• Produk Kami
    • Enfagrow A+ MFGM Pro
    • Enfagrow A+ Gentle Care
    • Enfagrow Essential
  • Artikel
    • Kehamilan & Menyusui
    • Tumbuh Kembang Anak
    • Pencernaan
  • Event dan Promosi
  1. Home
  2. Pencernaan
  3. Ini Penyebab Kolik pada Bayi dan Cara Menenangkan si Kecil

Ini Penyebab Kolik pada Bayi dan Cara Menenangkan si Kecil

Ini Penyebab Kolik pada Bayi dan Cara Menenangkan si Kecil

Moms, apakah belakangan si Kecil sering menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan? Kondisi ini tentu bisa membuat Moms merasa khawatir dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Sebenarnya, salah satu penyebab kondisi ini adalah kolik.

Kolik sering ditandai dengan tangisan yang berlangsung lama, muncul tiba-tiba, dan sulit dihentikan meskipun kebutuhan dasar bayi sudah terpenuhi. Saat mengalaminya, si Kecil mungkin terlihat sangat tidak nyaman, misalnya dengan wajah memerah, tangan mengepal, lengan menengah, atau kaki yang terangkat ke arah perut.

Memahami kemungkinan penyebab kolik dapat membantu Moms lebih tenang sekaligus menemukan cara yang tepat untuk menenangkan si Kecil.

Key Summaries: 

  • Kolik adalah kondisi ketika bayi menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan meskipun dalam keadaan sehat.

  • Kolik ditandai dengan episode menangis atau rewel berkepanjangan tanpa penyebab medis yang jelas pada bayi yang tetap tumbuh dengan baik.

  • Salah satu penyebab yang sering dikaitkan dengan kolik adalah ketidaknyamanan pada sistem pencernaan bayi yang masih berkembang.

  • Memilih asupan nutrisi dengan protein yang lebih kecil dan mudah dicerna juga dapat membantu mendukung kenyamanan pencernaan bayi yang masih berkembang.

  • Pada bayi yang mengonsumsi susu formula, ukuran protein yang telah dipecah menjadi lebih kecil dapat lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi.

Apa Itu Kolik pada Bayi?

Menurut pedoman media terbaru, yaitu Rome IV, kolik adalah kondisi ketika bayi yang sehat menangis atau rewel dalam waktu yang cukup lama, bahkan bisa berlangsung hingga beberapa jam dalam sehari tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini cukup sering terjadi, terutama pada bayi yang baru lahir.

Kolik tidak lagi dinilai berdasarkan durasi menangis seperti pada “Rule of 3s” (menangis lebih dari 3 jam sehari, 3 hari dalam seminggu, selama 3 minggu berturut-turut) yang sebelumnya sering digunakan.

Artinya, selama si Kecil tetap aktif, menyusu dengan baik, dan tidak menunjukkan tanda gangguan kesehatan lain, tangisan tersebut umumnya masih termasuk dalam kondisi kolik. Dalam banyak kasus, kondisi ini merupakan bagian dari proses adaptasi tubuh bayi, terutama karena sistem pencernaannya yang masih dalam tahap perkembangan.

Apa Penyebab Kolik pada Bayi?

Sebenarnya, hingga saat ini, belum ada penyebab pasti yang menjelaskan mengapa kolik terjadi. Namun, para ahli percaya bahwa kondisi ini sering berkaitan dengan ketidaknyamanan pada pencernaan bayi yang masih berkembang.

Pada bayi yang baru lahir hingga berusia 2 tahun, sistem pencernaan si Kecil masih belajar beradaptasi dengan asupan nutrisi. Proses ini dapat membuat bayi lebih mudah mengalami sensasi tidak nyaman di perut, seperti kembung atau gas berlebih. Ketidaknyamanan inilah yang kemudian dapat memicu tangisan berkepanjangan.

Selain itu, bayi juga masih belajar menyesuaikan diri dengan berbagai rangsangan di sekitarnya, seperti suara, cahaya, dan aktivitas harian. Ketika stimulasi terasa terlalu banyak atau bayi merasa lelah, ia bisa mengekspresikannya melalui tangisan yang sulit dihentikan.

Kolik Senja pada Bayi

Moms mungkin memperhatikan bahwa tangisan si Kecil sering muncul pada waktu tertentu, misalnya di malam hari. Kondisi ini sering disebut sebagai kolik senja.

Hal ini dapat terjadi karena bayi merasa lelah setelah beraktivitas seharian. Sistem sarafnya yang masih berkembang membuat si Kecil lebih mudah mengalami overstimulasi, sehingga lebih sulit untuk menenangkan diri.

Ditambah lagi, ritme sirkadian (jam biologis tubuh) bayi pun belum terbentuk sempurna, sehingga ia belum sepenuhnya mengenali waktu istirahat dengan baik. Sistem pencernaannya juga cenderung melambat di malam hari setelah seharian menerima asupan, yang dapat menambah rasa tidak nyaman pada perut si Kecil.

Kombinasi dari faktor-faktor ini dapat membuat bayi mengalami kolik senja. Meski begitu, Moms tidak perlu khawatir. Kondisi ini umumnya merupakan bagian dari proses perkembangan yang normal dan akan membaik seiring bertambahnya usia si Kecil.

Cara Menidurkan Bayi yang Mengalami Kolik

Ada beberapa cara menidurkan bayi kolik agar si Kecil merasa lebih nyaman dan dapat beristirahat dengan lebih tenang, di antaranya:

1. Memberikan sentuhan yang menenangkan

Pijatan lembut pada perut atau punggung dapat membantu meredakan ketegangan yang dirasakan si Kecil. Sentuhan yang lembut juga dapat membuat bayi merasa lebih rileks sehingga lebih mudah tertidur.

2. Menggendong atau mengayun perlahan

Gerakan lembut saat digendong dapat memberikan rasa aman bagi bayi. Beberapa bayi kolik juga lebih mudah tertidur ketika Moms menggendongnya sambil berjalan perlahan atau mengayunnya dengan gerakan yang stabil.

3. Menciptakan rutinitas yang konsisten

Rutinitas sebelum tidur dapat membantu tubuh bayi mengenali waktu istirahat. Misalnya dengan memandikan si Kecil menggunakan air hangat, meredupkan lampu kamar, atau menyanyikan lagu pengantar tidur agar bayi lebih mudah merasa tenang.

4. Memastikan si Kecil merasa nyaman setelah menyusu

Setelah menyusu, usahakan si Kecil berada dalam posisi tegak selama beberapa waktu. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada perut si Kecil.

5. Pilih nutrisi yang mendukung kenyamanan pencernaan bayi

Untuk bayi yang mengonsumsi susu formula, pemilihan nutrisi yang tepat juga bisa membantu menjaga kenyamanan pencernaan si Kecil.

Berdasarkan rekomendasi terbaru dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), susu formula dengan kombinasi protein yang lebih mudah dicerna (Partially Hydrolyzed Protein atau PHP) dan kandungan laktosa yang lebih rendah dapat mengurangi gangguan pencernaan fungsional (Functional Gastrointestinal Disorders/FGID) pada bayi.

Protein yang lebih kecil juga lebih mudah dicerna oleh perut pencernaan si Kecil yang masih berkembang. Dengan begitu, pencernaan bayi tidak bekerja terlalu berat, sehingga dapat membantu mengurangi produksi gas berlebih dan membuat perutnya terasa lebih nyaman.

Kandungan laktosa yang lebih rendah juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada bayi dengan pencernaan yang sensitif.

Namun, Moms tetap harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak agar pilihan nutrisi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan si Kecil.

Kapan Kolik Biasanya Berkurang?

Kolik umumnya mulai muncul saat bayi berusia sekitar beberapa minggu setelah lahir. Kolik biasanya akan berangsur membaik seiring bertambahnya usia si Kecil. Seiring waktu, sistem pencernaan bayi akan semakin matang dan mampu beradaptasi lebih baik dengan asupan nutrisi yang diterimanya. Ketika proses ini terjadi, episode tangisan akibat kolik biasanya akan semakin jarang terjadi.

Jika Moms merasa tangisan si Kecil berlangsung sangat lama atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kesimpulan

Moms, kolik atau kondisi bayi yang menangis berkepanjangan tanpa penyebab medis yang serius memang bisa membuat khawatir. Kondisi ini sering terjadi karena sistem pencernaan si Kecil masih berkembang sehingga perutnya lebih sensitif dan mudah merasa tidak nyaman.

Untuk membantu menenangkan si Kecil, Moms dapat memberikan pijatan lembut atau menggendongnya agar ia merasa lebih aman dan rileks. Selain itu, pada bayi yang mengonsumsi susu formula, pilihan nutrisi dengan protein berukuran lebih kecil (Partially Hydrolyzed Protein atau PHP) dengan rendah laktosa, dapat membantu mendukung kenyamanan pencernaannya. Dengan dukungan yang tepat, si Kecil dapat melewati fase kolik ini dengan lebih nyaman.

FAQ

1. Apa itu kolik pada bayi?

Kolik adalah kondisi ketika bayi yang sehat mengalami tangisan berulang dan sulit ditenangkan tanpa penyebab medis yang jelas.

2. Apa yang menyebabkan bayi mengalami kolik?

Salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan kolik adalah sistem pencernaan bayi yang masih berkembang.

3. Kapan kolik biasanya mulai terjadi?

Kolik umumnya mulai muncul pada beberapa minggu pertama setelah bayi lahir dan dapat berlangsung hingga beberapa bulan pertama kehidupan.

4. Bagaimana cara menenangkan bayi yang sedang kolik?

Moms dapat mencoba beberapa cara seperti menggendong bayi, memberikan pijatan lembut, menjaga rutinitas yang menenangkan, atau memastikan bayi berada dalam posisi nyaman setelah menyusu.

5. Apakah kolik berbahaya bagi bayi?

Pada sebagian besar kasus, kolik tidak berbahaya dan akan berkurang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia bayi dan semakin matangnya sistem pencernaannya.

6. Apakah susu formula dengan protein lebih kecil dapat membantu kenyamanan pencernaan bayi?

Pada beberapa bayi, sistem pencernaan yang masih berkembang dapat membuat protein susu lebih sulit dicerna. Mengacu pada panduan IDAI, susu formula dengan PHP atau protein berukuran lebih kecil umumnya lebih mudah dicerna sehingga mengurangi ketidaknyamanan pada pencernaan bayi.

Referensi: 

  • https://theromefoundation.org/rome-iv/rome-iv-criteria/

  • https://www.pediatricassociates.net/services/newborns/colic

  • https://www.nutricia.ie/hcp/where-we-specialise/common-infant-feeding-problems/colic.html

  • https://link.springer.com/article/10.1007/s11894-020-00760-8

  • https://bpdev.idai.or.id/buku/gangguan-saluran-cerna-fungsional?utm_source=chatgpt.com

  • Terms & Conditions
  • Cookie Policy
  • Privacy Policy
© 2025 Enfa Indonesia • Copyright
  • tiktok