Manusia adalah makhluk sosial. Seiring kita bertumbuh, kita belajar bahwa terdapat berbagai tingkat hubungan sosial dari obrolan santai dengan orang asing, hingga hubungan yang lebih mendalam dengan keluarga dan teman. Untuk balita, ini adalah proses perkembangan yang sulit.

Pada usia balita, perkembangan sosial dan emosional seringkali adalah pembelajaran mengenai kontradiksi. Ibu akan senang ketika balita menunjukkan kasih sayang, namun berkecil hati dua jam kemudian ketika dia mengalami marah-marah (temper tantrum) karena dia ingin dua biskuit, dan bukan hanya satu. Mungkin suatu waktu dia akan mencari bantuan Ibu untuk membuat puzzle, tapi kemudian menolak di waktu lain. Jangan heran jika satu hari si kecil terlihat sangat senang, tapi menangis tidak berhenti di hari lain. Saat ini, si kecil sudah semakin memahami dirinya sendiri (“aku”, “milikku”), dan apa yang dia inginkan (“Ibu, sekarang!”), dan dia sudah bisa berbicara dengan Ibu dan Ibu bisa menangkap kebanyakan perkataannya. Tapi segala perubahan ini bisa membuatnya merasa lelah.

Tahap Perkembangan Balita

Secara emosional, ini adalah masa yang sulit baik untuk balita, maupun Ibu. Ia mungkin perlu mengekspresikan dirinya dan memiliki ruang untuk dirinya sendiri, namun di saat bersamaan ia juga membutuhkan sosok yang familiar untuk membantunya jika ia sudah lelah dengan segala kebebasan yang dimiliki. Tapi dia perlu belajar bahwa beberapa perilakunya tergolong terlalu agresif dan tidak sesuai norma sosial. Tentu saja dia akan merasa sedih dan frustrasi ketika apa yang ia inginkan tidak terpenuhi, tapi ini adalah tugas Ibu untuk membantunya belajar mengenai batasan dan cara mengontrol emosi negative itu dengan kasih sayang dan kesabaran tak terbatas.

Perilaku agresif adalah hal yang umum bagi balita, dan biasanya terjadi pada bulan-bulan pertengahan atau akhir masa balita. Masa ini adalah ketika si kecil berperilaku seperti tahap sebelumnya, seperti meminta botol susu atau dot. Hal ini biasanya disebabkan karena si kecil mengalami peristiwa menjengkelkan, atau karena munculnya sosok adik. Hal ini juga normal dan akan segera berlalu.