Jika bayi Ibu mengalami masalah makan. mungkin ia akan mengalami cegukan (dan beberapa hal lain) pada fase ini. Berikut ini adalah beberapa masalah yang timbul saat bayi makan padat dan bagaimana cara mengatasinya.

Cegukan

Kebanyakan bayi mengalami cegukan sehabis makan, terutama pada beberapa bulan pertamanya. Cegukan tidak selalu merupakan gejala sakit perut atau masalah pencernaan.

Tip:

  • Bantu si kecil bersendawa, jika ia memiliki banyak udara di perutnya.

Gumoh

Bayi seringkali gumoh setiap habis makan. Ia mungkin menelan banyak udara saat makan. Atau mungkin ia mendapat terlalu banyak stimulasi, terlalu banyak makan atau terburu-buru saat sedang makan. Atau mungkin si kecil merespon perubahan di lingkungannya..

Tips:

  • Berikan ia makanan yang lebih sedikit namun lebih sering.
  • Jadikan waktu makan setenang dan serileks mungkin.
  • Hindari gangguan saat makan.
  • Sendawakan si kecil lebih sering.
  • Kocok botol untuk memeriksa aliran susu. Ini harusnya mengeluarkan satu tetes dalam satu waktu, bukan aliran yang terus-menerus. Ubah aliran dengan menyesuaikan ketatnya cincin dot di atas botol, atau dengan mengubah dot yang alirannya lebih lambat.

Perut Kembung dan Rewel

Saat bayi lahir, sistem pencernaannya masih berkembang, dan masih berlanjut hingga beberapa bulan kehidupannya. Karena ini, mungkin si kecil mengalami perut kembung atau rewel. Ini hal yang biasa. Gejala ini mungkin merupakan hasil dari intoleransi terhadap makanan atau sensitivitas.

Tips:

  • Coba sendawakan si kecil, jika ia memiliki gas di dalam perutnya.
  • Berikan ia porsi makan yang lebih sedikit dan lebih sering.
  • Jadikan waktu makan setenang dan serileks mungkin.
  • Jika si kecil menelan terlalu banyak udara saat makan, periksa dot apakah ini tersumbat, atau apakah ia sudah siap untuk dot dengan aliran yang lebih cepat.
  • Juga periksa posisi memegang botol ketika menyusui si kecil. Selalu arahkan botol ke bawah ke arah mulut bayi pada posisi 45 derajat dengan dot yang dipenuhi susu, bukan udara.
  • Hindari gangguan saat memberikan makan si kecil.
  • Konsultasikan pada dokter tentang susu formula khusus yang mudah dicerna dan proteinnya telah dipecah dengan kadar laktosa yang rendah untuk bayi yang mengalami perut kembung dan rewel.

Kolik

Tangisan dalam periode yang panjang, biasanya pada waktu yang sama dalam satu hari. Rewel. Masalah tidur. Perut nyeri karena gas. Jika ini terdengar akrab dengan Ibu, mungkin si kecil mengalami kolik, mungkin terjadi karena alergi protein, bicarakan dengan dokter mengenai hal ini.

Tips:

  • Balut si kecil dengan selimut atau gendongan, lalu gendong ia di dalam dekapan Ibu dan ayunkan perlahan.
  • Jalan bersamanya.
  • Dudukan si kecil di car seat dan ajak ia jalan-jalan.
  • Berikan ia botol susunya. Jangan biarkan ia lapar dalam jangka waktu yang panjang.
  • Coba berikan dot.
  • Nyalakan musik yang menenangkan.

Masalah Buang Air Besar

Bayi yang mengonsumsi susu formula biasanya buang air besar setidaknya satu kali sehari, dengan warna yang berbeda-beda dari kuning, coklat hingga hijau dengan tekstur seperti selai kacang.

Tips:

  • Jika si kecil mengalami diare, demam, muntah atau dehidrasi, hubungi dokter.
  • Jika ia tidak buang air besar selama empat hari, hubungi dokter.

Masalah Tidur

Beberapa bayi mengalami masalah untuk terus terjaga dalam jangka waktu yang lama jika ia tidak cukup makan. Ibu akan paham bahwa si kecil telah cukup makan jika ia:

  • Makan 8+ kali per hari pada 2-3 minggu pertamanya
  • Memiliki 6-8 popok basah setiap hari
  • Buang air besar sekitar 1-3 kali sehari

Tips:

Jika si kecil terlalu mengantuk untuk makan, coba:

  • Perhatikan si kecil, sentuh dia dan bicara kepadanya dengan nada suara yang berbeda-beda
  • Buka bajunya untuk menstimulasi kepekaannya
  • Usap lembut telapak kakinya
  • Bicara pada dokter anak

Jika membutuhkan bantuan, Ibu dapat menghubungi Enfa A+ Smart Center Via Live Chat & Whatsapp di 08777700253 untuk berkonsultasi lebih jauh mengenai berbagai informasi dan tips mengatasi masalah makan bayi.