Mayoritas dari masalah pemberian makan terjadi ketika Ibu dan si kecil kembali pulang dari rumah sakit, Kenapa? Karena banyak kondisi, seperti refluks, kolik, konstipasi, mulai terjadi di usia 2 minggu. Atau masalahnya dapat terjadi saat Ibu dan si kecil masih di rumah sakit, namun kondisinya belum muncul sepenuhnya sampai kemudian Ibu dan si kecil pulang ke rumah. Hingga pada saat Ibu sudah berada di rumah semua masalah pemberian makan tersebut semakin menjadi sulit.

Namun jangan khawatir: Ibu tidak sendirian, dan seringkali masalah-masalah ini bukan masalah yang serius. Pada banyak kasus, perubahan sederhana seperti mempertahankan si kecil tetap tegak saat menyusui untuk mencegahnya terjadinya gumoh – dapat membawa perubahan besar. Faktanya, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan perubahan gaya hidup sebelum mencoba penggunaan obat resep ketika bayi mengalami refluks. Jika Ibu khawatir tentang aspek apapun mengenai proses pemberian makan si kecil, hal terbaik yang bisa Ibu lakukan adalah berkonsultasi pada dokter anak. Setiap bayi berbeda. Dokter akan memeriksa berat badan si kecil dan melihat apakah pertumbuhan dan nutrisinya terganggu oleh masalah pemberian makan yang dialaminya.

Apakah ada hal yang bisa saya lakukan untuk mencegah masalah pemberian makan?

Saya memberitahu para orangtua untuk menyingkirkan hal yang dapat menggangu proses pemberian makan – seperti handphone, iPad, atau TV. Hal yang disarankan adalah dengan menemukan tenpat yang sunyi, nyaman, rileks, dan dapat membuat Ibu lebih berkonsentrasi pada si kecil. Nikmati ikatan emosional yang terjadi antara Ibu dan si kecil tersayang. Dan ingatlah bahwa walaupun Ibu sudah berusaha sekuat tenaga, masalah-masalah pemberian makan tetap dapat muncul. Periksakan si kecil pada dokter anak untuk saran yang lebih jelas atau untuk mendapatkan kepastian. Dokter mungkin akan menyarankan untuk mengganti susu formula, tergantung pada perkembangan dan gejala-gejala yang dialami si kecil.