Ungkapan "gunakan atau akan hilang" sering digunakan dalam kaitannya dengan fungsi kognitif yang melemah karena penuaan. Namun hal ini juga sesuai ketika dikaitkan dengan perkembangan otak awal. Selama periode ini, otak si kecil membentuk koneksi sinapsis baru antara sel-sel saraf dengan cepat, membangun jaringan penyampaian pesan yang mendukung proses mental yang kompleks dan juga fungsi motorik. Semakin sering koneksi saraf dirangsang, akan semakin kuat koneksi tersebut. Sedangkan jalur saraf yang jarang digunakan akan melemah dan mati. Oleh karena itu, menyediakan lingkungan yang kondusif dengan stimulasi verbal dan fisik secara teratur akan berperan penting untuk perkembangan si kecil. Berikut adalah beberapa cara otak si kecil (dan dukunganIbu) memicu beragam keterampilan baru.

Perkembangan Kognitif

Pada titik ini dalam pertumbuhan si kecil, mielinisasi (proses dimana sel-sel saraf membentuk lapisan pelindung tebal untuk membantu mempercepat sinyal otak) sedang dalam puncaknya. Satu bagian dimana perkembangan mielinisasi jelas terlihat adalah ingatan si kecil yang semakin meningkat. Hingga periode ini, si kecil telah mampu mengenali obyek familiar—jenis memori yang hanya melibatkan satu bagian otak: hippocampus. Namun setelah ulang tahun pertamanya, dan berkat perkembangan pada cerebral cortex, si kecil mampu mengingat informasi dengan kemauannya sendiri. Pada akhirnya koneksi sinapsis yang menghubungkan hippocampus dan berbagai bagian cerebral cortex akan terbentuk dan menguat, memberi ruang untuk jenis ingatan lain yang lebih kompleks yang melibatkan beberapa bagian otak. Perkembangan cerebral cortex pada usia ini juga memicu kemampuan kognitif yang lebih tinggi, termasuk kesadaran atas dirinya. Dimulai pada sekitar usia 15 bulan, si kecil akan mulai menyadari bahwa wajah yang ia lihat di cermin adalah wajahnya sendiri.

Perkembangan Motorik

Pada akhir tahun pertama, cerebellum si kecil—bagian otak yang mengatur koordinasi dan keseimbangan—telah berkembang tiga kali lipat dimana hal ini terlihat dalam kemajuan keterampilan motorik kasarnya. Pada bulan-bulan setelah ulang tahun pertamanya, kebanyakan si kecil telah mampu merangkak, belajar berdiri dan melangkah sendiri. Ibu juga akan melihat kemampuan koordinasi baru si kecil ketika ia mengambil, menjatuhkan, dan melempar mainan.

Perkembangan Komunikasi

Selama periode ini, bagian otak yang berhubungan dengan bahasa memiliki lebih banyak koneksi sinapsis dari bagian lain otak dimana hal ini mendorong kemajuan dalam kemampuan bahasa yang disebut vocabulary explosion, atau ledakan kosakata. Hebatnya, perbendaharaan kata si kecil akan berkembang empat kali lipat antara ulang tahun pertama dan kedua. Meskipun bagian cerebral cortex yang dikenal sebagai lobus temporal (terletak di kedua sisi otak) terlibat paling dominan dalam pendengaran dan kemampuan bahasa, lobus frontal (berhubungan dengan ingatan) juga berperan penting dalam pembelajaran dan menciptakan kata-kata. Dengan mendengar dan mencoba memahami pembicaraan Ibu, si kecil melatih jalur saraf dan menstimulasi lebih banyak kemajuan.

Perkembangan Sosial

Dalam bulan-bulan setelah ulang tahun pertama si kecil, Ibu akan menyaksikan si kecil menjadi lebih terlibat dengan lingkungan sekitarnya. Faktanya sistem limbik berkembang sebelum cerebral cortex berperan penting dalam pengalaman emosional si kecil. Pada usia 12 sampai 18 bulan, si kecil dapat mengolah dan menyimpan kejadian yang emosional tetapi belum memiliki cukup keterampilan bahasa dan ingatan untuk mempertimbangkan dan mengekspresikan emosinya secara verbal. Pada usia ini, si kecil juga berinteraksi dengan Ibu melalui berbagai cara yang lebih emosional.Ia telah belajar bahwa tersenyum, tertawa, memekik, dan berbicara menimbulkan reaksi tertentu dari Ibu. Perkembangan ini didorong oleh pematangan lobus temporal yang berhubungan dengan kemampuan untuk membaca isyarat wajah, menafsirkan sinyal emosional, dan menunjukkan aspek pemahaman sosial lainnya