Pada usia ini, si kecil seakan memiliki tambahan keterampilan baru setiap harinya, baik itu dalamperkembangan sosial, komunikasi, motorik, ataupun kognitif. Berikut ini adalah kegiatan untuk mendorong kemajuan perkembangan si kecil.

Perkembangan Kognitif
Menggelindingkan bola bolak-balik. Tidak hanya menyenangkan baginya, kegiatan ini juga membantu meningkatkan persepsi si kecil akan kedalaman, kemampuan pelacakan visual, koordinasi tangan-mata, serta mengajarkan padanya tentang konsep bergiliran.

Bermain puzzle. Berikan panduan pada si kecil saat ia sedang menyusun puzzle berisikan tiga-empat potongan sederhana atau puzzle bentuk (menempatkan kotak, lingkaran, dan segitiga ke dalam slot yang sesuai).

Mengembangkan kreativitas. Kegiatan kesenian tidak hanya sarana yang baik untuk mengekspresikan diri, seni juga membantu anak-anak mengembangkan kesadaran spasial dan kemampuan memecahkan masalah, yang akan menjadi penting dalam memahami konsep matematika di kemudian hari. Balita menikmati berbagai kesenian, mulai dari mewarnai, melukis dengan jari, hingga bermain tanah liat (pastikan tanah liatnya cukup lunak untuk tangan kecil mereka). Teruslah awasi si kecil, mengingat pada usia ini ia mungkin tergoda untuk memasukkan bahan-bahan kesenian ke mulut.

Batasi waktu menonton.  Ini mencakup TV, komputer, dan perangkat lainnya. Meski menarik dan menyenangkan, sebaiknya di usia ini mayoritas permainan si ekcil harus yang melibatkannya secara aktif, ada interaksi tatap muka dengan orang-orang yang nyata, serta pengalaman taktil (sentuhan) dengan mainan dan lingkungannya.

Perkembangan Motorik
Keluar rumah dan bereksplorasi. Baik saat hujan ataupun cerah, masukkan permainan di luar ruangan ke dalam jadwal harian si kecil. Ia membutuhkan banyak kesempatan untuk latihan berjalan, memanjat, dan bereksplorasi.

Naik sepeda. Setelah si kecil mampu berjalan dan berlari selama beberapa bulan, ia kini memiliki koordinasi yang cukup untuk mencoba sepeda roda tiga bagi pemula. Ingatlah untuk memakaikan sebuah helm yang pas untuknya.  Hal ini tidak hanya untuk melindunginya saat ini,  namun juga membiasakannya  untuk memakai helm pengaman saat ia sudah siap mengendarai sepeda roda dua nanti.

Mendorong kegiatan yang menggunakan jari. Papan permainan dengan beragam tombol, tuas, dan kunci sangat cocok untuk aktivitas manipulasi gerakan tangan kecilnya. Begitupun dengan boneka dan boneka binatang yang memiliki pakaian dengan kancing, ritsleting, dan perekat.

Biarkan ia membalikkan halaman buku. Biarkan si kecil melatih keterampilan motorik halusnya dengan memintanya membalikkan halaman ketika Ibu sedang membacakan cerita padanya.

Menyanyikan lagu yang membutuhkan gerakan tangan dan tubuh. Terdapat banyak lagu anak-anak klasik yang dapat Ibu pilihkan untuknya, seperti “Kepala Pundak Lutut Kaki,” yang berbahasa Indonesia dan “The Itsy Bitsy Spider,” yang berbahasa Inggris, misalnya,”  (meskipun si kecil belum dapat membedakan kanan dan kiri).

Perkembangan Komunikasi
Terus berbicara.
Berbicara dan memberikan respon pada si kecil merupakan salah satu cara yang efektif untuk menstimulasi kemampuan bicara dan kecerdasannya. Peneliti secara konsisten telah menemukan hubungan kuat antara jumlah kata yang didengar si kecil dari orangtua dan pengasuhnya pada usia 3 tahun, dengan tingkat IQ dan performanya di sekolah.

Kembangkan ucapan si Kecil. Tipe elaborasi ini akan membantu merangsang proses berpikir si kecil. Jika ia mengatakan , “Mobil," katakan, "Ya, itu adalah sebuah mobil biru yang cepat, bukan?" Jika ia mengatakan, "Aku mengemudikan truk," Ibu mungkin bisa berkata, "Ya, kamu ingin mengemudikan mobil merah yang besar  dan cepat seperti petugas pemadam kebakaran, bukan? Petugas pemadam kebakaran memadamkan api.”

Membuat album. Kumpulkan gambar benda yang familiar baginya, seperti meja makan, keranjang cucian, mobil Ibu, dan sebagainya, juga potongan gambar dari majalah atau foto yang diambil dari smartphone Ibu. Atur semuanya dalam sebuah album, lalu berikan label pada masing-masing gambar. Lihatlah setiap halaman bersama si kecil dan minta ia untuk menyebutkan benda-benda apa saja yang ia kenali.

Perkembangan Sosial
Menunjukkan kasih sayang. Berikan banyak pelukan pada si kecil karena pelukan dari Ibu membantu menumbuhkan rasa aman padanya.

Menanggapi tantrum dengan santai. Pada tahap ini, penalaran, membujuk, dan menunjukkan empati yang berlebihan pada si kecil  tampaknya tidak akan efektif. Perlahan, ia akan belajar untuk menggunakan kata-kata dan kendali diri ketika sedang marah, Tetapi untuk saat ini, semakin Ibu bereaksi wajar saat si Kecil sedang tantrum, maka semakin cepat amukan mereka akan mereda.

Puji perilaku baiknya. Biarkan si kecil tahu saat ia telah berperilaku baik di depan umum atau saat bermain dengan temannya. Kata-kata manis dan pelukan dari Ibu adalah semua yang ia butuhkan untuk penguatan positif; ia tidak memerlukan hadiah atau mainan baru.

Membereskan rumah dengan cara yang menyenangkan. Atur timer  untuk melihat berapa banyak blok yang dapat Ibu dan si kecil kumpulkan bersama-sama dalam waktu tiga menit. Atau bisa juga dengan menyanyikan sebuah lagu yang riang saat Ibu sedang merapikan rumah. Pada dasarnya si kecil suka membantu, dan ide-ide di atas tadi dapat memberikan kesan pada si kecil bahwa membereskan rumah merupakan bagian yang menyenangkan dari permainan tersebut.

Dorong si kecil untuk bersosialisasi. Si Kecil akan mendapatkan banyak manfaat saat berinteraksi dengan anak-anak lain seusianya . Apabila si kecil tidak dititipkan di tempat penitipan anak, maka pertimbangkanlah untuk bergabung dengan kelompok bermain (playgroup)atau mengadakan kumpul-kumpul dengan teman Ibu yang memiliki anak seusianya. Kelompok berisikan tiga hingga empat anak merupakan ukuran yang ideal untuk usia ini.