stimulasi

Ibu dapat mendukung perkembangan si kecil yang begitu menakjubkan. Sejalan dengan pemberian nutrisi yang sesuai, banyak kegiatan sederhana, yang merupakan bagian dari kasih sayang dan perawatan yang Ibu berikan sehari-hari,  akan membantunya tumbuh dan belajar.

Perkembangan Kognitif

Panggil namanya. Cobalah memanggil nama si kecil sebelum Ibu memasuki ruangan. Ia akan melihat sekeliling untuk melihat dari mana suara Ibu berasal, sekarang si kecil tahu namanya sendiri.

Bermain mengambil benda. Ketika si kecil menjatuhkan mainan, berikan kembali mainan tadi kepadanya. Ibu mungkin lama-kelamaan lelah ketika kegiatan ini berulang untuk keenam atau ketujuh kali, tetapi bagi si kecil kegiatan ini lucu dan mendidik: Ia belajar tentang sebab dan akibat.

Agar mainan selalu menarik bagi si kecil. Terus ganti mainan si kecil setiap beberapa hari sehingga selalu ada sesuatu yang baru baginya untuk dieksplorasi. Mainan tersebut tidak harus baru setiap kali, cukup ditukar-tukar saja pilihan mainan yang diberikan kepada si kecil. Coba berikan mainan yang cukup lunak untuk dapat dengan mudah digenggam (seperti boneka binatang), mainan musik (seperti lonceng atau tamborin, asalkan setiap bagian-bagian kecil terpasang dengan baik), bola lembut, mainan berbentuk kubus (yang mungkin sekarang ini belum dapat digenggamnya), dan mainan dengan tekstur yang bervariasi. Balok dan mainan berbentuk lingkaran seperti gelang juga dapat menjadi pilihan yang baik.

Melihat wajah di cermin. Pegang si kecil di depan cermin dan buatlah ekspresi wajah yang lucu. Lihat apakah ia mencoba menyentuh bayangan wajah Ibu di cermin, atau mungkin sekarang ini ia sudah menyadari bahwa itu hanya bayangan wajah Ibu. Cermin mengajar si kecil tentang hubungan spasial.

Perkembangan Motorik

Menyentuh lantai. Jadwalkan waktu bermain di lantai setiap hari untuk si kecil dimana ia bisa  duduk, berbaring, atau berguling di lantai dan bermain dengan berbagai mainan atau dengan Ibu. Gunakan alas main atau pembatas khusus yang dapat memudahkan Ibu menjaga keamanan si kecil.

Beri sesuatu untuk diraih. Tempatkan mainan yang menarik dan letakkan sedikit diluar dari jangkauan si kecil pada saat ia telungkup. Ia mungkin akan mencoba berguling atau bahkan merayap ke arah mainan itu. Juga coba menempatkan mainan di depan si kecil ketika dia duduk dalam posisi tripod atau ketika ia sudah bisa duduk sendiri. Latihan ini akan mendorong si kecil untuk meraih mainan dengan satu tangan, yang akan meningkatkan keseimbangannya. Tempatkan bantal di sekelilingnya untuk perlindungan kalau ia sampai terjatuh.

Bermain bola. Tempatkan beberapa bola yang aman bagi si kecil di atas cermin kecil yang tidak bisa pecah dan aman baginya, dan letakkan di mana si kecil dapat meraihnya. Gerakan dan bayangan akan membuatnya takjub saat ia berlatih meraih dan belajar keseimbangan.

Bermain air. Jika ia sudah bisa duduk sendiri, tempatkan si kecil di bak mandi yang hanya diisi sedikit air. Air akan menjadi hal yang sangat menyenangkan ketika ia berlatih keseimbangan untuk duduk. Tentunya Ibu harus melakukan pengawasan secara terus menerus.

Perkembangan Komunikasi

Berbicara sesering mungkin dengan si kecil. Menggunakan cara bicara yang dilebih-lebihkan dan juga ekspresi wajah akan membantu menarik perhatian si kecil.

Sebutkan nama benda dan kegiatan. Sendok, mandi, menyetir, makan: Si kecil mulai mengasosiasikan suara dan kata-kata tertentu dengan orang-orang, benda, dan peristiwa, meskipun ia belum bisa mengucapkan kata-kata yang sebenarnya.

Tanggapi ocehan si kecil. Gunakan kata-kata yang hendak si kecil ucapkan, tapi lakukan dengan nada biasa, bukan dengan cara mengoreksi ucapannya. Misalnya, jika ia mengatakan, " mi mi," Ibu bisa menunjukkan gelas minumnya sambil mengucapkan, “minum.”

Terus membaca. Si kecil akan menikmati buku-buku dengan halaman tebal yang tidak mudah robek dengan warna-warni menarik, dan ilustrasi sederhana. Ibu juga dapat membelikan buku khusus yang aman untuk bayi.

Perkembangan Sosial

Biarkan si kecil untuk menenangkan diri sendiri. Ia mungkin melakukan ini dengan cara mengisap jari-jarinya, ibu jari, atau empeng. Sangat penting baginya untuk mengembangkan cara-cara untuk menenangkan dirinya sendiri ketika ia dalam situasi yang asing atau terpisah dari Ibu.

Terus kenali apa yang disukai dan tidak disukai si kecil. Cobalah untuk memasukkan hal-hal yang disukai dan membuat si kecil senang ke dalam berbagai permainan dan interaksi lainnya bersama si kecil.

Terapkan ritual tidur yang menenangkan. Dengan cara ini, si kecil belajar untuk tidur sendiri. Misalnya, Ibu bisa menyusuinya dan bernyanyi untuknya dengan lebih lembut. Baringkan si kecil di tempat tidurnya saat ia masih terjaga tetapi sudah mengantuk, dan tepuk punggungnya dan berikan empeg (jika ia memang menggunakan) untuk membantu dia tertidur.