• Produk Kami
    • Enfagrow A+ MFGM Pro
    • Enfagrow A+ Gentle Care
    • Enfagrow Essential
  • Artikel
    • Kehamilan & Menyusui
    • Tumbuh Kembang Anak
    • Pencernaan
  • Event dan Promosi
  1. Home
  2. Pencernaan
  3. Memahami Dampak Emosional Merawat si Kecil dengan Ketidaknyamanan Pencernaan
Memahami Dampak Emosional Merawat si Kecil dengan Ketidaknyamanan Pencernaan
Memahami Dampak Emosional Merawat si Kecil dengan Ketidaknyamanan Pencernaan

Merawat si Kecil memang selalu penuh warna, terutama saat ia mengalami gejala ketidaknyaman pencernaan seperti rewel, perut kembung, dan buang angin. Di tengah segala usaha Moms, rasa lelah secara fisik dan emosional sangatlah wajar. Tidak sedikit orang tua yang merasa cemas atau bahkan bersalah ketika belum bisa menemukan solusi yang tepat. Perasaan ini wajar, nyata, dan perlu diakui.

Mengapa Anak Rentan Mengalami Ketidaknyamanan Pencernaan?

Agar ​​Moms dapat menghadapi situasi ini dengan lebih tenang, penting bagi ​​Moms untuk memahami akar penyebabnya. Salah satu penyebab utama keluhan pencernaan pada anak usia 1–3 tahun adalah imaturitas ​sistem pencernaan anak yang masih belum sempurna.​ ​Hingga usia 3 tahun​, organ pencernaannya masih belajar memecah nutrisi dengan efisien, termasuk​ salah satunya​ dalam mencerna protein.

Kondisi ini membuat si Kecil lebih rentan mengalami:

  • Perut kembung
  • ​​Rewel
  • ​​Buang angin

Hal ini merupakan bagian normal dari proses tumbuh kembang si Kecil. Namun, ada beberapa hal yang bisa ​Moms lakukan untuk bantu dukung kenyamanan pencernaannya si Kecil dan dukung tumbuh kembang optimalnya. 

Hal yang Bisa ​Moms​​ Lakukan dalam Menghadapi Kondisi Anak

Merawat anak yang sering mengalami gangguan pencernaan memang melelahkan secara fisik dan juga emosional. Banyak orang tua mengalami tiga hal sekaligus, yaitu rasa khawatir akan ​​kenyamanan pencernaan​​​​​​ anak, frustasi karena sulit menemukan penyebab keluhan, dan rasa bersalah karena merasa belum cukup membantu.

Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa orang tua dari anak dengan keluhan nyeri perut atau gangguan pencernaan berulang cenderung mengalami stres, tekanan emosional, dan terus merasa khawatir.

Namun, perasaan lelah, frustrasi, atau cemas dalam situasi ini bukan menjadi tanda bahwa orang tua kurang mampu mengasuh anak. Sebaliknya, hal tersebut mencerminkan kepedulian dan rasa sayang yang begitu besar terhadap kesehatan dan kenyamanan anak.

Untuk membantu mengurangi rasa cemas dan kelelahan, ​​Moms dapat melakukan beberapa upaya berikut ini:

Merawat anak yang sering mengalami gangguan pencernaan memang melelahkan secara fisik dan juga emosional. Banyak orang tua mengalami tiga hal sekaligus, yaitu rasa khawatir akan ​​kenyamanan pencernaan​​​​​​ anak, frustasi karena sulit menemukan penyebab keluhan, dan rasa bersalah karena merasa belum cukup membantu.

Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa orang tua dari anak dengan keluhan nyeri perut atau gangguan pencernaan berulang cenderung mengalami stres, tekanan emosional, dan terus merasa khawatir.

Namun, perasaan lelah, frustrasi, atau cemas dalam situasi ini bukan menjadi tanda bahwa orang tua kurang mampu mengasuh anak. Sebaliknya, hal tersebut mencerminkan kepedulian dan rasa sayang yang begitu besar terhadap kesehatan dan kenyamanan anak.

Untuk membantu mengurangi rasa cemas dan kelelahan, ​​Moms dapat melakukan beberapa upaya berikut ini:

1.Akui bahwa rasa lelah itu wajar

Merasa cemas dan kewalahan saat si Kecil mengalami ketidaknyamanan pencernaan adalah hal yang wajar. Memvalidasi dan menerima perasaan tersebut dapat membantu mengurangi perasaan khawatir dan cemas berlebih.

​​A+ ​Moms juga bisa mencoba menenangkan diri dengan cara sederhana, seperti menarik napas dalam beberapa kali, berjalan sebentar di luar rumah, atau melakukan aktivitas kecil yang disukai saat si Kecil sedang tidur.

2.Berbagi peran dengan pasangan atau keluarga

Jika memungkinkan, mintalah bantuan pasangan, anggota keluarga lain, atau orang tepercaya untuk bergantian menjaga si Kecil, terutama saat malam hari atau ketika anak sedang lebih rewel dari biasanya.

Berbagi peran dalam mengasuh anak dapat membantu mengurangi rasa lelah dan membantu ​​Moms memperoleh istirahat yang cukup.

3.Berkonsultasi dengan dokter

Saat memeriksakan si Kecil ke dokter, cobalah untuk menceritakan juga bagaimana kondisi ini memengaruhi perasaan dan keseharian ​A+ ​Moms. Bukan hanya soal perut kembung atau pola BAB anak yang tidak teratur, tetapi juga soal rasa lelah, cemas, atau takut berlebihan yang mungkin ​A+ ​Moms alami.

Ketika orang tua terbuka tentang emosinya, dokter dapat membantu dengan memberikan validasi serta memberikan saran praktis untuk membantu mengurangi beban pengasuhan, atau bahkan merekomendasikan dukungan lanjutan apabila stres yang dirasakan sudah cukup berat.

4.Mencari informasi yang tepat

​​​U​​sahakan untuk mencari informasi yang tepat terlebih dulu, baik dengan mencari artikel kesehatan yang relevan atau berkonsultasi ke dokter terlebih dulu.

Dengan begitu, ​Moms bisa mengenali dan mengatasi masalah pada si Kecil dengan lebih objektif dan tepat ya, sehingga tidak mengaitkan keluhan anak dengan masalah yang serius.

5.Pilih nutrisi yang tepat untuk dukung kenyamanan pencernaan & perkembangan otak optimal si Kecil

Salah satu langkah konkret yang ​Moms dapat lakukan adalah memastikan si Kecil mendapatkan asupan nutrisi yang tepat sesuai dengan perkembangan sistem pencernaannya, serta mendukung proses belajarnya.

Apalagi di usia 1-3 tahun, si Kecil memiliki dua kebutuhan yang terjadi secara bersamaan. Ini termasuk kenyamanan pencernaan dan perkembangan otak yang optimal. Hingga usia 2 tahun, sistem pencernaan si Kecil masih berkembang. Tidak hanya itu, perkembangan otak si Kecil juga berkembang hingga 85% dari ukuran otak dewasa hingga usia 3 tahun. Masa ini merupakan jendela emas yang tidak bisa diulang.

Salah satu sumber nutrisi yang bisa ​A+ ​Moms berikan, termasuk susu formula yang dirancang khusus dengan formula PHP & DHA untuk dukung kenyamanan pencernaan & perkembangan otak optimal. ​Moms bisa dapatkan ini ​salah s​atunya ​​dari Enfagrow A+ Gentle Care dengan formula PHP & higher DHA hingga 35 mg/saji. Dengan pencernaan yang nyaman dan perkembangan otak optimal, si Kecil pun selangkah lebih dekat menjadi bagian dari brilliant generation.

Dengan memberikan nutrisi yang tepat, ​Moms tidak perlu mengorbankan salah satu aspek demi aspek tumbuh kembang lainnya. Kenyamanan pencernaan dan dukungan perkembangan otak dapat berjalan beriringan.

​​​Moms tidak sendirian dalam menghadapi fase ini. Dengan informasi yang tepat dari tenaga medis tepercaya serta pilihan nutrisi yang sesuai, langkah kecil ini bisa membawa perubahan besar bagi kenyamanan pencernaan si Kecil dan ketenangan hati ​Moms.

Sumber:

Muts, J., et al. (2025). Formula protein versus human milk protein and the effects on growth in preterm born infants. Current Opinion in Clinical Nutrition & Metabolic Care, 28(1), 33-38.

Taheri, E., et al. (2025). Parental Factors Associated to Functional Abdominal Pain Disorders in the Pediatric Age Group: A Case-Control Study. Advanced Biomedical Research, 14(1), 9.

Kantaras, P., et al. (2024). Growth and gut comfort of healthy term infants exclusively fed with a partially hydrolysed protein-based infant formula: a randomized controlled double-blind trial. Frontiers in Pediatrics, 12, 1328709.

Li, X., et al. (2024). Infant formulas with partially or extensively hydrolyzed milk proteins for the prevention of allergic diseases: A systematic review and meta-analysis of clinical trials. Advances in Nutrition, 15(5), 100217.

Indrio, F., et al. (2022). Development of the gastrointestinal tract in newborns as a challenge for an appropriate nutrition: a narrative review. Nutrients, 14(7), 1405.

National Health Service UK (2023). Types of Formula. Stanford Medicine. Gastrointestinal Problems.

  • Terms & Conditions
  • Cookie Policy
  • Privacy Policy
© 2025 Enfa Indonesia • Copyright
  • tiktok