Saat bayi berusia 6 bulan, sangat penting untuk memberikannya makanan yang kaya kandungan zat besi seperti:

  • Sereal bayi yang sudah terfortifikasi zat besi

  • Daging sapi, daging ayam, daging kalkun, daging kambing yang ditumbuk halus (puree)

  • Ikan yang ditumbuk halus (puree)

  • Tofu yang ditumbuk halus (puree)

  • Telur yang ditumbuk halus (puree)

  • Kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang polong dan buncis yang sudah dimasak dan ditumbuk halus

Hampir semua orang tua akan memulai dengan sereal bayi yang sudah terfortifikasi zat besi, namun tidak ada alasan psikologis yang menjelaskan bahwa si kecil tidak dapat mentoleransi daging dan lainnya pada usia 6 bulan.

Sereal Bayi

  • Mulai dengan sereal yang sudah terfortifikasi, gandum utuh, seperti beras. Secara bertahap coba sereal gandum utuh lainnya, seperti oat, barley dan wheat.

  • Berikan sereal gandum campuran hanya setelah si kecil mencoba berbagai jenis sereal gandum.

  • Buat sereal sangat cair di tahap awal. Saat si kecil semakin baik dalam mengunyah makanan, berikan lebih sedikit air untuk membuat serealnya kental.

  • Selalu berikan sereal dengan sendok. Jangan pernah tambahkan sereal ke botol si kecil.

Daging dan Alternatifnya

  • Buat daging dan alternatifnya cenderung basah agar ini mudah untuk ditelan. Tambahkan air lebih banyak atau masak daging dan kacang bersamaan. Gunakan juga tofu yang lembut.

  • Jangan berikan si kecil ikan todak, hiu, tuna segar atau bistik tuna, marlin, tuna steak, marlin, orange roughy dan escolar lebih dari sekali dalam sebulan. Batasi juga konsumsi ikan tuna putih hanya satu kali dalam seminggu Ikan ini tinggi akan kandungan merkuri.

Ikan dan kerang yang rendah merkuri dan kaya akan kandungan asam lemak Omega-3 antara lain, ikan haring, tenggiri, pollock, salmon, rainbow trout, udang dan tiram. Tuna kaleng juga memiliki kadar merkuri yang rendah. Berikan jenis ikan ini setidaknya dua porsi dalam seminggu.