Perkembangan si kecil sangatlah menakjubkan. Seiring dengan pemberian nutrisi yang sesuai, ada beberapa aktivitas sederhana yang akan mendukung perkembangannya dari hari ke hari.

Perkembangan Kognitif    

Permainan sebab-akibat. Ajarkan si kecil tentang sebab-akibat dengan menunjukkan: saat  balok dimasukkan ke dalam ember akan timbul suara, bola akan menggelinding saat didorong, dan boneka dalam beberapa permainan seperti jack-in-the-box akan muncul saat tuas diputar.

Petak Umpet. Ajak si kecil bermain Petak Umpet dengan menutup wajah Ibu dengan selimut yang dapat ditarik si kecil. Seiring pemahaman si kecil mengenai keberadaan benda, ia akan senang menemukan Ibu yang sedang bersembunyi. Si kecil mulai mengerti bahwa Ibu akan selalu ada walaupun ia tidak bisa melihat Ibu.

Perkembangan Motorik

Permainan rintangan. Misalnya, menyusun bantal-bantal kecil yang bisa dipanjatnya dan kardus-kardus besar agar si kecil bisa merangkak ke dalamnya.

Beri si kecil motivasi untuk berdiri. Jika si kecil urung untuk berdiri, coba letakkan mainan di atas meja yang rendah sehingga ia dapat memotivasi dirinya untuk menjangkau mainan tersebut. Saat si kecil melihat mainan itu, ia akan mencoba mengangkat badannya untuk mengintip.

Berjalan bersama-sama. Bantu si kecil belajar berdiri dengan memegang kedua tangannya. Ambil satu atau dua langkah dan beri semangat kepadanya kecil untuk berjalan bersama Ibu.

Biarkan si kecil makan sendiri. Pada saat makan, berikan si kecil sendok plastik lebar dan sebuah cangkir untuk memotivasinya agar bisa makan sendiri. Daripada membiarkan si kecil berjuang untuk makan sendiri – ingatlah bahwa kemampuannya belum sempurna – gunakan dua sendok yang bisa Ibu dan si kecil gunakan sendiri-sendiri. Sendok di tangan Ibu mungkin akan lebih sering dipakainya, tapi si kecil  akan merasa mandiri untuk makan sendiri.

Bermain adonan kue. Dengan menggunakan lilin yang menyerupai adonan kue (atau adonan kue sungguhan) dan aman untuk si kecil permainan ini baik untuk mengembangkan koordinasi tangan dan mata si kecil.

Rapikan tempat bermain si kecil. Pastikan bahwa cara Ibu melindungi si kecil sesuai dengan tahap perkembangannya. Dengan setiap keterampilan baru yang ia miliki, si kecil akan menemukan bahaya baru yang belum pernah Ibu bayangkan sebelumnya. Sebagai contoh, saat si kecil mulai merangkak, Ibu harus menempatkan pagar di bagian atas dan bawah tangga. Hal ini akan memberinya kebebasan menjelajah dengan aman karena si kecil belum bisa memanjat tangga tersebut.

Perkembangan Komunikasi

Berperan sebagai narator. Saat Ibu berjalan menyusuri jalan, tunjuk benda yang ada dan jelaskan benda apakah itu. Ibu juga bisa menjelaskan tentang apa yang sedang Ibu lakukan dan apa yang akan Ibu lakukan. Di usia ini, si kecil mulai memahami apa yang Ibu katakan melalui bahasa tubuh, nada suara, dan konteks.

Mengobrol dengan si kecil. Ketika si kecil mengoceh panjang sehingga menyerupai kata dan kalimat, tunggu saat jeda dan tambahkan ocehannya dengan kalimat dari Ibu. Pola ini mengajarkan kepadanya tentang percakapan dua arah.

Membuat perpustakaan. Simpan sekeranjang buku-buku di lantai atau area yang mudah untuk dijangkau si kecil agar ia dapat melihatnya sendiri.

Ajarkan si kecil bahasa isyarat sederhana. Di usia 8-9 bulan, si kecil mulai dapat memahami dan menggunakan bahasa isyarat. Bahasa isyarat akan membantu si kecil untuk mengekspresikan keinginannya dan dapat membantu mengurangi tangisan juga perasaan tertekan. Namun, jika memaksa si kecil untuk terus-menerus menggunakan isyarat,dapat membuatnya cemas.

Perkembangan Sosial

Melambaikan tangan ketika Ibu akan pergi. Hal ini mengajarkan dan memperkuat pesan penting: ketika Ibu pergi, Ibu akan selalu datang kembali.

Membawa ’benda kesayangan’ Jika si kecil mengalami kesulitan untuk berpisah dari Ibu, ajak si kecil untuk membawa selimut atau mainan favoritnya di mana pun ia berada. Benda ini juga disebut sebagai benda transisi yang akan membantu si kecil untuk tetap merasa aman saat Ibu tidak ada.

Latihan mengalihkan perhatian. Saat si kecil terlihat tertekan karena rutinitas yang ia lakukan, Ibu tidak perlu memaksakan tapi alihkanlah perhatian si kecil. Pindah ke ruangan lain, cari mainan baru, atau mulailah melakukan aktivitas baru.

Tetap pada jadwal sebanyak mungkin yang Ibu bisa. Buat jadwal untuk menyusui, tidur siang, dan waktu bermain yang teratur pada setiap harinya. Kegiatan yang rutin ini sangat menyenangkan dan membantu si kecil merasa aman. Ikuti jadwal ini di hari biasa juga akhir pekan.