Bayi rewel atau menangis itu adalah satu-satunya cara untuk berkomunikasi pada usia ini. Maka ibu harus mengetahui penyebab bayi yang sering rewel atau menangis

 

Mengapa si kecil sering sekali menangis?

Tangisan si kecil atau ketika dia rewel dapat membuat orang tua baru menjadi bingung. Ibu merasa seperti ada sesuatu yang salah, sementara Ibu sangat ingin memberikan yang terbaik supaya si kecil selalu baik-baik saja. Ibu  tidak perlu terlalu mengambil hati tangisannya itu. Si kecil pasti menangis atau rewel. Tangisan adalah satu-satunya cara mereka berkomunikasi pada usia ini.

Mereka menangis atau rewel untuk memberi tahu Ibu bahwa mereka lapar, lelah, basah, atau ada hal lain yang membuat mereka tidak nyaman. Si kecil juga menangis untuk mengatakan, “Aku bosan” atau “Ibu ada di mana?” Lama kelamaan Ibu akan bertambah mahir dalam mengartikan tangisan si kecil, dengan berdasarkan ritme, nada, dan sinyal-sinyal lainnya. Sebagai contoh, ia akan mengecap-ngecap bibirnya pada saat waktunya untuk makan.

Bayi juga menangis ketika mereka mendapat stimulasi yang berlebihan (overstimulated) atau bila mereka ingin menjauhkan diri dari suara, pemandangan, dan interaksi yang terasa terlalu berat untuk mereka. Bahkan ada anggapan bahwa menangis adalah cara bayi melepaskan tekanan yang terjadi sepanjang hari, mungkin inilah mengapa tangisan rewel seringkali terjadi di penghujung siang dan di awal malam.

Sekitar setengah dari bayi akan rewel selama setidaknya satu jam setiap harinya, namun menangis selama dua sampai tiga jam pun bukan merupakan hal yang tidak biasa selama beberapa bulan pertama. Pada umumnya jumlah tangisan si kecil meningkat selama lima minggu pertama kehidupannya dan mencapai puncaknya pada  minggu ke-6, di mana lama tangisan bisa mencapai tiga jam per harinya. Pada titik ini, sekitar seperlima bayi mengalami kolik, yang ditandai oleh tangisan yang sering dan berkepanjangan selama lebih dari tiga jam per hari. Penyebab pasti kolik belum dipahami secara menyeluruh. Beberapa ahli percaya bahwa hal itu berhubungan dengan belum sempurnanya sistem syaraf bayi, bisa juga ada hubungannya dengan sensitivitas si kecil terhadap makanan tertentu. Apabila Ibu menduga si kecil mungkin mengalami kolik, segera diskusikan dengan dokter anak Ibu.