stimulasi

Ada begitu banyak cara yang dapat Ibu lakukan sehari-hari untuk membantu tumbuh kembang si kecil. Namun, tidak ada yang lebih berpengaruh terhadap perkembangan si kecil selain Ibu. Sejalan dengan penyediaan nutrisi yang sesuai, berikut adalah beberapa hal sederhana yang dapat Ibu lakukan untuk mendukung si kecil tumbuh dan belajar.

Perkembangan Kognitif

Jadwalkan waktu bermain. Cari waktu yang tepat pada saat si kecil bangun dan terjaga. Perhatian si kecil lebih baik ketika ia sedang tidak lelah atau lapar.

Ganti mainan. Secara berkala gantilah mainan si kecil, termasuk mainan gantung di boksnya, agar ia tidak akan merasa bosan. Si kecil akan menyukai pola dan warna kontras yang kuat.

Lakukan dekorasi kecil. Gantung gambar berwarna-warni pada garis pandang si kecil, di dekat meja ganti atau tempat tidurnya. Ia akan semakin baik dalam memilah warna, terutama yang paling kontras, seperti warna merah terang, kuning, dan hijau dibanding warna pastel.

Latih melihat wajah. Walaupun si kecil sudah lebih mampu melihat pola yang kompleks sekarang ini, wajah manusia tetap merupakan hal favoritnya untuk dipandang. Jadi lakukanlah kontak mata secara teratur dengannya. Coba gunakan ekspresi wajah berbeda ketika Ibu berbicara dengannya. Misalnya, membuka mulut lebar, tersenyum lebar, atau menaikkan alis Ibu. Gerakan-gerakan ini akan menarik perhatiannya. Coba untuk  bercermin bersama si kecil. Ia akan senang melihat wajah-wajah di cermin, meskipun si kecil belum menyadari bahwa yang dilihatnya adalah refleksi Ibu.

Perkembangan Motorik

Bermain telungkup. Ketika si kecil bangun dan awas, baringkan ia dalam posisi telungkup dan beri mainan berwarna-warni atau musik di depannya. Angkat posisi mainan sedikit, jadi si kecil akan mengangkat kepalanya untuk melihat. Gerakan ini akan mendorong perkembangan otot lehernya.

Memperkenalkan permainan sebab-akibat. Kenakan kaus kaki dengan lonceng kecil pada si kecil atau mainan kecil yang mengeluarkan bunyi jika digerakkan yang dijahit (pastikan mainan terpasang dengan kokoh dan si kecil di bawah pengawasan langsung ketika mengenakannya). Ketika ia menendang, si kecil akan mendengar bunyi-bunyian, ini adalah tahap awal pembelajaran bahwa gerakannya yang menyebabkan gemerincing atau efek berbunyi.

Perkembangan Komunikasi

Lanjutkan percakapan sehari-hari. Berbicaralah dengan si kecil. Ceritakan tentang kegiatan Ibu, nyanyikan sajak atau lagu, atau bahkan berbicara tentang apa pun. Pastikan untuk memandang si kecil saat Ibu sedang berbicara dengannya, sehingga ia bisa melihat wajah Ibu. Ibu dapat membantunya lebih jauh dengan menggunakan "bahasa bayi". Si kecil sangat responsif terhadap pola bicara seperti ini: tekanan pada awal kata dan akhirannya seperti menggunakan kata tanya ("HAL-lo, SAYANG, APA kabarmu PA-gi INI?"). Si kecil mungkin  akan lebih merespon terhadap suara Ibu karena nadanya yang lebih tinggi.

Dukung si kecil untuk "berbicara." Tunjukkan kegembiraan pada saat si kecil menggumam atau mengeluarkan suara lainnya. Tiru suaranya, tapi juga gunakan kata-kata yang sebenarnya.

Membaca bersama. Pada usia ini, jenis buku apapun tidak penting, yang penting adalah si kecil mendengar irama bahasa dan suara Ibu.

Jangan ragu untuk menggunakan bahasa kedua. Si kecil memiliki kemampuan luar biasa untuk menyerap lebih dari satu bahasa, dan si kecil yang menguasai dua bahasa akan mencapai tahap tumbuh kembang komunikasi yang sama seperti bayi lainnya pada saat yang sama. Jadi tidak perlu khawatir si kecil akan bingung atau menyebabkan keterlambatan bicara.

Baca Juga : Tips untuk menstimulasi si kecil ketika ia berusia  0-3 bulan sehingga ibu dapat mendukung perkembangannya.

Perkembangan Sosial

Membangun rasa aman bagi si kecil. Angkat dan seringlah memeluk si kecil, juga respon dengan cepat ketika si kecil menangis.

Membalas senyumannya. Tidak hanya akan mendorong munculnya senyuman berikutnya, hal ini juga akan mengajarkan tentang hubungan timbal balik.

Biarkan si kecil menenangkan dirinya sendiri. Tawarkan si kecil empeng atau biarkan ia mengisap jarinya jika ia secara alami suka melakukannya. Refleks menghisap membantu si kecil menenangkan diri dan memberikan kenyamanan. Si kecil mungkin sudah mengisap ibu jarinya sejak di dalam rahim.

Pijat si kecil dengan lembut. Gunakan sedikit baby oil dan pastikan ia tetap hangat. Kegiatan ini akan meningkatkan rasa amannya.