• Produk Kami
    • Enfagrow A+ MFGM Pro
    • Enfagrow A+ Gentle Care
    • Enfagrow Essential
  • Artikel
    • Kehamilan & Menyusui
    • Tumbuh Kembang Anak
    • Pencernaan
  • Event dan Promosi
  1. Home
  2. Pencernaan
  3. Penyebab Anak Rewel dan Sering Bangun di Malam Hari

Penyebab Anak Rewel dan Sering Bangun di Malam Hari

Penyebab Anak Rewel dan Sering Bangun di Malam Hari

Jika si Kecil sering terbangun dan rewel pada malam hari, A+ Moms mungkin akan jadi panik dan bingung apa yang menjadi penyebabnya. Salah satu kemungkinan

yang umum adalah rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan si Kecil yang masih dalam tahap perkembangan.

Hingga usia 2 tahun, sistem pencernaan anak masih belum berkembang sempurna, sehingga sebagian nutrisi belum dapat dicerna dan diserap dengan optimal. Akibatnya si Kecil pun jadi sering rewel, perutnya kembung, dan buang angin, terutama di malam hari. Tentunya ini dapat mengakibatkan kekhawatiran pada A+ Moms karena waktu dan kualitas tidur si Kecil jadi terganggu, apalagi ia jadi sering terbangun pada tengah malam ketika merasa perutnya tidak nyaman.

Untuk membantu A+ Moms memahami apa yang sebenarnya terjadi sekaligus menemukan cara yang tepat untuk mengatasi anak rewel dan sering terbangun di malam hari, yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa yang Menyebabkan si Kecil Rewel pada Malam Hari? 

Pada usia 1–3 tahun, anak umumnya belum dapat mengekspresikan rasa tidak nyaman pada pencernaannya dengan kata-kata. Jadi, keluhan ini sering kali muncul melalui perubahan perilaku. A+ Moms dapat memperhatikan tanda-tanda ketidaknyamanan pencernaan ketika perilaku si Kecil menjadi lebih rewel, sulit tidur, atau tampak gelisah, terutama pada malam hari.

Berikut adalah beberapa tanda yang perlu A+ Moms perhatikan:

  • Perut anak terlihat kembung dan terasa penuh, serta kencang atau agak keras saat disentuh
  • Sering buang angin atau sendawa
  • Rewel atau menangis tanpa sebab yang jelas, terutama setelah makan atau menjelang waktu tidur
  • Tidurnya tidak lelap dan sering terbangun pada malam hari

A+ Moms, tanda-tanda di atas perlu diperhatikan, karena rasa tidak nyaman pada perut dapat membuat si Kecil sulit untuk tidur nyenyak dan lebih mudah terbangun di malam hari. Jika hal ini terjadi secara berulang, kualitas tidur si Kecil bisa terganggu dan waktu istirahatnya menjadi tidak optimal.

Padahal, tidur yang cukup dan berkualitas memiliki peran penting dalam proses perkembangan otak anak, termasuk dalam mendukung kemampuan belajar, daya ingat, serta pengaturan emosi.

Oleh karena itu, menjaga kenyamanan pencernaan si Kecil menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung kualitas tidurnya dan menunjang perkembangan otaknya secara optimal.

Kenapa Ketidaknyamanan Pencernaan Sering Terjadi pada Malam Hari?

Tidak sedikit A+ Moms yang merasa heran dan bingung, kenapa anaknya menjadi rewel pada malam hari, padahal pada siang harinya terlihat baik-baik saja.

Perlu diketahui, sistem pencernaan tetap bekerja dan bahkan lebih aktif ketika tubuh sedang beristirahat. Artinya, pada malam hari, sistem pencernaan anak tetap bekerja memproses makanan yang dikonsumsinya sepanjang hari. Nah, di saat inilah berbagai keluhan tersebut menjadi lebih sering timbul dan dirasakan oleh anak.

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat membuat ketidaknyamanan pencernaan lebih sering terjadi pada malam hari, yaitu:

1.Proses pencernaan yang masih berlangsung saat tubuh anak beristirahat

Makanan yang dikonsumsi sepanjang hari, terutama menjelang sore atau malam, masih diproses di dalam saluran cerna saat anak tidur. Selama proses ini, bakteri di usus akan memecah sisa makanan dan menghasilkan gas. Saat anak berbaring, gas akan lebih mudah terperangkap di dalam perut, sehingga rasa tidak nyaman menjadi lebih terasa.

2.Sistem pencernaan anak belum bekerja dengan sempurna

Pada usia 1–3 tahun, kemampuan tubuh anak dalam mencerna beberapa nutrisi masih belum optimal. Seperti salah satunya protein. Akibatnya, protein yang belum tercerna secara optimal akan masuk ke usus besar dan dipecah oleh bakteri, yang kemudian menghasilkan gas di dalam saluran cerna.

Selain itu, gerakan usus (peristaltik) anak juga masih belum maksimal, sehingga gas yang terbentuk bisa lebih mudah terperangkap di dalam saluran cerna. Kombinasi antara produksi gas berlebihan dan pergerakan usus yang belum maksimal dapat menyebabkan perut terasa kembung, penuh, atau tidak nyaman.

Pada malam hari, ketika tubuh anak beristirahat dan posisi lebih banyak berbaring, gas yang terdapat di dalam perut tersebut akan makin terasa. Hal inilah yang membuat si Kecil mengalami perut kembung, sering buang angin, dan rewel.

3.Minimnya aktivitas dan distraksi di malam hari

Pada siang hari, anak cenderung aktif bermain sehingga perhatiannya teralihkan dari rasa tidak nyaman di perut. Namun, saat malam hari suasana lebih tenang dan tubuh beristirahat, anak menjadi lebih peka terhadap sensasi di tubuhnya. Akibatnya, rasa tidak nyaman yang sebelumnya tidak terlalu terasa bisa menjadi lebih mengganggu dan membuatnya rewel atau terbangun dari tidur, A+ Moms.

Sekali lagi, keluhan ini hanya bersifat sementara dan akan mereda seiring berkembangnya fungsi sistem pencernaan si Kecil. Jadi, A+ Moms tidak perlu khawatir. Meski begitu, A+ Moms perlu memberikan dukungan yang tepat agar tumbuh kembang si Kecil tetap optimal.

Dampak Ketidaknyamanan Pencernaan pada si Kecil 

Seperti yang A+ Moms ketahui, usia 1–3 tahun merupakan masa emas perkembangan otak anak. Pada fase ini, si Kecil belajar melalui bermain, bergerak, berbicara, dan berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. 

Ketika ia sering mengalami ketidaknyamanan pencernaan pada malam hari, seperti kembung, sering buang angin, dan rewel, si Kecil bisa jadi sulit tidur nyenyak, sehingga proses tumbuh kembang dan belajarnya bisa ikut terganggu. Padahal, asupan nutrisi dan tidur yang berkualitas berperan penting dalam mendukung perkembangan otak si Kecil. 

Ketika tidur, otak anak tetap aktif bekerja untuk memproses dan menyimpan informasi yang didapatkan sepanjang hari. Proses ini sangat berperan dalam pembentukan memori, sehingga si Kecil dapat mengingat dan mempelajari hal-hal baru dengan lebih baik. 

Tidak hanya itu, tidur yang cukup juga berpengaruh pada kemampuan konsentrasi dan interaksi anak lho, A+ Moms. Si Kecil yang memiliki waktu tidur cukup umumnya lebih mudah berkonsentrasi saat bermain dan belajar, serta menunjukkan respons yang lebih baik saat berinteraksi dengan orang tua. 

Perlu diketahui, waktu tidur yang dibutuhkan anak usia 1–3 tahun adalah sekitar 11–14 jam per hari, termasuk tidur siang. Waktu tidur ini sangat penting mengingat pada usia ini, otak anak sedang berkembang secara pesat. 

Jika kebutuhan tidur tidak terpenuhi, anak cenderung lebih sulit berkonsentrasi, kurang tertarik untuk berinteraksi, dan tidak maksimal dalam menerima stimulasi yang diberikan. 

Ditambah lagi, kurang tidur dapat memengaruhi fungsi otak anak, terutama pada area yang berperan dalam pengaturan emosi, daya ingat, dan perhatian. Akibatnya, si Kecil mudah mengantuk, cepat lelah, dan lebih rewel keesokan harinya. Hal Ini tentu akan mengganggu suasana hati, konsentrasi, nafsu makan, hingga semangat anak saat beraktivitas. 

Kalau dibiarkan terus-menerus, proses tumbuh kembang anak, terutama dalam hal kemampuan belajar, daya ingat, dan interaksi sosial, menjadi kurang optimal, A+ Moms. 

Itulah sebabnya, menjaga kenyamanan pencernaan anak merupakan bagian penting untuk memaksimalkan kualitas tidur dan mendukung aktivitasnya sepanjang hari untuk bereksplorasi dan belajar banyak hal.

Cara Mengatasi Ketidaknyamanan Pencernaan agar Tidur Anak Berkualitas

Meningkatkan kualitas tidur si Kecil bukan hanya sebatas membuat jadwal tidur yang konsisten dan mengatur kondisi kamar yang nyaman, tetapi juga termasuk memperhatikan asupan nutrisi hariannya ya, A+ Moms.

Salah satu cara yang bisa A+ Moms lakukan adalah memberikan si Kecil makanan atau minuman sebagai asupan nutrisi yang lebih mudah dicerna. Dengan begitu, sistem pencernaannya dapat bekerja lebih optimal, sehingga si Kecil dapat tidur lebih pulas dan tidak mudah terbangun di malam hari.

Jika si Kecil mengonsumsi susu formula, A+ Moms bisa terus mendukung kenyamanan pencernaan, sekaligus perkembangan otak optimal si Kecil dengan memilih susu formula dengan kandungan partially hydrolyzed protein (PHP) serta DHA. PHP adalah protein dengan ukuran yang lebih kecil, sehingga lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan anak yang sensitif dan masih berkembang.

Salah satu pilihan susu formula yang dilengkapi dengan formula PHP & DHA adalah Enfagrow A+ Gentle Care, yang dirancang khusus untuk mendukung kenyamanan pencernaan & perkembangan otak optimal si Kecil. Tidak hanya formula PHP, Enfagrow A+ Gentle Care juga dilengkapi DHA yang lebih tinggi, yaitu hingga 35 mg per sajian.

Sebagai kesimpulan, anak yang sering terbangun dan rewel pada malam hari memang bisa membuat cemas. Namun, dengan memahami tanda dari tubuh si Kecil dan memberikan dukungan nutrisi yang tepat, A+ Moms dapat mengatasi keluhan ini sekaligus mendukung perkembangan optimal otaknya.

Kalau A+ Moms masih punya pertanyaan terkait keluhan ini atau keluhan lainnya mengenai kondisi si Kecil, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Referensi:

Hasegawa, et al. (2024). Characteristics and Transition of Sleep–Wake Rhythm in Nursery School Children: The Importance of Nocturnal Sleep. Clocks & Sleep, 6 (4), pp 668–681.

Kluever, et al. (2019). Physiology of the Neonatal Gastrointestinal System Relevant to the Disposition of Orally Administered Medications. Drug Metabolism and Disposition: The Biological Fate of Chemicals, 47 (3), pp. 296–313.

Mendoza, et al. (2017). Actualidades en Alimentación Complementaria. Acta Pediátrica de México, DOI: 10.18233/APM38No3pp182-2011390.

Berseth, et al. (2009). Clinical Response to 2 Commonly Used Switch Formulas Occurs Within 1 Day. Clinical Pediatrics, 48 (1), pp. 58–65.

Cleveland Clinic (2024). Children’s Health. What To Do if Your Child Is Waking Too Early.

Cleveland Clinic (2022). Children’s Health. What’s the Right Baby Formula for My Newborn?

Cleveland Clinic (2022). Sleep. What Are Night Terrors? And What To Do About Them.

Mayo Clinic (2026). Children’s Health. Child Sleep: Put Preschool Bedtime Problems to Rest.

Nationwide Children’s (2026). In This Section. Nightwakings.

The Royal Children’s Hospital Melbourne (2025). Kids Health Info. Night Terrors (Night–Time Wakings).

Kids Health, Nemours (2023). Parents. Night Terrors.

Baby Center (2025). Why Your Baby or Toddler Wakes Up Screaming at Night. Healthline. Why Is My Baby Fussy at Night?

Pregnancy Birth & Baby (2023). Sleep Problems in Children. Sleep Foundation (2025). 12-Month Sleep Regression.

Sleep Health Foundation (2024). Sleep Problems and Sleep Disorders in School Aged Children.

What to Expect (2025). 7 Reasons Your Baby May Be Waking Up in the Middle of the Night.

  • Terms & Conditions
  • Cookie Policy
  • Privacy Policy
© 2025 Enfa Indonesia • Copyright
  • tiktok