koordinasi-tangan

Perkembangan fisik si kecil yang berusia 2 tahun, yang sebelumnya  maju dengan pesat kini cenderung melambat. Namun kemampuan berpikir dan kemampuan sosialnyal ah yang saat ini benar-benar melesat maju. Pastikan bahwa ia memperoleh rangsangan dan nutrisi yang baik dan sesuai kebutuhannya untuk terus berkembang.

Berikut adalah hal-hal penting yang akan Ibu lihat selama periode perkembangan ini.

Perkembangan Kognitif

Otak si kecil yang berusia 2 tahun kini sudah mampu memecahkan berbagai masalah sederhana. Ia telah dapat menyusun puzzle sederhana yang terdiri dari tiga potongan, bahkan mungkin mampu mengerjakan puzzle dengan lebih banyak potongan, apalagi jika dibantu oleh Ibu. Ia juga senang sekali bermain dengan engsel dan tuas pada kotak berkunci ataupun mainan pop-up. Menyortir pun menjadi aktivitas favorit, bersamaan dengan semakin pahamnya ia dengan konsep-konsep warna, ukuran, dan angka. Sebagai contoh, ia akan menjajarkan boneka-bonekanya dalam barisan, dari yang terbesar ke terkecil.

Perkembangan Motorik

Si kecil yang berusia 2 tahun juga sangat sibuk! Ia mungkin seakan selalu bergerak, memanjat, melompat, atau bahkan bermain bola. Salah satu perkembangan baru yang mencolok adalah bahwa si kecil sekarang telah memiliki koordinasi tangan, jari, dan pergelangan tangan yang diperlukan untuk dapat memegang sebatang krayon seperti layaknya orang dewasa. Ia tidak lagi menggenggam krayon dengan seluruh tangannya, ia akan memposisikannya dengan menggunakan jari-jarinya untuk mendapatkan kontrol yang lebih baik. Begitu ia dapat melakukan ini, si kecil akan mulai dapat membuat garis vertikal dan lingkaran, bukan hanya lekukan-lekukan asal saja. Pada periode waktu ini pula sebagian besar anak akan siap secara fisik maupun mental untuk memulai latihan menggunakan toilet (potty training).

Perkembangan Komunikasi

Pada usia ini, lebih banyak variasi terjadi pada perkembangan bahasa si kecil dibandingkan dengan pada aspek perkembangan lainnya. Beberapa batita masih menggunakan sejumlah kecil kata-kata saat bicara, walaupun mereka juga menggunakan bahasa tubuh dan mengerti hampir semua yang dikatakan orang lain kepada mereka. Anak lainnya mungkin telah mampu menyusun dan mengucapkan satu kalimat. Sebagian besar kalimat yang ia gunakan terdiri dari tiga kata atau lebih, seperti “Mau kue mama”, “Enggak mau bobo”. Secara umum, namun tidak selalu, anak perempuan mulai bicara sedikit lebih dulu dari anak laki-laki. Pada akhir tahun kedua mereka, kalimat yang digunakan para batita ini telah berkembang menjadi lebih baik, dan telah memasukkan kata-kata keterangan seperti “besar”, “keras”, dan kata ganti seperti “aku” dan “dia”.

Perkembangan Sosial

Dengan begitu banyak hal baru untuk mereka serap, si kecil akan mengandalkan rutinitas yang biasa mereka jalani dalam sehari. Itulah sebabnya, ketika satu waktu tidur siang atau satu waktu makan terlewatkan, ia bisa menjadi rewel dan marah, bahkan sampai ke titik tantrum. Si kecil pada usia ini biasanya sangat mudah bersosialisasi. Mereka senang mengamati bagaimana orang dewasa, anak lain, dan binatang berinteraksi. Mereka pun belajar mengenai konsep-konsep sosial dari pengamatan tadi, seperti misalnya konsep bergantian. Mereka juga akan belajar bagaimana cara mengekspresikan emosi, sehingga jangan terkejut apabila anak Ibu “mencoba” semua emosi dari mulai marah sampai dengan menyayangi. Semua itu adalah bagian dari proses perkembangannya.