Dukung Si Kecil: 7 Bulan

Si kecil kini semakin aktif dan ingin tahu. Manfaatkan sikap yang baik ini dengan memberikan berbagai aktifitas dalam keseharian si kecil yang dapat membantunya belajar dan berkembang, tentunya juga dengan terus memenuhi nutrisi yang dibutuhkannya untuk tahap perkembangan yang menakjubkan ini.

Perkembangan Kognitif

Bermain ambil barang. Ambil kembali mainan si kecil ketika ia menjatuhkannya. Cobalah untuk bersabar, ia mungkin akan melakukan ini berulang kali, karena saat ini ia tengah mempelajari konsep sebab dan akibat. 

Berikan mainan yang merespon sentuhan si kecil. Jika satu mainan mengeluarkan suara, menyala, atau membuka dengan cara tertentu, ketika si kecil melakukan sesuatu terhadap mainan tersebut, maka si kecil akan bereaksi dengan terkejut dan gembira, dan akan berpikir bagaimana caranya agar hal tadi terjadi lagi. 

Melihat wajah di cermin. Gendong si kecil di depan cermin dan buatlah ekspresi wajah yang lucu. Lihat apakah ia mencoba untuk menyentuh refleksi Ibu atau mungkin ia menyadari bahwa itu hanyalah adalah refleski ibu. Cermin mengajari si kecil tentang hubungan spasial. 

Bermain cilukba bertambah seru. Pemahaman si kecil akan object permanence kini semakin baik, sehingga Ibu akan melihat tanda-tanda si kecil mengetahui bahwa Ibu hanya bersembunyi dan tidak benar-benar menghilang.

Perkemangan Motorik

Berikan mainan yang bisa dipegangnya. Pilih mainan yang bisa digenggam tangannya. Mainan ini meningkatkan koordinasi dan ketangkasan tangan si kecil. Contohnya mainan bola lembut, balok, gelang bertumpuk, dan boneka binatang kecil yang mudah digenggam. Coba dudukkan si kecil di kursi tinggi meski bukan waktu makan sehingga ia bisa bermain dengan jenis-jenis mainan tadi dan memindahkannya dari satu tangan ke yang lain. 

Jadikan waktu penggantian popok sebagai permainan. Berikan mainan yang menarik untuk bermain saat Ibu mengganti popok si kecil. Idealnya, mainan itu akan membuatnya tertarik (dan dia tidak bergerak-gerak di meja ganti!) selama beberapa menit saat Ibu mengganti popoknya. (Edit)

Bermain air. Jika ia sudah bisa duduk sendiri, tempatkan si kecil di bak mandi yang hanya diisi sedikit air. Air akan menjadi hal yang sangat menyenangkan sementara ia berlatih keseimangan untuk duduk. Tentunya dengan pengawasan terus menerus dari Ibu.

Menyentuh lantai. Jadwalkan waktu bermain di lantai setiap hari untuk si kecil dimana ia bisa  duduk, berbaring, atau berguling-guling di lantai dan bermain dengan berbagai mainan atau dengan Ibu.

Sediakan ruang untuk merangkak. Ketika si kecil mulai merangkak, pastikan ada ruang bermain yang aman bagi si kecil untuk bereksplorasi. Tutup semua penghubung listrik, amankan atau pindahkan kabel yang menggantung atau taplak meja agar ia tidak mungkin menariknya, dan pasang pagar pengaman di tangga.

Menari sambil memegang si kecil. Gerakan ritmis mengajarinya tentang gerakan tubuh dan ia akan senang digendong dekat dengan Ibu.

Perkembangan Komunikasi

Berbicara sesering mungkin dengan si kecil. Menggunakan cara bicara yang dilebih-lebihkan dan juga ekspresi wajah akan membantu menarik perhatian si kecil dan mendorongnya untuk mengoceh kembali kepada Ibu .

Tanggapi ocehan si kecil. Gunakan kata-kata yang hendak si kecil ucapkan, tapi lakukan dengan nada biasa, bukan dengan cara mengoreksi ucapannya. Misalnya, jika ia mengatakan, " mi mi," Ibu bisa menunjukkan gelas minumnya sambil mengucapkan, “minum.”

Bacakan buku berhalaman tebal khusus si kecil. Ketika si kecil mengoceh sambil melihat buku dalam upayanya untuk meniru Ibu, berikan ia dorongan dan pujian untuk upaya awal ini.

Cocokkan kata dengan gambar. Tunjuklah berbagai gambar pada buku-buku dan majalah, kemudian sebutkan nama benda yang Ibu lihat disani untuk si kecil.

Nyanyikan sajak dan lagu. Si kecil akan senang mendengar dan mempelajari pola berima dalam sajak dan lagu.

Perkembangan Sosial

Perkenalan yang perlahan. Jika si kecil mengalami kecemasan saat bertemu orang asing, mungkin ia memerlukan waktu untuk mengenal orang asing tersebut. Akan sangat membantu jika orang yang dianggap asing oleh si kecil berbicara dengan cara yang menyenangkan dan hangat pada Ibu terlebih dulu sebelum langsung mendekati si kecil.

Benda kesayangan. Biarkan si kecil membawa selimut atau boneka kesukaannya ketika mengunjungi tempat baru atau ketika ditinggal dengan pengasuh. Benda semacam ini disebut juga objek transisi, yang bisa meningkatkan kepercayaan dirinya dan membantunya merasa lebih aman.

Sebisa mungkin tetapkan dan tepati jadwal sehari-hari. Buatlah jadwal untuk menyusui, tidur siang, dan waktu bermain yang kira-kira sama setiap harinya. Rutinitas dapat menenangkan dan membantu si kecil merasa aman. Akhir pekan dan hari kerja juga perlu mengikuti pola yang sama.

Jangan pelit memeluk, terutama yang bersentuhan kulit. Jenis kontak fisik seperti ini memberikan rasa aman pada si kecil.

Janjian bermain dengan si kecil lainnya. Aturlah agar Ibu dan si kecil bisa menghabiskan waktu dengan teman lainnya. Pada usia ini, si kecil tidak akan benar-benar berinteraksi, tetapi mereka senang mengamati dan berada di sekitar anak-anak lain.