H1

Amankah Menambahkan Garam pada Makanan Bayi?

 

H2

Faktanya, mencampurkan garam ke dalam resep makanan bayi buatan Ibu dapat membahayakan kesehatannya. Sebagian orang tua mungkin menambahkan perasa buatan ke dalam makanan bayi agar memiliki rasa yang kuat sebagai bujukan untuk makan. Namun ini adalah satu hal yang tidak boleh Ibu lakukan, terutama pada bayi berusia di bawah 12 bulan.

Mencampurkan garam pada makanan si kecil bukan hanya tidak diperlukan, tapi juga berbahaya bagi kesehatannya karena si kecil memiliki palet rasa yang masih bersih sehingga makan makanan dengan rasa yang sama tidak menjadi suatu hal yang mengganggunya.

Sodium yang terkandung di dalam garam memang dibutuhkan dalam jumlah terbatas. Tak hanya bermanfaat untuk menyeimbangkan cairan dalam tubuh, sodium pun berperan sebagai penenang sel saraf, dan sebagai energi penggerak otot yang mengatur peredaran darah. Namun kadar sodium yang dibutuhkan si kecil sejak usia 0-12 bulan hanyalah 0,4 gram setiap hari. Secara fisik, ginjal si kecil tidak akan bisa menampung asupan sodium melebihi batas tersebut.

Ginjal adalah organ tubuh si kecil yang terancam jika ia menerima asupan garam yang melebihi batas kebutuhannya. Sistem tubuh serta pencernaan si kecil masih peka, dan ginjal merupakan organ yang paling sensitif. Ginjal si kecil tidak dapat memproses garam dalam kadar tinggi. Jika menerima terlalu banyak garam (selain dari sumber alami seperti buah, sayur, ASI, atau susu formula) si kecil dapat mengalami gagal ginjal, darah tinggi, dan resiko kerusakan otak.

Tak heran jika banyak Ibu yang memilih untuk membuat menu MPASI-nya sendiri agar dapat mengontrol kandungan nutrisinya. Sampai si kecil berusia 6 bulan, seluruh kandungan sodium yang dibutuhkannya sudah ada di dalam ASI atau susu formula yang diminumnya. Dan saat si kecil mulai menerima makanan padat, Ibu tidak perlu memberikan garam dalam menu MPASI-nya, baik menu sehat buatan Ibu maupun makanan bayi siap saji.

Pantau terus semua makanan yang diterimanya, terutama biskuit dan sereal yang dijual di swalayan. Perhatikan kadar sodium di tiap makanan, terutama pada makanan yang tidak ditujukan untuk bayi seperti sereal dan pasta untuk anak yang sudah lebih besar atau orang dewasa, sekalipun Ibu tidak menemukan rasa asin dalam makanan tersebut. Ingat bahwa Ibu sudah terbiasa merasakan garam, sebaliknya dengan si kecil. Hindari juga pemberian makanan yang sudah diproses, seperti:

  • Biskuit, crackers, atau jenis keripik lainnya
  • Cemilan anak kecil atau orang dewasa
  • Sup
  • Daging olahan

Gantikan kebutuhan sodium si kecil dengan makanan sehat untuk menu MPASI-nya, seperti:

  • Buah-buahan
  • Sayuran
  • Daging merah, daging ayam, dan ikan segar
  • Telur
  • ASI atau susu formula

Jangan sampai masalah pencernaan menghambat momen tumbuh kembang si kecil. Cek kesehatan saluran cerna si kecil melalui BAB-nya di http://www.enfa.co.id/articles/wikipoop. Ibu pun bisa mengetahui lebih lanjut pula seputar gangguan pencernaan yang di alami si kecil dengan melakukan konsultasi via WhatsApp ke nomor 08777700253. Tim ahli kami siap bantu menjawab pertanyaan Ibu seputar pencernaan dan tumbuh kembang si kecil setiap hari Senin – Jumat, pukul 09.00 – 17.00 WIB.

Source:

http://wholesomebabyfood.momtastic.com/saltinbabyfood.htm

http://www.babycentre.co.uk/x555836/can-i-put-salt-in-my-babys-food