kecil

Pada tahap ini, biasanya si kecil sangat lincah dan suka bergerak semaunya. Ia mulai penasaran terhadap lingkungan di sekitarnya dan kemampuan sosialnya juga semakin berkembang. Masa ini adalah masa perkembangan yang sibuk tetapi juga sangat menyenangkan bagi Ibu dan si kecil.

Kendati demikian, Ibu tidak perlu mengkhawatirkan tahapan tumbuh kembang yang ada, karena tidak semua perkembangan si kecil sama.

Bisa jadi ia sedang fokus belajar satu kemampuan baru dan mengesampingkan kemampuan lain sampai ia menguasai betul kemampuan yang sedang dipelajarinya tersebut. Perilaku seperti ini adalah normal. Ibu perlu selalu mendukung si kecil dengan kasih sayang, terus berinteraksi dengannya serta memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Inilah beberapa perkembangan yang terjadi pada si kecil ketika masa tujuh bulan setelah kelahirannya.

Perkembangan Kognitif

‘Temuan’ terbesar yang didapat si kecil pada beberapa bulan terakhir ini adalah bahwa seseorang atau benda, masih tetap ada meskipun ia tidak melihat keberadaannya. Konsep ini disebut dengan objek yang permanen (object permanence). Sekarang, ketika ia menjatuhkan suatu benda sampai ia tidak bisa melihatnya, si kecil tahu bahwa benda itu tetap ada, dan ia mungkin akan menangis atau mencoba meraihnya. Prinsip yang sama terjadi pada saat Ibu bermain “cilukba”. Si kecil bisa mengerti bahwa wajah Ibu masih ada di balik tangan yang tertutup dan ia sangat antusias untuk melihat wajah Ibu kembali.

Perkembangan Motorik

Perkembangan si kecil pada bulan ini melesat baik kemampuan motorik halus (menggunakan kedua tangan) dan kemampuan motorik kasarnya (menggunakan anggota tubuh, khususnya lengan dan kaki). Begitu pergerakan tangannya semakin berkembang, si kecil bisa mengangkat benda kecil dengan jarinya menyerupai jepitan.  Sebelum tahap ini, biasanya ia hanya bisa menggerakkan benda mendekat dan menjauh dengan menggunakan kedua tangannya seperti sedang memakai sarung tangan. Kemampuan barunya ini juga memungkinkannya memegang lebih banyak jenis benda dengan tangannya, atau menggenggam satu benda di setiap tangannya. Selain itu, si kecil juga sudah bisa duduk sendiri dan melihat sekitarnya untuk waktu yang lebih lama. Ia bahkan bisa berguling ke belakang dan sebaliknya. Bersamaan dengan berguling, si kecil juga biasanya bergoyang serta bergeser-geser. Ini tandanya si kecil akan siap untuk merangkak!

Perkembangan Komunikasi

Walaupun belum bisa mengucapkan satu kata pun, si kecil bisa berinteraksi cukup baik dengan Ibu. Dengan memperhatikan Ibu saat berbicara, ia belajar tentang percakapan, bahwa dua orang yang bercakap-cakap itu berbicara secara bergantian. Ia akan mengoceh dan kemudian berhenti untuk memberikan kesempatan bagi Ibu berbicara, sebelum ia mulai mengoceh lagi. Ocehannya akan mengombinasikan berbagai bunyi vokal dan konsonan, dan ia akan berusaha meniru ucapan Ibu. Karena itu, pilihlah kata-kata yang tepat saat berbicara dengannya. Pada saat ia menginginkan sesuatu, ia akan berteriak, memukul-mukul meja, menepuk-nepuk tangannya atau bahkan menjerit.

Perkembangan Sosial

Si kecil tahu dan sangat mengenal wajah Ibu serta orang-orang yang akrab dengannya. Ia pun sangat senang bisa bertemu “teman-temannya”. Si kecil bahkan bisa mengetahui wajah asing yang tidak dikenalnya. Reaksinya langsung terlihat takut saat berkenalan dengan “wajah baru”. Ini adalah tahap yang normal dengan proses yang dikenal dengan “stranger anxiety” atau kecemasan apabila berhadapan dengan orang yang tidak dikenalnya, satu tahap yang umum dialami si kecil. Tahapan yang juga membantu ketika si kecil berhadapan dengan orang asing adalah kemampuan barunya untuk mengenali emosi dalam nada suara Ibu.(3, p.293) Jadi, ketika si kecil terlihat cemas, cobalah berbicara dengan nada dan kata-kata yang lembut untuk menenangkannya.