stimulasi

Usia si kecil kini hampir 1 tahun, ia hampir beranjak balita. Selain memberikan nutrisi yang terbaik, berikut adalah beberapa kegiatan mudah yang  dapat Ibu perkenalkan pada si kecil untuk membantunya mencapai tahapan tumbuh kembang baru dan melanjutkan ke tahap berikutnya.

Perkembangan Kognitif

Bermain ciluk ba. Kini si kecil sudah memahami konsep object permanence  (suatu objek atau benda masih ada walau tidak terlihat) dan ia sangat suka bermain cilukba serta permainan menyembunyikan objek lainnya.

Ajarkan cara mengelompokkan benda. Sediakan beberapa keranjang, kotak, atau ember yang masing-masing diisi benda sejenis. Misalnya, satu wadah diisi dengan mainan balok, satu dengan boneka binatang, dan yang ketiga dengan mobil-mobilan. Si kecil akan senang saat mengosongkan wadah-wadah tadi, memilah isinya, dan mengembalikan mainan-mainan tadi ke wadah aslinya.

Bermain pura-pura/peran. Gunakan mainan dari berbagai benda sehari-hari, misalnya berbicara di telepon, mengadakan jamuan minum teh, atau membangun rumah balok menggunakan palu plastik. 

Gelindingkan bola. Tidak hanya permainan ini menyenangkan bagi si kecil, tetapi juga membantu meningkatkan persepsi mengenai ruang, kemampuan visual si kecil untuk mengikuti benda bergerak, koordinasi tangan-mata, serta mengajarkan si kecil tentang konsep bergiliran. Jika bola tenis terlalu kecil baginya, coba gunakan bola sepak.

Matikan alat elektronik. Interaksi langsung dengan orang-orang nyata dan bermain dengan benda-benda yang dapat disentuh, dirasakan dengan mulut, dan benda bergerak akan lebih mendorong perkembangan kognitifnya dibandingan dengan menggunakan komputer, tablet,  atau layar televisi. 

Perkembangan Motorik

Nyanyikan lagu yang melibatkan gerakan  tangan dan tubuh. Ada banyak lagu anak-anak yang bisa Ibu pilih, baik yang berbahasa Indonesia maupun Inggris: “Kepala, Pundak, Lutut, Kaki,” “Dua Mata Saya,” “The Itsy Bitsy Spider,” dan “I’m a Little Teapot”   (meskipun si kecil belum tahu mana sisi kiri dan kanan), misalnya. 

Memulai langkah si kecil. Pegang kedua tangan si kecil dan puji usahanya saat ia mencoba berjalan dengan Ibu.  Meskipun masih ada perdebatan mengenai apakah latihan berjalan dengan mengenakan sepatu atau tanpa alas kaki yang akan membuat si kecil lebih cepat berjalan, namun nyatanya keduanya tidak begitu berbeda. Mengenakan sepatu adalah pilihan saat si kecil baru mulai berjalan; sepatu dikenakan terutama demi keamanan, untuk melindungi jari dan telapak kaki si kecil.  Tapi jika Ibu lebih memilih si kecil mengenakan sepatu ketika ia berjalan di luar, pastikan sepatu tersebut cukup lebar untuk kaki si kecil dan alasnya tidak licin. (Hal yang sangat membantu dalam mengembangkan keterampilan berjalan si kecil adalah latihan, dukungan, dan waktu.

Biarkan si kecil menjelajah. Dorong kursi dan benda-benda kokoh lainnya agar berdekatan, sehingga si kecil dapat merambat di sekitar ruangan, dari satu perabot ke perabot berikutnya. 

Berikan mainan dorong. Berikan si kecil mainan yang bisa didorong, seperti kereta belanja, mesin pemotong rumput mainan, dan sejenisnya yang dapat membantu si kecil berpegangan selagi ia latihan berjalan. 

Berikan mainan yang dapat dimanipulasi. Mainan yang dapat ditumpuk dan digulingkan, memiliki tombol untuk mendorong dan pengungkit untuk menarik, atau mengeluarkan suara dan fitur lampu sangat digemari si kecil sekarang ini. Mainan tersebut membantu si kecil mengasah keterampilan motoriknya. 

Perkembangan Komunikasi

Terus berbicara kepada si kecil. Ceritakan kegiatan yang Ibu lakukan saat sedang bersama si kecil, "Ibu memotong wortel. Kemudian akan Ibu masukkan  ke dalam panci untuk dimasak. Lihatlah ada uapnya! "

Berbicara dengan bergantian. Ketika si kecil mengoceh dan kemudian berhenti, kini giliran Ibu untuk mengatakan sesuatu kembali, kemudian berhenti, sehingga ia dapat merespon kembali. 

Menanggapi gerakan si kecil. Ketika ia mengangkat tangannya karena ingin digendong, menunjuk ke suatu objek, atau menggeleng tanda tidak, misalnya, tanggapan Ibu akan menegaskan bahwa gerakan yang ia lakukan memiliki makna dan mendorong upaya komunikasinya. Jangan khawatir bahwa cara ini akan menghambat proses si kecil belajar berkomunikasi dengan menggunakan kata-kata, anggap  gerakan tubuhnya sebagai batu loncatan untuk proses berkomunikasi secara lisan, dan sekarang ini si kecil bisa memanfaatkan cara ini untuk membantu mengurangi rasa frustrasi. 

Gunakan gerak tubuh  yang sesuai saat Ibu berbicara. Cara ini akan memperluas pengetahuan bahasa tubuh si kecil dan membantunya memahami arti dari apa yang Ibu katakan.Contohnya, ketika Ibu mengatakan, "Kemarilah," lakukan gerakan dengan tangan Ibu yang menandakan Ibu memintanya mendekat. Ketika Ibu mengatakan, "Duduklah di sini," iringi dengan menepuk kursi di sebelah Ibu. Ketika Ibu mengatakan, "Beri Ibu cangkir," katakan dengan tangan yang terbuka. 

Perkembangan Sosial

Bercermin bersama. Berdirilah di depan cermin setinggi badan bersama si kecil dan Ibu akan senang melihat bagaimana si kecil kini memahami bahwa bayangan yang dilihatnya di cermin  adalah dirinya sendiri. Tepuk kepalanya dengan lembut atau bertepuk tangan bersamanya, sehingga ia bisa ikut merasa dan melihat apa yang terjadi.

Jangan memaksanya berbagi. Si kecil belum bisa memahami konsep berbagi, jadi jika ia berada di tengah konflik dengan teman bermain karena berebut mainan, lebih baik Ibu mengalihkan perhatiannya ke mainan lain, atau kegiatan lainnya daripada memaksanya untuk berbagi.

Batasi daftar tamu. Ketika Ibu merencanakan perayaan untuk ulang tahun pertama si kecil, ingatlah bahwa ia mungkin kewalahan oleh sekelompok orang asing. Pemicu lain yang dapat mengganggu ulang tahun adalah banyak suara keras, pesta di malam hari (ketika ia lelah), atau dipaksa membuka hadiah (ia mungkin lebih tertarik pada kertas pembungkus dan kotak kado daripada apa yang ada di dalamnya). Adakan perayaan sederhana saja pada hari itu untuk merayakan satu tahun yang Ibu habiskan bersama si kecil sebagai sebuah keluarga.