Membangun ikatan kedekatan yang timbul saat Ibu memberikan kehangatan dan merawat si kecil dengan penuh kasih sayang, membuatnya merasa aman dan dicintai sangat penting untuk perkembangan si kecil. Hal inilah yang mengajarinya untuk percaya dan memberi dasar pada bagaimana si kecil menjalin hubungan dan berinteraksi sepanjang hidupnya.  Orangtua baru seringkali merasa khawatir bahwa mereka tidak mampu membangun ikatan dengan si kecil. Mitos yang mendukung hal ini adalah: Jika Ibu tidak segera menyusui setelah melahirkan, Ibu tidak akan pernah benar-benar menjalin ikatan dengan si kecil, bahwa membangun ikatan adalah semata kewajiban Ibu.

Pada sisi lain, penelitian menegaskan bahwa ikatan tidak muncul seketika setelah si kecil lahir ataupun ikatan ini bergantung pada menyusui. Ikatan yang erat berkembang dari waktu ke waktu antara si kecil dan orang yang mengasuhnya, apakah ia Ibu yang menyusuinya, Ibu yang menyusui lewat botol, ayah, saudara, kakek-nenek, maupun pengasuh lain. Ikatan timbul dari kegiatan sehari-hari, seperti mengobrol, menggendong, mengganti popok, memberinya makan (baik ASI, ASI yang dipompa, atau susu formula), maupun sekedar ada dan memberinya perhatian. Banyak kesempatan untuk membuat si kecil merasa sangat dicintai, aman dan nyaman untuk membentuk ikatan yang mendalam.

Merespon dengan cepat. Segera tenangkan tangisan si kecil, terutama pada minggu dan bulan pertama kehidupannya, dengan begitu si kecil akan tahu bahwa Ibu selalu ada, mendengar, dan dapat ia andalkan.

Memberikan sentuhan langsung dari kulit ke kulit. Selain menyusui dimana hal ini memberi Ibu kesempatan untuk bersentuhan langsung dengan si kecil, Ibu juga bisa mendapatkan pengalaman ini dengan menggendong si kecil sambil bersentuhan antar kulit dengannya secara langsung, baik ketika Ibu memberinya makan ataupun sekedar memeluknya.

Memeluk. Ada beragam sentuhan fisik yang dapat memberi pengaruh positif pada si kecil. Sangat disarankan untuk menggendong si kecil dengan kain atau selempang daripada mendudukkannya di kereta bayi tanpa pengawasan untuk waktu yang lama.

Mengobrol dengan si kecil. Ikatan yang timbul dengan komunikasi sama pentingnya dengan sentuhan fisik. Biarkan si kecil mendengar suara Ibu melalui nyanyian Ibu untuknya, berceritalah tentang apa saja yang telah Ibu lakukan hari itu, dan libatkan si kecil dalam percakapan dimana Ibu bisa saling berbalas ocehannya.

Tatap matanya. Baik jika Ibu menyusui ataupun menyusui si kecil lewat botol susu, Ibu disarankan untuk menatap matanya dan berbicara saat si kecil sedang disusui.

Menidurkannya. Menetapkan ritual tidur siang dan sebelum tidur malam adalah cara ideal untuk menjalin ikatan dengan si kecil.

Menjalin ikatan tidak terbatas sewaktu si kecil baru lahir saja. Seiring pertumbuhan si kecil serta melalui kasih sayang dan perhatian yang Ibu berikan sehari-hari, hubungan Ibu dan si kecil maupun rasa aman yang ia dapatkan juga akan bertumbuh dari waktu ke waktu.