Bagi bayi yang baru lahir, ia belum mengenal siang atau malam. Yang ada hanyalah waktu untuk makan. Lambungnya yang mungil hanya bisa menampung sedikit makanan yang hanya bertahan setidaknya tiga jam, maka ia butuh untuk diberikan makan beberapa jam sekali pada minggu pertamanya. Baca artikel di bawah ini untuk mendapatkan panduan bagi ibu baru.

Apakah saya bisa tidur?

Pada bulan kedua dan seterusnya, beberapa bayi akan tidur lebih lama di malam hari. Perutnya kini sudah semakin membesar, jadi mereka bisa menampung lebih banyak makanan. Pada usia tiga bulan, mungkin si kecil akan mulai tidur pada pukul 7 atau 8 malam, tanpa terbangun. Jika memang si kecil seperti itu, sebaiknya Ibu tahu bahwa hal ini dapat berubah lagi. Setelah menetapkan jadwal tidur bayi, beberapa anak dapat tiba-tiba tidak dapat membedakan waktu malam dan siang lagi. Untungnya, hal ini dapat berubah lagi dengan cepat.

Tips untuk Bayi yang Sulit Tidur

  • Pastikan si kecil memiliki area tidur yang nyaman dengan pencahayaan yang tepat.
  • Atur jadwal rutin. Ini mungkin dimulai dengan mandi dan diikuti beberapa waktu dongeng yang tenang. Si kecil juga mungkin ingin diberi makan.
  • Selimuti si kecil dan pastikan ia merasa aman. Pastikan mulut dan hidungnya tidak tertutup, agar ia dapat dengan  mudah mendapatkan udara.
  • Putar beberapa lagu yang menenangkan. Bahkan suara bising yang jauh seperti suara televisi yang menyala dengan volume rendah, juga dapat membuat beberapa bayi merasa nyaman.
  • Coba minimalkan interupsi atau gangguan.

Jika si kecil tidak dapat membedakan siang dan malam, coba tips di bawah ini:

Jika Ibu perlu melakukan beberapa pekerjaan rumah, letakkan si kecil di kursi bayi atau keranjang bayi. Dengan itu Ibu dapat membawa si kecil ke beberapa area di rumah sembari Ibu melakukan kegiatan Ibu.

  • Di siang hari, pastikan bahwa si kecil tidak tertidur lebih dari tiga jam dalam satu waktu.
  • Saat Ibu perlu memberikan makan bayi di malam hari, lakukan semuanya dengan tenang. Jangan nyalakan lampu. Ganti popoknya perlahan sebelum ia makan. lalu tidurkan kembali si kecil tanpa mengajaknya bermain.

Kembali Tidur

Menengkurapkan bayi saat tidur atau menghadap ke samping dapat meningkatkan risiko terjadi sindrom kematian mendadak bayi atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Meskipun SIDS juga terkait dengan beberapa kondisi, dipercaya bahwa ketika si kecil tertidur dengan posisi tengkurap maka tingkat karbon dioksida akan meningkat. Respon yang normal adalah membangunkannya, membalik tubuhnya dan bernafas.  Ada bukti bahwa beberapa bayi yang meninggal karena SIDS tidak merespon tingkat karbon dioksida yang tinggi dan menjadi tidak terangsang ketika mereka tidur dalam posisi di mana mereka bisa menghirup kembali udara mereka sendiri.

Tips: Tidurkan bayi dalam posisi terlentang.

Tentunya, bayi harus memiliki banyak “waktu makan” saat mereka terbangun dan siap. Tanyakan pada dokter jika Ibu memiliki pertanyaan mengenai posisi tidur yang paling aman untuk si kecil.

Jika membutuhkan bantuan, Ibu dapat menghubungi Enfa A+ Smart Center Via Live Chat & Whatsapp di 08777700253 untuk berkonsultasi lebih jauh mengenai berbagai informasi dan tips penting untuk Ibu agar dapat mengatur waktu tidur yang baik bagi Ibu dan bayi.