• Produk Kami
    • Enfagrow A+ MFGM Pro
    • Enfagrow A+ Gentle Care
    • Enfagrow Essential
  • Artikel
    • Kehamilan & Menyusui
    • Tumbuh Kembang Anak
    • Pencernaan
  • Event dan Promosi
  1. Home
  2. Pencernaan
  3. Anak Usia 1-3 Tahun Sering Mengalami Perut Kembung? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Anak Usia 1-3 Tahun Sering Mengalami Perut Kembung? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Anak Usia 1-3 Tahun Sering Mengalami Perut Kembung? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pernah nggak sih, Moms, si Kecil yang biasanya aktif dan ceria tiba-tiba jadi lebih rewel tanpa sebab yang jelas? Ia jadi lebih sering menangis, sulit tidur, dan sulit berkonsentrasi.

Saat Moms menggendong atau menyentuh perutnya, ternyata perut si Kecil terasa lebih keras dari biasanya. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa si Kecil sedang kembung sehingga membuatnya merasa tidak nyaman.

Yuk, kenali ciri-ciri, penyebab, dan cara mengatasi perut anak yang sedang kembung agar si Kecil bisa kembali merasa tenang dan nyaman!

Key Summaries: 

  • Perut kembung pada anak dapat membuat si Kecil rewel, sulit tidur, dan nafsu makan menurun.
  • Salah satu penyebab utama adalah sistem pencernaan yang belum matang, sehingga lebih sensitif dan mudah mengalami penumpukan gas.
  • Penanganan sederhana seperti menjaga pola makan, serta memilih susu formula dengan kandungan PHP dapat membantu mendukung kenyamanan pencernaan.
  • Segera konsultasi ke dokter jika kembung disertai muntah, demam, atau anak tidak mau makan dan minum.

Ciri-Ciri Anak Kembung yang Harus Moms Perhatikan

Perut kembung pada anak usia 1-3 tahun dapat membuat si Kecil merasa tidak nyaman dan menunjukkan perubahan perilaku. Beberapa tanda yang bisa Moms perhatikan antara lain:

  • Perut terasa keras atau tampak lebih besar dari biasanya
  • Si Kecil sering rewel atau menangis tanpa sebab jelas
  • Menarik kaki ke arah perut (seperti menahan rasa tidak nyaman)
  • Lebih sering buang angin (kentut atau sendawa)
  • Sulit tidur atau sering terbangun di malam hari

Jika beberapa tanda ini muncul, kemungkinan besar si Kecil sedang mengalami perut kembung & ketidaknyamanan pencernaan.

Penyebab Perut Anak Kembung

Moms, perut kembung si Kecil bisa jadi disebabkan oleh beberapa hal seperti: 

1. Sistem pencernaan belum matang

Seperti dikutip dari National Library of Medicine, menjelaskan bahwa sistem pencernaan si Kecil masih dalam tahap perkembangan hingga usia 1-3 tahun. Hal ini termasuk fungsi enzim pencernaan yang belum bekerja secara optimal dalam memecah nutrisi kompleks, seperti protein. Akibatnya, protein yang tidak terurai dengan sempurna ini dapat memicu penumpukan gas di dalam usus, yang sering kali membuat perut si Kecil merasa tidak nyaman atau kembung.

Kondisi ini pula yang menyebabkan kemampuan tubuh si Kecil dalam menyerap nutrisi secara keseluruhan masih terbatas. Ketika nutrisi tidak tercerna dan terserap dengan maksimal, hal tersebut menjadi faktor utama yang menimbulkan rasa tidak nyaman serta kembung pada sistem pencernaannya yang masih sensitif.

Namun, Moms tidak perlu terlalu cemas, ya. Seiring bertambahnya usia, sistem pencernaan si Kecil akan semakin matang, sehingga keluhan seperti perut kembung umumnya akan berangsur membaik.

2. Banyak udara yang masuk ke perut

Kebiasaan seperti makan atau minum terlalu cepat, menggunakan sedotan, atau menangis dalam waktu lama dapat membuat lebih banyak udara tertelan. Udara ini kemudian terperangkap di saluran pencernaan dan menyebabkan perut terasa penuh atau kembung.

3. Kebiasaan menahan buang gas atau BAB

Beberapa anak mungkin belum terbiasa atau merasa tidak nyaman untuk buang gas atau BAB sehingga cenderung menahannya. Kebiasaan ini dapat menyebabkan gas terperangkap lebih lama di dalam usus dan menimbulkan rasa penuh atau kembung. Kondisi ini juga sering terjadi saat anak mulai belajar toilet training.

4. Perubahan aktivitas si Kecil

Moms, ketika anak berusia 1-3 tahun, tubuh si Kecil masih dalam tahap belajar beradaptasi, termasuk terhadap perubahan rutinitas. Perubahan seperti jadwal tidur, aktivitas yang lebih padat, atau bahkan kelelahan akan mempengaruhi kerja sistem pencernaan.

Akibatnya, pergerakan usus bisa menjadi kurang teratur dan memicu penumpukan gas di perut, sehingga si Kecil merasa kembung.

5. Kurangnya aktivitas fisik

Aktivitas fisik membantu merangsang pergerakan usus agar tetap lancar. Jika si Kecil kurang bergerak, misalnya lebih sering duduk atau berbaring dalam waktu lama, pergerakan gas di dalam saluran cerna bisa menjadi lebih lambat. Hal ini dapat menyebabkan gas menumpuk dan membuat perut terasa kembung.

Cara Praktis Mengatasi Perut Kembung pada Anak

Untuk membantu meredakan perut kembung, Moms bisa mencoba beberapa langkah sederhana berikut:

1. Bantu keluarkan gas dari perut si Kecil

Moms bisa membantu si Kecil mengeluarkan gas dengan cara menggendongnya dalam posisi tegak atau melakukan pijatan lembut pada area perut dengan gerakan memutar searah jarum jam. Gerakan sederhana seperti mengayuh kaki (bicycle movement) juga dapat membantu mendorong gas keluar secara alami.

2. Perhatikan cara makan dan minum

Usahakan si Kecil makan dengan perlahan agar tidak terlalu banyak udara yang tertelan. Jika menggunakan botol susu, pastikan posisi menyusu sudah tepat untuk meminimalkan masuknya udara ke dalam perut.

3. Ajak si Kecil tetap aktif bergerak

Aktivitas fisik ringan seperti bermain, berjalan, atau merangkak dapat membantu melancarkan pergerakan usus. Dengan begitu, gas di dalam perut tidak mudah terperangkap dan bisa keluar dengan lebih lancar.

4. Buat rutinitas yang nyaman

Menjaga jadwal makan, tidur, dan aktivitas yang teratur dapat membantu sistem pencernaan si Kecil bekerja lebih optimal. Hindari perubahan rutinitas yang terlalu drastis agar tubuh si Kecil tidak “kaget” dan tetap nyaman.

5. Pilih nutrisi yang lebih mudah dicerna untuk mendukung kenyamanan pencernaan

Saat perut si Kecil sedang tidak nyaman karena sistem pencernaannya yang masih berkembang hingga usia 3 tahun, memilih asupan yang lebih mudah dicerna bisa menjadi langkah yang sangat membantu.

Hal ini dikarenakan sistem pencernaan si Kecil terkadang masih kesulitan memecah nutrisi yang strukturnya kompleks, terutama protein. Bagi si Kecil yang mengonsumsi susu formula, Moms bisa memilih susu PHP atau (Partially Hydrolyzed Protein), yaitu protein lebih kecil sehingga mudah dicerna, untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan pada perut si Kecil.

Kapan Moms Perlu Waspada?

Perut kembung pada anak adalah kondisi yang cukup umum terjadi, terutama karena sistem pencernaannya masih berkembang. Dalam banyak kasus, kondisi ini bisa membaik dengan penanganan sederhana di rumah. Selain itu, keluhan kembung akan berkurang seiring bertambahnya usia si Kecil.

Namun, Moms sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak jika perut kembung si Kecil disertai beberapa gejala berikut:

  • Muntah berulang
  • Demam
  • Tidak mau makan atau minum sama sekali
  • Berat badan tidak bertambah

Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada kondisi lain yang perlu penanganan khusus.

Dukung Pencernaan dan Perkembangan si Kecil dengan Nutrisi yang Tepat

Perut kembung memang bisa membuat si Kecil tidak nyaman, tapi dengan penanganan yang tepat, kondisi ini bisa diatasi sehingga ia bisa kembali nyaman, aktif, dan ceria setiap hari.

Karena itu, Moms bisa memilih susu yang diformulasikan dengan protein yang lebih mudah dicerna, seperti salah satunya Enfagrow A+ Gentle Care dengan formula PHP, protein lebih kecil, yang lebih mudah dicerna dan membantu pencernaan si Kecil jadi lebih nyaman.

Tak hanya itu, Enfagrow A+ Gentle Care juga mengandung lebih banyak DHA hingga 35 mg/saji, serta nutrisi penting lainnya yang berperan dalam mendukung perkembangan otak optimalnya di masa emas. Dengan begitu, Moms bisa lebih tenang karena perut kembung anak dapat teratasi dan perkembangan otak optimal si Kecil tetap terpenuhi.

FAQ

1. Apakah perut kembung pada anak selalu berbahaya?

Tidak selalu. Pada banyak kasus, kembung adalah keluhan ringan yang bisa membaik dengan perawatan sederhana.

2. Berapa lama perut kembung pada anak biasanya berlangsung?

Biasanya membaik dalam beberapa jam hingga 1-2 hari, tergantung penyebabnya. Jika kembung berlangsung lebih dari 2 hari, sering kambuh, atau makin parah, segera periksa ke dokter anak.

3. Apakah anak kembung boleh dipijat?

Boleh, asalkan dilakukan dengan lembut. Pijatan ringan pada perut dapat membantu gas keluar lebih mudah.

4. Makanan apa yang sebaiknya dihindari saat anak kembung?

Hindari minuman bersoda, makanan tinggi gula, makanan berlemak, kacang-kacangan, kol, brokoli, dan makanan pedas. Pastikan anak mengkonsumsi susu formula dengan PHP dan rendah laktosa agar meredakan kembung.

5. Apakah minum air putih membantu meredakan perut kembung?

Bisa, terutama jika kembung berkaitan dengan pencernaan yang lambat atau sembelit ringan. Air putih membantu menjaga pencernaan tetap lancar dan mencegah tubuh kekurangan cairan.

6. Susu formula apa yang direkomendasikan untuk anak dengan perut kembung?

Susu formula yang direkomendasikan untuk anak dengan perut kembung adalah yang mengandung protein terhidrolisis (PHP), seperti Enfagrow A+ Gentle Care yang mengandung formula PHP atau protein lebih kecil sehingga lebih mudah dicerna bantu dukung kenyamanan pencernaan si Kecil. Selain itu, ada nutrisi penting lainnya yaitu DHA lebih tinggi hingga 35 mg/saji untuk dukung briliannya si Kecil. Yuk Moms, sama-sama dukung healthy digestion for every brilliant child!

Referensi: 

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27605889/

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32868185/
  • Terms & Conditions
  • Cookie Policy
  • Privacy Policy
© 2025 Enfa Indonesia • Copyright
  • tiktok