stimulasi

Ada begitu banyak cara yang dapat Ibu lakukan sehari-hari untuk membantu tumbuh kembang si kecil. Bahkan, tidak ada orang yang lebih berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya dibandingkan Ibu. Sejalan dengan penyediaan nutrisi yang sesuai, berikut adalah beberapa hal sederhana yang dapat Ibu lakukan untuk mendukung si kecil tumbuh dan belajar.

Perkembangan Kognitif

Bermain petak umpet sederhana. Tutup mainan dengan selimut dan biarkan si kecil mencarinya. Ia mungkin belum siap untuk melakukan kegiatan ini, tapi ketika ia siap, permainan ini akan membantu mengajarinya tentang object permanence (suatu objek tetap ada walau tidak terlihat).

Latih si kecil mengikuti gerak benda. Pegang mainan genggam yang bisa berbunyi sekitar 20 cm agak ke samping dari wajah si kecil, dorong ia untuk mengikuti mainan tersebut dengan matanya saat Ibu menggerakkannya melintasi garis pandang si kecil pada kecepatan yang berbeda. Ia akan mulai menggerakkan tangannya untuk menyentuh objek yang dilihatnya itu, meskipun belum akurat.

Mengenali bayangan di cermin. Gendong si kecil di depan cermin dan ajak ia melihat refleksi dirinya dan Ibu bersama-sama. Si kecil akan mulai menyadari bahwa orang-orang di dalam cermin bergerak sama seperti gerakan yang ia dan Ibu lakukan.

Terus ganti jenis mainan si kecil. Teruslah mengganti mainan di kursi bermain si kecil atau pembatas area bermainnya. Pilih mainan yang mengeluarkan bunyi seperti mencicit, mainan yang berbunyi ketika digoyangkan, mengeluarkan bunyi musik, dan membuat suara-suara lainnya. Balok plastik atau kayu dan mainan berbentuk lingkaran juga pilihan yang baik bagi si kecil untuk bermain. Coba beri variasi bentuk, ukuran, dan tekstur mainan, seperti halus, bergelombang, tipis, dan tebal. Si kecil akan menggunakan tangan dan mulutnya untuk bereksplorasi dan mempelajari mainan tersebut, dan setiap perbedaan akan memberinya informasi baru.

Perkembangan Motorik

Memantul perlahan. Dengan lembut dudukkan si kecil di pangkuan dan menghadap ke arah ibu, kemudian angkat dan turunkan si kecil seperti gerakan memantul. Permainan memantul ini merupakan latihan yang baik baginya karena sekarang kontrol si kecil terhadap kepala dan leher sudah semakin baik.

Latihan duduk. Berikan waktu bagi si kecil untuk berlatih duduk setiap harinya. Ia mungkin akan bisa duduk sendiri, dengan menopang tubuhnya dengan kedua tangannya di depan seperti katak atau tripod. Jika ia belum melakukan ini, gunakan bantal sofa, atau bantal khusus dengan bentuk U. Ibu juga bisa mendudukkannya di sudut dalam sofa untuk membantunya menopang tubuh. Selalu awasi si kecil, dan kelilingi ia dengan bantal lembut, untuk berjaga-jaga seandainya ia terjatuh dari duduknya.

Mengajarinya tentang kaki. Gendong si kecil dalam posisi tegak dengan kaki menyentuh lantai sehingga ia bisa merasakan berat badan pada kakinya.

Latih jangkauannya. Letakkan mainan diluar jangkauannya dan di samping si kecil saat ia telungkup. Usaha untuk meraih mainan tadi dapat melatihnya bagaimana cara berguling.

Berikan mainan yang berbunyi ketika digoyangkan. Tempatkan mainan di tangan si kecil dan bantu ia untuk menggenggamnya. Latihan ini membantunya mempelajari rasa berat dan gerakan benda di genggamannya. (si kecil belum mampu melepas genggamannya sendiri)

Perkembangan Komunikasi

Berbagi cerita. Ceritakan keseharian si kecil, menggunakan nada ceria yang hangat. Bicara padanya saat ia makan, mandi, digantikan baju, dan sebagainya.

Sebutkan nama benda. Sebutkan nama-nama benda yang digunakan sehari-hari oleh si kecil setiap kali ia menggunakannya: buku, kucing, bak mandi, kursi makan, meja.

Bernyanyi untuk si kecil. Mendengar kata-kata dalam alunan musik juga merupakan latihan berbahasa yang baik. Ibu bisa bernyanyi apa pun dari nina bobo atau lagu pop. Ibu bahkan bisa bernyanyi kepadanya tentang apa yang Ibu lakukan ketika memandikannya atau mengganti popok. Si kecil tidak akan peduli apakah suara Ibu merdu atau tidak.

Nikmati waktu membaca setiap hari. Ibu tidak perlu membacakan bukunya dari awal sampai akhir. Ibu hanya perlu mencakup beberapa halaman, dan menunjukkan gambar-gambar tertentu: "Lihat, ini matahari" "Lihatlah bunga itu," "Apa ini? Seekor anjing! "

Ajak si kecil berbicara. Ketika ocehan si kecil semakin banyak dan kompleks, serta mulai terdengar semakin menyerupai kata-kata dan kalimat sebenarnya, beri respon seolah-olah yang diucapkannya memang bahasa lisan sungguhan. Cobalah untuk melibatkannya dalam komunikasi  dua arah.

Perkembangan Sosial

Perhatikan apa yang disukai dan tidak disukai si kecil. Kepribadian si kecil mungkin akan lebih jelas terlihat sekarang. Apakah ia memiliki mainan atau permainan favorit? Cobalah untuk melibatkan apa yang disukai si kecil ketika bermain dan berinteraksilah dengannya.

Berdansa dengan si kecil. Memeluknya erat akan memupuk rasa aman si kecil, sementara gerakan tubuh Ibu akan membuatnya rileks.

Mengembangkan ritual tidur yang menenangkan. Seiring waktu, akan sangat membantu jika Ibu membiasakan si kecil tidur sendiri. Misalnya, dengan menyusuinya dan bernyanyi dengan nada yang lebih lembut. Baringkan si kecil di boks tidurnya saat ia sudah dalam kondisi mengantuk dan hampir tertidur, dan tepuk-tepuk punggungnya perlahan, atau Ibu bisa memberinya empeng (jika ia memang menggunakannya) untuk membantu ia tertidur.  

Baca Juga : Pelajari bagaimana tumbuh kembang anak  saat ia berusia 6 - 12 bulan

   
   
   
   
   

Configure