
Sembelit pada anak sering membuat Moms khawatir, apalagi jika frekuensi BAB si Kecil menjadi tidak teratur.
Sembelit pada anak tidak selalu menandakan masalah serius. Meski begitu, penting bagi Moms untuk memahami kapan kondisi ini masih wajar dan kapan perlu diwaspadai.
Selain itu, asupan yang tepat saat si Kecil mengalami ketidaknyamanan pencernaan juga perlu diketahui agar Moms dapat memberikan penanganan yang tepat sesuai kebutuhan si Kecil.
Apa Itu Sembelit pada Anak
Sembelit atau konstipasi pada anak adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan kesulitan buang air besar (BAB). Kondisi ini membuat frekuensi BAB si Kecil menjadi lebih jarang dari biasanya, yakni kurang dari 3 kali seminggu.
Sembelit bisa terjadi pada semua usia, tetapi lebih sering dialami oleh anak usia 2–3 tahun, terutama saat mulai menjalani toilet training.
Saat anak mengalami sembelit, tinjanya menjadi lebih keras, kering, dan sulit dikeluarkan. Selain itu, anak juga cenderung menjadi lebih rewel, mengalami perut kembung, serta buang angin lebih sering.
Nah, sembelit pada anak bisa terjadi karena:
- Sistem pencernaan anak masih berkembang dan menyesuaikan beberapa jenis makanan dan minuman yang baru.
Perubahan pola dan jam makan juga bisa menyebabkan pola BAB jadi terganggu termasuk kesulitan BAB.
Kurangnya asupan cairan dan juga makanan yang kaya serat.
Fase BAB yang tidak teratur ini biasanya berlangsung beberapa hari dan bisa terjadi berulang hingga anak memasuki usia sekolah (5–6 tahun). Selain itu, penting bagi mom untuk mengamati kondisi si Kecil mulai dari kenyamanannya dan perkembangan otak optimalnya.
Adakah Dampak Jangka Panjang Sembelit pada Anak
Selama anak tetap terlihat nyaman, masih mau makan dan minum, serta berat badannya tetap bertambah, sembelit umumnya tidak menimbulkan dampak negatif dalam jangka panjang. Jadi, Moms tidak perlu cemas, ya.
Meski begitu, Moms tetap perlu memperhatikan asupan makanan dan minuman si Kecil, terutama kecukupan cairan dan serat. Hal ini dapat membantu menjaga kesehatan saluran cerna, menjaga konsistensi tinja tetap lunak, serta mengurangi risiko sembelit atau ketidaknyamanan yang berulang.
Saluran pencernaan si Kecil akan makin matang seiring bertambahnya usia dan pola BAB pun umumnya akan membaik seiring terbentuknya pola makan dan kebiasaan BAB yang lebih teratur.
Namun, Moms perlu waspada jika sembelit pada anak berlangsung lebih dari 2 minggu, atau disertai lemas, tidak nafsu makan, berat badan turun, muntah, dan dehidrasi. Segera bawa si Kecil ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Cara untuk Mengatasi Sembelit pada Anak
Jika si Kecil mengalami sembelit, Moms jangan panik dulu, ya. Meski dapat membuat si Kecil merasa tidak nyaman, sembelit umumnya dapat membaik dengan perawatan yang tepat di rumah.
Berikut beberapa langkah sederhana yang Moms bisa lakukan untuk membantu mengatasi sembelit dan melancarkan BAB si Kecil:
- Sajikan makanan berserat seperti buah dan sayur bila anak mengalami sembelit. Berikan dalam porsi kecil atau sedang terlebih dahulu.
- Hindari makanan terlalu manis, berlemak, atau produk olahan yang sulit dicerna.
- Pastikan anak minum 6–8 gelas air putih agar asupan cairan tubuh terpenuhi.
- Jaga kebersihan makanan dan minuman, serta biasakan anak untuk mencuci tangan sebelum makan.
- Jangan langsung memberikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Selain berbagai cara di atas, Moms juga dapat memberikan si Kecil nutrisi yang lebih mudah dicerna agar lebih nyaman untuk pencernaannya yang masih berkembang. Salah satunya, Moms bisa memberikan nutrisi seperti protein yang sudah dipecah menjadi lebih kecil, sehingga lebih mudah dicerna, yang juga disebut sebagai Formula PHP (Protein Terhidrolisa Parsial).
Moms dapat menemukan formula PHP salah satunya di dalam Enfagrow A+ Gentle Care dengan Gentle Duo formula. Mengandung formula PHP, dengan formula PHP, protein yang lebih kecil dan lebih mudah dicerna, serta Higher DHA hingga 35mg/saji untuk dukung kenyamanan pencernaan & perkembangan otak optimalnya si Kecil.
Sehingga, Moms tidak perlu memilih antara kenyamanan pencernaan atau briliannya si Kecil. Dengan Enfagrow A+ Gentle Care, Moms bisa dapatkan keduanya. Yuk Moms, pilih Enfagrow A+ Gentle Care dan sama-sama dukung healthy digestion for every brilliant child!.
TAG: nutrisi anak
Referensi:
Allen, P., Setya, A., & Lawrence, V, N. NCBI Book Shelf (2024). Pediatric Functional Constipation.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2023). Beragam Manfaat DHA untuk Kesehatan.
National Health Service U.K. (2023). Constipation in Children.
Reeves, P, T., & Hurtado, C, W. American Academy of Pediatrics. Healthy Children (2024). Constipation in Children.
Johns Hopkins Medicine. Dealing with Kids and Constipation.
Mayo Clinic (2025). Constipation in Children.
Watson, S. WebMD (2025). Toddler Constipation.