Training attentional control in infancy. Current Biology: CB. Sep;21(18):1543-1547. DOI: 10.1016/j.cub.2011.08.004. PMID: 21889346; PMCID: PMC3202624.