finger-food

Apa jenis makanan yang paling baik untuk diberikan pada si kecil di usia ini? 

Ibu memiliki banyak pilihan makanan yang bisa dipegang oleh si kecil dan dimakannya sendiri. Kemampuan si kecil untuk memegang akan menjadi lebih baik, ia bisa mengambil benda-benda kecil dengan menjumputnya (mengambil benda dengan jempol dan jari telunjuk) dan tidak lagi menggunakan seluruh tangan. Finger food(makanan dalam bentuk kecil yang bisa digenggam) melatih keterampilan si kecil untuk memegang benda dengan benar dan memberinya kontrol mengenai jumlah asupannya.

Idealnya, finger food harus berukuran satu kali gigit, atau dipotong kecil (karena gigi si kecil belum bekerja sempurna) dan cepat lumer atau menjadi encer. Lalu, perhatikan jumlah potongan yang Ibu berikan, jika ibu memberikan sereal dalam jumlah banyak, mungkin saja ia akan memakan semuanya, jadi berikanlah jumlah yang sedikit. Cara ini juga bisa membantu ibu untuk mengurangi ‘kekacauan’ yang terjadi saat si  kecil makan, dan mengajak si kecil mengendalikan keinginannya dengan meminta (atau memberikan tanda lain) jika ia ingin menambah makanannya.

Beberapa jenis finger food yang baik untuk mengawali:

  • Sereal berbentuk O
  • Nasi padat (seperti lontong atau ketupat)
  • Pisang yang sudah matang atau pir yang sudah dikupas.
  • Potongan tofu
  • Telur orakarik
  • Kacang hijau matang
  • Pasta matang, pilih yang berbentuk tabung atau kerang
  • Abon ikan atau ayam matang
  • Roti panggang atau pancake
  • Labu, kentang, atau ubi jalar matang yang dipotong dadu
  • Sup ayam dengan sayuran dan nasi (ayam harus lembut dan dapat hancur bersama dengan sayuran yang dimasak dan nasi, dan sup yang tidak terlalu panas saat dihidangkan)

Dalam beberapa tahun terakhir, secara drastis dokter anak telah mengubah rekomendasi mereka untuk memperkenalkan makanan padat. Studi terbaru menunjukkan bahwa urutan pengenalan makanan setelah usia 6 bulan tidak berhubungan dengan alergi yang akan diderita si kecil. Nyatanya, mengenalkan berbagai macam makanan sejak dini tidak hanya membuat si kecil makan lebih baik, tetapi juga dapat menurunkan kemungkinan alergi terhadap makanan di kemudian hari karena si kecil sudah menjadi peka sejak awal.

Akhirnya, tiba juga saatnya untuk memperkenalkan berbagai makanan yang berbeda pada si kecil, bersenang-senanglah dan coba untuk memberikan berbagai macam rasa yang sering dikonsumsi oleh keluarga di rumah. Kenalkan makanan satu dan lain yang belum pernah dicobanya, dan jangan lupa untuk mengulang lagi saat si kecil menolaknya pertama kali. Mungkin butuh ratusan kali sampai si kecil bisa mengembangkan rasa untuk sesuatu yang baru.

Hindari memberi si kecil makanan yang memperbesar risiko muntah, seperti potongan daging atau keju, sayuran mentah, berondong jagung, hot dogs, permen karet, permen yang keras ataupun buah anggur yang utuh.