lihat

Selamat ulang tahun! Sungguh mengagumkan bagaimana si kecil telah tumbuh menjadi seseorang yang unik dan serba bisa dalam melakukan banyak hal yang sekilas tampak mustahil saat ia baru lahir dulu. Dan ia terus memenuhi tahapan tumbuh kembangnya, bahkan bisa jadi di antaranya adalah berjalan dan berbicara. Namun, perlu diingat, perkembangan setiap anak berbeda-beda. 

Lakukan apa pun yang Ibu bisa untuk mendukung mereka, mulai dari memberikan asupan nutrisi yang baik, hingga selalu ada di dekatnya setiap kali ia terjatuh. Dan begitu ia siap, si kecil akan mencapai semua tahapan tumbuh kembangnya.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Ibu perhatikan dalam tumbuh kembang si kecil.

Perkembangan Kognitif

Kemampuan si kecil untuk berpikir dan memahami berbagai hal akan terus berkembang. Ia mungkin  akan mampu merespon beberapa perintah sederhana seperti, “Cium Mama,” atau pertanyaan “Mana ya kucingnya?” Ia juga akan terus berusaha mencari tahu cara kerja suatu hal atau sebuah benda, misalnya dengan menekan-nekan tombol-tombol remote control, atau menyapukan jari ke layar gadget yang dipegangnya. Ia bereksperimen dengan cara meniru semua tindakan Ibu melalui “trial and error” yang ia lakukan. Ada satu hal yang perlu Ibu waspadai. Pada fase ini, si kecil akan mencoba mencari tau dengan berbagai cara, termasuk memukul, mendorong, memasukkan benda ke mulut, dan terkadang melempar mainannya. Beri si kecil ruangan yang aman baginya untuk bereksplorasi.

Perkembangan Motorik

Satu dari empat anak bisa berjalan dengan baik saat berusia 11 atau 12 bulan. Bila si kecil Ibu belum mampu melakukannya, saat ini ia semakin kuat dan terkoordinasi, bahkan mungkin ia mampu berdiri dengan baik sambil berpegangan pada Ibu atau perabotan rumah. Ia akan merambat sambil terus berpegangan, dan bahkan mencoba melangkah dari satu perabot yang menjadi pegangannya ke perabot lain. Dengan kemampuan berkoordinasinya yang membaik, berarti ia sudah mampu untuk belajar makan sendiri dan mencoba banyak hal yang melibatkan keterampilan motorik halus, misalnya saja membalik halaman buku. 

Perkembangan Komunikasi

Apakah itu kata pertamanya? Jika si kecil mengasosiasikan suatu bunyi dengan orang atau benda tertentu, bunyi tersebut tergolong kata awal. “Ma ma” dan “Pa pa”adalah dua kata pertama yang diucapkan oleh kebanyakan anak. Bisa jadi ia menyebut botol susu atau selimut dengan “Cu cu”. Masa-masa saat si kecil mengaitkan sebuah bunyi dengan suatu benda dan mencoba untuk berbicara seperti Ibu berbicara, merupakan kemajuan yang sangat penting. Hampir semua kata-kata pertama mereka merupakan kata benda. Sebaliknya, bila si kecil belum bisa mengucapkan sepatah kata pun, mungkin ia sudah bisa berkomunikasi dengan baik melalui gerakan tubuh, misalnya bila ia ingin digendong, ia akan merentangkan kedua tangannya ke atas untuk minta digendong. 

Perkembangan Sosial

Si kecil yang  berusia 1 tahun adalah seorang peniru kecil yang hebat, tapi perkembangan ini lebih dari sekedar untuk bermain. Ia akan mempraktekkan tindakan atau perbuatan seseorang, contohnya menggunakan sisir seperti ketika Ibu menyisir rambut. Bisa jadi subyek pelajaran favoritnya saat ini adalah teman seusianya sendiri. Meskipun ia sangat dekat dengan Ibu dan keluarga, tapi bukan berarti ia bisa cepat akrab dengan orang lain, malah ia akan merasakan gelisah terhadap orang yang tidak dikenalnya. Ibu harus bersabar menghadapi fase ini, dan jangan memaksa si kecil untuk berinteraksi. Pada usia ini, kegelisahan sering kali terjadi, karena ia merasakan ikatan yang begitu kuat dengan Ibu, dan ia mulai mengetahui bahwa sesuatu masih tetap ada, misalnya Ibu, meskipun tak terlihat, atau disebut sebagai objek yang permanen/“object permanence”. Perpisahan yang terjadi dengan cepat dan isyarat yang familiar, seperti lambaian perpisahan, bisa dijadikan cara untuk memberi tahu si kecil bahwa ketidakhadiran Ibu hanya sementara. Minta pengasuh yang menjaganya  untuk segera mengajak si kecil melakukan aktivitas yang menarik baginya.

   
   
   
   
   

Configure