108c_dukung_perkembangan_si_kecil_4_bulan_0

Si kecil semakin banyak berinteraksi dari hari ke hari. Sejalan dengan pemberian nutrisi yang sesuai, Ibu dapat membantunya tumbuh dan belajar melalui tindakan sederhana yang merupakan bagian dari kasih sayang dan perawatan yang Ibu berikan sehari-hari.

Perkembangan Kognitif

Ganti mainan si kecil. Secara berkala gantilah mainan yang dipasang di kursi beroda atau pembatas area bermain si kecil, sehingga ia tidak akan merasa bosan. Pilih mainan dengan warna, pola, dan tekstur yang berbeda, serta mainan yang berdecit, mainan yang mengeluarkan suara ketika digoyangkan, memutar lagu, atau membuat berbagai suara lainnya.

Bermain cilukba. Sembunyikan wajah Ibu di balik tangan atau selimut. Pada awalnya si kecil tidak akan merespon dan akan terkejut melihat ibu setiap kali muncul, namun permainan ini membantu ia akan mulai memahami konsep object permanence (suatu objek masih tetap ada walau tidak terlihat).

Bermain mencari benda. Pegang mainan yang berbunyi sekitar 20 cm dari samping wajah si kecil. Goyangkan sehingga berbunyi untuk menarik perhatiannya, lalu mulai gerakkan perlahan-lahan melintasi garis pandangnya. Kini si kecil akan lebih fokus saat mainan melintasi garis tengah wajahnya. Jika ia kehilangan fokusnya, goyang mainan lagi untuk menarik kembali perhatiannya. Ketika kemampuan melacaknyanya membaik, percepat sedikit, karena si kecil akan mampu mengikuti objek bergerak lebih cepat.

Bantu ia bereksplorasi. Berikan berbagai mainan dengan tekstur dan ukuran yang berbeda, seperti halus, bergelombang, tipis, dan tebal. Ia akan menggunakan tangan dan mulutnya untuk menyelidiki. Setiap hal yang berbeda dan kontras akan memberinya informasi baru tentang fisik benda.

Perkembangan Motorik

Perluas jangkauan si kecil. Pada saat si kecil berbaring telungkup, tempatkan mainan sedikit diluar jangkauannya, dan agak ke samping. Usahanya untuk mencoba menjangkau mainan tadi mungkin saja akan mendorong si kecil menemukan bagaimana caranya berguling.

Berlatih keseimbangan yang lebih baik. Letakkan si kecil dalam posisi duduk, ditopang oleh bantal sofa, atau bantal khusus yang bentuknya seperti huruf U, atau di sudut bagian dalam sofa. Posisi ini akan membantu si kecil mengembangkan otot-otot yang diperlukannya untuk menjaga keseimbangan  ketika ia duduk. Selalu awasi si kecil dan pastikan punggung tetap lurus. Goyangkan mainan berbunyi atau bernyanyilah untuk menarik perhatiannya dan membuatnya tetap terhibur ketika duduk.

Fokus pada kaki. Pegang si kecil dalam posisi tegak dengan kakinya menyentuh lantai sehingga ia bisa merasakan berat badannya di kaki.

Biarkan ia belajar dari mainan gengam. Tempatkan mainan genggam di tangan si kecil dan dorong ia untuk meggenggamnya. Merasakan berat, gerakan, dan suara dari objek yang berbeda akan membantu si kecil mempelajari lebih banyak tentang fisik benda. (Saat ini ia belum dapat melepaskannya lagi secara mudah)

Perkembangan Komunikasi

Berceritalah setiap saat. Ceritakan peristiwa sehari-hari si kecil menggunakan nada ceria dan hangat. Bicaralah padanya saat si kecil makan, mandi, dan sebagainya. Si kecil akan mendengarkan dengan seksama pola bicara Ibu dan belajar darinya.

Sebutkan nama benda. Sebutkan nama-nama dari berbagai benda yang ada di sekitar Ibu: buku, kucing, bak mandi, kursi, meja, dll.  

Nikmati waktu membaca. Tidak perlu membacakan buku si kecil dari awal sampai akhir. Ibu mungkin hanya peru mencakup beberapa halaman, kemudian menunjukkan gambar-gambar tertentu: "Lihat, ini matahari" "Lihatlah bunga itu," "Apa ini? Seekor anjing! "

Terus bercakap-cakap dengan si kecil. Ketika ocehan si kecil semakin banyak dan kompleks, serta mulai terdengar semakin menyerupai kata-kata dan kalimat sebenarnya, beri respon seolah-olah yang diucapkannya memang bahasa lisan sungguhan. Cobalah untuk melibatkannya dalam komunikasi  dua arah.

Perkembangan Sosial

Kenali apa yang disukai dan tidak disukai si kecil. Kemudian cobalah untuk menyesuaikan pengalaman bermainnya. Kepribadian si kecil akan semakin jelas terlihat sekarang.

Bantu si kecil mengatasi rasa frustrasi. Ketika si kecil mulai frustrasi atau kesal dengan sesuatu, coba alihkan perhatiannya, misalnya dengan memindahkan ia dari kursi mainnya ke lantai, atau dengan memancing perhatiannya ke obyek yang menarik.

Gendong si kecil di depan cermin. Si kecil suka mengamati orang, dan refleksi di cermin akan membawa daya tarik yang tak ada habisnya.

Mengembangkan ritual tidur yang menenangkan. Seiring waktu, akan sangat membantu jika Ibu membiasakan si kecil tidur sendiri. Misalnya, dengan menyusuinya dan bernyanyi dengan nada yang lebih lembut dibandingkan saat ia akan tidur siang. Baringkan si kecil di boks tidurnya saat ia sudah dalam kondisi mengantuk dan hampir tertidur, dan tepuk-tepuk punggungnya perlahan, atau Ibu bisa memberinya empeng (jika ia memang menggunakannya) untuk membantu ia tertidur.