Duo PHP & DHA: Kunci Perut Nyaman dan Perkembangan Otak Optimal si Kecil

Bila anak rewel pada malam hari, menolak makan, atau sering merasa perutnya tidak nyaman, wajar jika orang tua merasa cemas. Namun, A+ Moms tidak perlu panik. Kombinasi PHP & DHA kini menjadi solusi bagi banyak orang tua, karena tidak hanya membantu menjaga kenyamanan pencernaan anak, tetapi juga mendukung perkembangan optimal otaknya.
Ketidaknyamanan pencernaan pada anak usia di bawah 3 tahun sangat umum terjadi. Bahkan, 1 dari 4 anak di Indonesia pernah mengalami gejala digestive discomfort, seperti rewel, perut kembung, dan buang angin. Meski tidak berbahaya, kondisi ini dapat mengganggu istirahat dan aktivitas anak, bahkan tumbuh kembangnya.
Saat si Kecil merasa perutnya tidak nyaman, nafsu makannya juga bisa turun, dan tidurnya menjadi tidak nyenyak. Kurangnya asupan nutrisi dan istirahat ini dapat membuat anak lebih sensitif secara emosional, sehingga anak tidak bisa menikmati aktivitas belajar maupun bermain.
Sedangkan efeknya secara fisik, kekurangan asupan nutrisi dan istirahat, termasuk sulit untuk tidur yang nyenyak, dapat mengganggu tumbuh kembang jika dibiarkan terjadi dalam jangka panjang. Kondisi ini juga dapat berdampak pada perkembangan otak anak, terutama dalam hal kemampuan belajar, konsentrasi, dan pengolahan informasi.
Ketidaknyamanan pencernaan pada anak juga bisa menimbulkan dampak tidak langsung pada orang tua. Bagi banyak A+ Moms, malam hari yang seharusnya menjadi waktu istirahat justru berubah menjadi momen melelahkan. Si Kecil terbangun sambil menangis, melengkungkan tubuhnya karena perut terasa tidak nyaman, dan sulit ditenangkan meski sudah digendong atau dipeluk.
Dalam situasi seperti ini, tidak jarang muncul rasa bingung dan bersalah. A+ Moms mungkin bertanya-tanya, “Apakah ada yang salah dengan asupan makannya?” atau “Kenapa ia masih terlihat kesakitan?” Ketika upaya menenangkan tidak berhasil, kelelahan fisik bisa bercampur dengan tekanan emosional.
Kurangnya tidur si Kecil dapat membuat A+ Moms lelah dan terus menerus diliputi kekhawatiran. Inilah mengapa memahami akar masalah pencernaan menjadi penting agar A+ Moms tidak hanya menenangkan gejala, tetapi juga membantu mengatasi penyebabnya.
Melihat Fakta di Balik Sistem Pencernaan Anak
Untuk memahami mengapa gangguan pencernaan sering terjadi pada anak usia 1–3 tahun, kita perlu melihat bagaimana kerja sistem pencernaan pada usia ini. Ada 2 proses penting yang masih dalam tahap perkembangan, yaitu pemecahan nutrisi oleh enzim dan pergerakan makanan di dalam usus.
Dari berbagai zat gizi yang dikonsumsi anak, protein termasuk yang paling menantang untuk dicerna ketika sistem pencernaan masih berkembang.
Berikut ini adalah penjelasannya:
1.Pemecahan nutrisi oleh enzim
Protein merupakan zat gizi yang penting untuk pertumbuhan jaringan, pembentukan enzim, dan daya tahan tubuh. Namun, protein memiliki struktur molekul yang kompleks dan berukuran besar. Untuk memecahnya menjadi asam amino yang mudah diserap, tubuh memerlukan enzim protease dalam jumlah yang cukup.
Hingga usia 2 tahun, produksi dan aktivitas enzim ini belum sepenuhnya matang. Protein yang tidak terurai sempurna dapat tertinggal lebih lama di saluran cerna dan terfermentasi oleh bakteri di usus, sehingga memicu produksi gas berlebih.
Selanjutnya, gas yang dihasilkan dapat menyebabkan peregangan di dinding usus. Hal ini mengaktifkan saraf di usus untuk mengirimkan sinyal ke otak yang akan diterjemahkan oleh otak sebagai rasa nyeri atau kembung. Inilah yang membuat anak menjadi rewel, merasa perutnya tidak nyaman, dan lebih sering buang angin.
2.Pergerakan makanan di dalam usus
Selain enzim, gerakan usus juga berperan penting dalam proses pencernaan untuk mendorong makanan, sampai menjadi kotoran, dan akhirnya dikeluarkan dari tubuh. Pada usia ini, gerakan usus anak masih dalam perkembangan.
Sistem dan jaringan saraf yang mengatur gerakan otot usus belum sepenuhnya bekerja optimal. Jika gerakan otot usus terlalu lambat, sisa makanan dan gas dapat tertahan lebih lama sehingga menimbulkan rasa penuh dan kembung.
Kombinasi aktivitas enzim yang belum matang dan gerakan usus yang belum stabil inilah yang paling berkontribusi pada munculnya gejala ketidaknyamanan pencernaan, sehingga anak menjadi rewel, kembung, dan sering buang angin.
Gentle Duo: PHP & DHA untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
Berangkat dari pemahaman ilmiah mengenai sistem pencernaan anak yang masih berkembang, para ahli nutrisi merancang pendekatan yang lebih lembut dan sesuai dengan kebutuhan usia ini. Bukan sekadar memberikan protein dalam jumlah cukup, tetapi juga memastikan bentuk proteinnya lebih mudah diproses oleh tubuh anak.
Seiring berkembangnya pengetahuan dan teknologi dalam bidang nutrisi anak, kini tersedia bentuk protein yang lebih ramah untuk sistem pencernaaan anak, yaitu protein terhidrolisa parsial (PHP). PHP merupakan protein yang telah melalui proses hidrolisis, sehingga sudah dipecah menjadi molekul yang lebih kecil daripada protein utuh.
Ukuran molekul protein yang lebih kecil ini membuatnya lebih mudah dipecah dan dicerna, sehingga enzim pencernaan dapat bekerja secara lebih efisien meski jumlahnya sedikit. Proses pemecahan protein menjadi asam amino juga menjadi lebih cepat, sehingga mengurangi sisa protein yang tidak tercerna di usus dan difermentasi berlebihan oleh bakteri.
Singkatnya, ukuran molekul yang lebih kecil memiliki keunggulan sebagai berikut:
- Protein menjadi lebih mudah dan lebih cepat dicerna
- Mengurangi beban kerja enzim pencernaan
- Membuat saluran pencernaan anak lebih nyaman
Pemberian protein dalam bentuk PHP sangat relevan bagi anak yang rewel karena perutnya terasa tidak nyaman, kembung, dan sering buang angin akibat proses pencernaan yang tidak sempurna.
Di saat yang sama, pada usia ini, pemberian nutrisi untuk perkembangan otak anak sangat perlu diperhatikan. Karena itulah, PHP perlu dikombinasikan dengan DHA (docosahexaenoic acid) dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan harian anak. Ini agar anak tidak hanya nyaman secara fisik, tetapi juga tetap mendapatkan cukup nutrisi untuk perkembangan otak secara optimal.
Pada anak-anak, kebutuhan DHA harus disesuaikan dengan usianya. Untuk mendukung perkembangan otak dan tumbuh kembangnya, anak usia 1–4 tahun membutuhkan asupan DHA sekitar 100–250 mg per hari. Asupan ini bisa diperoleh dari berbagai makanan dan minuman, termasuk susu formula dengan kandungan DHA yang dikombinasikan dengan PHP.
Dalam praktiknya, tidak semua anak mendapatkan kombinasi nutrisi yang tepat dalam jumlah yang konsisten dari makanan sehari-hari. Oleh karena itu, A+ Moms dapat mempertimbangkan asupan tambahan seperti susu pertumbuhan yang diformulasikan khusus dengan kombinasi PHP dan DHA, sehingga kebutuhan nutrisi untuk kenyamanan pencernaan sekaligus perkembangan otak si Kecil dapat terpenuhi dengan optimal.
Pencernaan Nyaman, Anak Siap Tumbuh dan Belajar
Ketika gangguan pencernaan berkurang, bukan hanya perut si Kecil yang nyaman, tetapi tumbuh kembangnya juga akan maksimal. Inilah yang dimaksud dengan manfaat ganda, di mana anak merasa lebih nyaman secara fisik sekaligus lebih siap berkembang secara optimal.
Singkatnya, saat perut dan pencernaan terasa nyaman, si Kecil cenderung akan:
- Bisa tidur lebih nyenyak dan cukup
- Lebih mudah menerima makanan
- Lebih stabil suasana hatinya
- Lebih siap berinteraksi dan belajar
Kondisi-kondisi ini bukan hanya terlihat dari perilaku sehari-hari, tetapi juga berkaitan dengan proses penting di dalam tubuh anak.
Tidur yang cukup dan berkualitas berperan dalam proses konsolidasi memori dan perkembangan kognitif, sedangkan asupan nutrisi yang baik akan mendukung pertumbuhan fisik. Sementara itu, suasana hati anak yang stabil akan membantunya lebih percaya diri dalam mengeksplorasi lingkungan.
Dengan kata lain, mendukung kesehatan pencernaan sekaligus perkembangan otak merupakan pendekatan yang penting untuk memastikan kondisi si Kecil selalu sehat dan proses tumbuh kembangnya tetap lancar.
Solusi Nutrisi yang Aman untuk Anak dengan Kombinasi PHP & DHA
Pendekatan ilmiah inilah yang menjadi dasar perancangan Enfagrow A+ Gentle Care. Produk ini diformulasikan secara khusus untuk menjawab dua kebutuhan utama anak usia 1–3 tahun, yaitu kenyamanan pencernaan dan dukungan perkembangan otak yang optimal.
Keunggulan kandungan Enfagrow A+ Gentle Care adalah:
- Formula PHP, yaitu protein dengan ukuran lebih kecil yang lebih mudah dicerna, untuk menjaga kenyamanan pencernaan si Kecil.
- DHA dengan kadar yang lebih tinggi, hingga 35 mg per sajian, sehingga mampu mencukupi kebutuhan harian anak per hari untuk perkembangan otak yang optimal dan dukung briliannya si Kecil.
Dengan Enfagrow A+ Gentle Care, A+ Moms tidak perlu memilih antara perut nyaman atau perkembangan otak optimal si Kecil untuk dukung briliannya, karena keduanya bisa didapatkan sekaligus.
Ketidaknyamanan pencernaan pada anak memang umum terjadi, tapi jika diabaikan, efeknya bisa ke tumbuh kembang anak. Namun, dengan pemberian nutrisi yang tepat, keluhan ini dapat diatasi.
Makin cepat ketidaknyamanan pencernaan si Kecil ditangani dengan nutrisi yang tepat, makin besar peluangnya untuk kembali ke pola makan dan tidur yang sehat. Penanganan sejak awal dapat mencegah gangguan berulang yang dapat menurunkan kualitas tumbuh kembangnya dalam jangka panjang.
Setelah memahami alasan di balik ketidaknyamanan pencernaan, pentingnya DHA bagi perkembangan otak, serta hubungan antara keduanya, A+ Moms kini dapat mengambil keputusan yang tepat bagi si Kecil.
Bila keluhan pada si Kecil masih terus berlanjut meski sudah mendapatkan nutrisi yang tepat, segera konsultasikan dengan dokter anak ya, A+ Moms.
Referensi:
Chandra, et al. (2025). The Influence of Growth Milk Consumption on
Nutritional Status, Illness Incidence, and Cognitive Function of Children Aged 2–5 Years. 12(5):545.
Fabrizio, et al. (2025). A Randomized Controlled Trial of a Partially Hydrolyzed Formula on Comfort Measures in Fussy Infants. Current Developments in Nutrition. 9(11):107574.
Shepherd, et al. (2025). Enteral High-Dose Docosahexaenoic Acid and Neurodevelopment in Extremely Preterm Infants: A Systematic Review and Meta-analysis. Current Developments in Nutrition. 9(9):107510.
Hu, R. et al. (2024). Could early life DHA supplementation benefit neurodevelopment? A systematic review and meta-analysis. Frontiers in Neurology, DOI: 10.3389/fneur.2024.1295788.
Kadim, et al. (2024). M, Karyana I, Darma A, Yosia M, Basrowi R, Dilantika C, Sundjaya T, Wasito E. Current Landscape and Overview of Gastrointestinal Health in Indonesian Children: A Scoping Review . Open Public Health Journal. 17: e18749445339403.
Vandenplas, Y. et al. (2022). Partial Hydrolyzed Protein as a Protein Source for Infant Feeding: Do or Don’t? Nutrients, DOI: 10.3390/nu14091720.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2023). Beragam Manfaat DHA untuk Kesehatan.
National Institute of Health (2025). Office of Dietary Supplements. Omega-3 Fatty Acids.
National Health Service UK (2023). Constipation in children.
Hegar, B. Ikatan Dokter Anak Indonesia (2023). Gangguan Saluran Cerna Fungsional.
Ninditya, L. Ikatan Dokter Anak Indonesia (2016). Mencegah Anak Berperawakan Pendek.
Mayo Clinic (2024). What are the symptoms of infant constipation? And what's the best way to treat it?
Cedars Sinai. Lactose Intolerance in Children.