Beberapa bagian dari asupan makanan Ibu dapat berpengaruh pada ASI. Contoh: kafein. Para Ibu menyusui disarankan untuk tidak lagi mengonsumsi kafein. Jika mereka tidak bisa, direkomendasikan agar mereka membatasi asupannya hanya 100 miligram per hari (sekitar satu gelas kopi) lalu tunggu beberapa saat sebelum mulai menyusui kembali. Beberapa bayi bereaksi kuat terhadap kafein; mereka dapat menjadi rewel dan gampang menangis, banyak gumoh, dan dapat mengalami perubahan pada jadwal BAB. Jika terjadi pada si kecil, Ibu disarankan untuk menghentikan konsumsi kopinya sama sekali. Ibu juga disarankan untuk tidak mengonsumsi alkohol, alasannya tentu sudah jelas. Saat menyusui sudah menjadi kegiatan rutin dan si kecil sudah berusia beberapa bulan, jika memang ada sesuatu hal yang mengharuskan Ibu meminum alkohol, Ibu dapat minum segelas namun Ibu harus menunggu beberapa jam sebelum menyusui si kecil kembali.

Jika si kecil mengalami masalah pencernaan diare, gas, refluks (atau gumoh) periksalah apa saja yang sudah Ibu konsumsi. Makanan umum yang dapat menyebabkan masalah pada ASI adalah sayuran berdaun hijau dan makanan pedas. Susu juga dapat menjadi penyebab. Cobalah untuk mengeluarkan makanan-makanan ini dari daftar konsumsi Ibu lalu lihat apakah ada perubahan pada si kecil. Tentunya susu formula si kecil haruslah dimodifikasi jika Ibu mengalami masalah dalam masa menyusui dan suplementasi. Sebagai contoh, susu dengan protein terhidrolisis sebagian dapat mudah dicerna dan diformulasikan untuk mengurangi perut kembung, kerewelan, dan tangisan si kecil. Konsultasikan gejala-gejala yang dialami si kecil pada dokter spesialis anak dan apa saja pilihan susu formula yang dapat meringankan masalah pencernaan si kecil sekaligus memberinya nutrisi lengkap.

Gary C. Morchower, MD, Dokter Spesialis Anak dan Pengarang buku The 1001 Healthy Baby Answers: Pediatricians’ Answers to All the Questions You Didn’t Know to Ask

Sumber

1 Gary C. Morchower, MD

Pediatrician

2 The 1001 Healthy Baby Answers

Gary C. Morchower, MD

2008