stimulasi_si_kecil_usia_4

Si kecil akan mencapai tahap perkembangannya dengan caranya sendiri. Tapi jika Ibu ingin mendukung perkembangannya sambil memperbanyak kesempatan untuk berinteraksi dan menjalin hubungan dengan si kecil, berikut ini beberapa hal yang dapat Ibu lakukan.

Kemampuan Kognitif

Tahap perkembangan anak: Belajar sebab-akibat

Stimulasi: Berikan si kecil mainan agar ia bisa bereksplorasi. Saat ia menjatuhkan mainannya, kembalikan mainan tersebut pada si kecil. Ia mungkin akan menjatuhkannya kembali (lagi, dan lagi). Tetap kembalikan mainan tersebut pada si kecil tanpa menegurnya.

Mengapa: Si kecil sedang belajar tentang sebab-akibat dari hal yang ia lakukan.

Langka selanjutnya: Berikan beragam mainan untuknya—mainan yang bisa berbunyi, mainan genggam, dan mainan dengan tekstur juga ukuran yang berbeda. Ia akan menulusuri apa yang terjadi saat ia bermain dengan mainan-mainan tersebut.

Tahap perkembangan anak: Memahami keberadaan benda

Stimulasi: Tutupi mainan dengan selimut selama beberapa detik saat ia sedang bermain lalu buka selimutnya.

Mengapa: Menyembunyikan mainan akan membantu si kecil untuk memahami konsep keberadaan benda. Benda tetap ada walaupun ia tidak melihatnya.

Langkah lanjutan: Bermain cilukba dengan si kecil. Sembunyikan wajah Ibu di balik selimut atau kursi, coba juga untuk menutupi wajah Ibu dengan tangan. Si kecil akan butuh beberapa bulan untuk memahami konsep tersebut.

Kemampuan Motorik

Tahap perkembangan anak: Berguling

Stimulasi: Bebaskan si kecil untuk bermain di lantai berikan ia waktu untuk bermain sambil tengkurap dan menendang.

Mengapa: Menendang, melakukan gerakan seperti berenang dengan tangan dan kakinya, juga mengangkat kepala untuk melihat sekitar, akan membantu membentuk otot dan melatih koordinasi tubuh yang merupakan langkah awalnya untuk mampu berguling.

Langkah lanjutan: Teruskan waktu bermain si kecil di lantai. Lambat laun si kecil mulai bisa berguling sendiri.

Tahap perkembangan anak: Duduk tanpa bantuan/penyangga

Stimulasi: Dudukkan si kecil di lantai, diantara kaki Ibu atau dipangku, atau bisa juga gunakan bantal berbentuk huruf U dan L sebagai alat bantu.

Mengapa: Saat kekuatan tulang belakang dan tangan si kecil mulai terbentuk, ia akan bisa menahan beban tubuhnya dengan tangan. Hal ini adalah awal kemampuannya untuk bisa berdiri sendiri.

Langkah lanjutan: Letakkan mainan atau cermin di hadapan si kecil agar ia dapat melatih keseimbangannya. Lama-kelamaan ia akan belajar berdiri tanpa bantuan dalam waktu yang lebih lama.

Kemampuan Komunikasi

Tahap perkembangan anak: Berceloteh

Stimulasi: Bicaralah dengan si kecil sesering mungkin dan sebutkan nama-nama benda di sekelilingnya: botol, anjing, mobil, selimut, Mama.

Mengapa: Si kecil sedang belajar mengenal bunyi vokal dan konsonan dari bahasa yang akan menjadi dasar kemampuannya berbicara. Saat Ibu menyebutkan nama sebuah benda, Ibu sedang membantu si kecil untuk memahami kata dan mengasosiakannya dengan sebuah benda. Atau, bunyi yang mirip ternyata bisa diasosiakan dengan benda yang berbeda.

Langkah lanjutan: Pada usia 6 sampai 7 bulan, si kecil akan mencoba menyebutkan sebuah kata. Teruslah untuk berbicara padanya, dan sebutkan nama benda yang dapat membantu meningkatkan kemampuan bahasanya.

Kemampuan Sosial

Tahap perkembangan anak: Memperhatikan wajah Ibu, mengikuti ekspresi wajah.

Stimulasi: Gunakan cermin agar ia bisa melihat dirinya sendiri.

Mengapa: Si kecil mulai menunjukkan antusiasmenya pada wajah dan gerak-gerak orang lain. Di depan cermin, ia bisa melihat  sebuah sosok dirinya sendiri yang terlihat melakukan hal yang sama dengan dirinya. Kegiatan positif ini akan memotivasi si kecil untuk belajar lebih jauh.

Langkah lanjutan: Pada bulan selanjutnya, si kecil akan paham yang ia lihat di cermin adalah dirinya sendiri. Hal ini membantu si kecil untuk mengembangkan kemampuan pengenalan diri.