peran-suami-dalam-memenuhi-nutrisi-si-kecil.jpg

Tugas memberi asupan makanan pada si kecil yang baru lahir cenderung dibebankan pada Ibu, terutama saat si kecil sedang menyusu ASI. Padahal tidak sepenuhnya seperti itu. Di bulan-bulan awal saat si kecil menyusu ASI setiap beberapa jam, bantuan sekecil apapun menjadi begitu berharga. Ada banyak cara bagi pasangan untuk terlibat dan berbagi sukacita serta ikatan emosional saat si kecil menyusu ASI.

 

Menyusui dengan Botol. Jika si kecil mengonsumsi susu formula, akan menyeimbangkan ikatan emosional antara Ibu dan si kecil. 

Bergiliran. Bergantian memberi susu saat malam hari merupakan solusi bagi orang tua yang merasa kelelahan sejak kelahiran si kecil.

Persiapkan Jatah Susu untuk Satu Hari. Ayah dan Ibu dapat menyiapkan susu atau makanan untuk si kecil baik pada pagi hari atau malam sebelumnya. 

Panaskan Botol Sebelum Digunakan. Memanaskan botol tidak mempengaruhi nutrisi susu, hal tersebut cukup berguna untuk mengatasi bayi yang rewel, karena susu formula yang diberikan saat hangat umumnya lebih disukai oleh bayi. 

Mencuci Botol. Tugas sehari-hari ini tidak akan terasa berat jika Ibu bisa berbagi tugas. 

Menyusui. Meskipun Ibu yang menyusui berperan utama dalam aktivitas menyusui itu sendiri, namun masih ada kesempatan bagi pasangan untuk turut membantu. 

Menggendong Si Kecil Saat Hendak Minum ASI. Terutama pada malam hari, pasangan dapat mengendong si kecil saat ia menangis dan membawanya ke tempat tidur Ibu untuk minum ASI. 

Buat Si Kecil Bersendawa Setelah Menyusui. Setelah si kecil selesai minum ASI, Ibu bisa menyerahkannya ke pasangan untuk mengayunnya dan membantu si kecil bersendawa. 

Mengganti Popok. Hal ini adalah kesempatan bagi pasangan untuk bersentuhan secara langsung dengan si kecil. 

Memberikan ASI dalam Botol Untuk Si Kecil. Jika Ibu sudah memerah air susu dan meletakannya di botol, pasangan dapat membantu ‘menyusui’ si kecil dengan memberikan ASI dari botol susu. 

Menawarkan Bantuan Memberi Asupan Makan dengan Cara Lain. Dengan menggendong si kecil, berjalan-jalan, memeluk dan mengayun, mengganti popok, memandikan, dan melakukan kegiatan lain yang berhubungan dengan si kecil, pasangan dapat menjalin ikatan dengan si kecil dan memberi Ibu waktu istirahat yang sangat berharga untuknya. Pasangan juga bisa membantu menyiapkan makanan untuk Ibu, memijat punggung Ibu dan membantu Ibu untuk memulihkan diri setelah melalui proses melahirkan. Meskipun tindakan ini tidak berhubungan langsung dengan kegiatan memberikan ASI untuk si kecil,tapi hal ini tentunya akan sangat mendukung proses memberi ASI pada si kecil.