Nutrisi tertentu penting untuk kesehatan dan perkembangan si kecil yang sedang tumbuh. Berikut ini beberapa hal mengenai zat besi yang perlu diperhatikan.

Apa itu zat besi: Zat besi adalah mineral dan komponen penting dalam semua sel tubuh. Ada dua jenis zat besi: zat besi heme, yang ditemukan dalam makanan hewani ("heme" berasal dari "hemoglobin," protein pembawa oksigen dalam sel darah merah), dan zat besi nonheme, ditemukan dalam makanan nabati. Tubuh kita mampu menyerap zat besi heme secara lebih efisien.

Manfaat zat besi: Zat besi adalah nutrisi yang memberi energi dan warna kemerahan pada pipi si kecil. Zat besi mendorong sel darah merah menyebarkan oksigen ke sel-sel di seluruh tubuh. Zat besi juga menjaga otot untuk menyimpan cukup oksigen sehingga dapat bekerja dengan baik. Selain itu, zat besi membantu si kecil untuk membangun ingatan dan keterampilan motoriknya. Dan karena zat besi merupakan bagian dari banyak enzim, zat besi berperan utama dalam banyak fungsi tubuh yang penting. Kadar zat besi yang rendah dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan fisik dan mental pada anak-anak. Pada orang dewasa, hal ini seringkali terkait dengan kelelahan.

Sumber zat besi: Zat besi heme umumnya terkandung dalam daging sapi, hati ayam, unggas, ikan, dan makanan laut tertentu. Sedangkan sumber yang baik dari zat besi nonheme dapat diperoleh dari ASI, susu formula yang diperkaya zat besi, sereal yang diperkaya zat besi, biji-bijian, kacang-kacangan, tahu, gandum, sayuran hijau gelap (bayam dan brokoli), dan kentang. Pedoman gizi yang disusun oleh American Academy of Pediatrics menyarankan untuk mulai memperkenalkan daging pada si kecil berusia 6 bulan agar si kecil bisa mendapat manfaat zat besi. (Sebelumnya, zat besi merupakan salah satu makanan yang terakhir diberikan pada si kecil saat ia berusia 6 bulan, meskipun tidak ada alasan ilmiah untuk hal ini.)

Jumlah yang dibutuhkan: Kebanyakan si kecil terlahir dengan cadangan zat besi yang mereka terima dalam kandungan dari Ibu mereka. (Bayi prematur lahir dengan cadangan zat besi yang tidak mencukupi sehingga terkadang membutuhkan suplemen.) Pada usia sekitar 4 bulan, si kecil yang diberi ASI membutuhkan 1 mg/kg/hari melalui suplemen zat besi dan mulai mengenalkan makanan padat (terutama sereal yang diperkaya zat besi). Untuk si kecil yang diberi susu formula, American Academy of Pediatrics merekomendasikan susu formula yang diperkaya zat besi diberikan sepanjang tahun pertamanya. Dan untuk si kecil berusia 7 sampai 12 bulan, mereka membutuhkan asupan zat besi sebesar 7 mg/hari.

Hal lain yang perlu diketahui: Sebaiknya, periksakan si kecil yang berusia 12 bulan untuk mengetahui kemungkinan kekurangan zat besi dan anemia karena kekurangan zat besi. Setengah dari keseluruhan wanita hamil tidak mendapatkan zat besi dalam jumlah yang cukup menjadi penyebab mengapa suplemen dianjurkan selama masa kehamilan.

Fakta Mengejutkan: Kekurangan zat besi merupakan kekurangan gizi yang paling umum di dunia. Di negara-negara yang susu formula dan serealnya diperkaya dengan zat besi, kekurangan zat besi jarang terjadi, meskipun bayi prematur dan bayi yang diberi ASI eksklusif selama lebih dari 4 bulan masih memiliki risiko lebih tinggi. Untuk meningkatkan penyerapan zat besi nonheme, sangat disarankan untuk menambahkan makanan yang mengandung vitamin C ke dalam makanan yang kaya zat besi.